Orang Kaya RI Makin Getol Nabung Dolar, Ini Buktinya

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Orang Kaya RI Makin Getol Nabung Dolar, Ini Buktinya yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Di sisi lain, di bawah pertumbuhan nominal rekening valas. sedangkan Nominalnya setara dengan Rp1.714,76 triliun, memegang porsi 16,6% dari nominal seluruh rekening masyarakat RI.

Sementara itu, jumlah nominal rekening rupiah mencapai Rp8.615,16 triliun, naik double digit 12,4%,

Angka itu menyumbang 1,3% dari keseluruhan jumlah rekening simpanan masyarakat RI.

Pertumbuhan itu jauh melampaui jumlah rekening simpanan rupiah yang hanya naik 8,4% pada periode yang sama.

Orang Kaya RI Makin Getol Nabung Dolar, Ini Buktinya Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 754364, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260728115028-17-754364/orang-kaya-ri-makin-getol-nabung-dolar-ini-buktinya’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia 28 July 2026 13:25 Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah diΒ Dolar Asia Money Changer, Jakarta, Rabu (8/7/2026).Β (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia – Orang kaya makin gemar menabung dolar Amerika Serikat (AS), seiring melalui pelemahan nilai tukar rupiah.

Data distribusi rekening simpanan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatatkan jumlah rekening US$ mencapai 8.918.054, naik 58,2% secara tahunan atau year on year (yoy) per Mei 2026.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026, dan mulai berlaku efektif pada 1 Juni 2026.

Jumlahnya adalah 673.138.861 rekening atau 98,7% dari keseluruhan.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Ramalan Kinerja Rupiah di Tangan Pjs Gubernur BI Destry Damayanti

Menurut Ketua Dewan Komisioner (DK) LPS, Anggito Abimanyu, kenaikan itu berasal dari pertumbuhan rekening dolar melalui tiering nominal simpanan lebih dari Rp5 miliar.

“Yang jumlah yang di atas Rp5 miliar yang naik.

Peraturan itu mewajibkan penempatan DHE SDA 100% di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Anggito mengatakan dolar para eksportir baru akan efektif masuk pada bulan September pasca kebijakan baru diberlakukan.

“Belum, kan DHE baru efektif September ya uangnya masuk ya,” pungkas Anggito.

Sebelumnya, Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Hery Gunardi, menyebut pertumbuhan pesat rekening dolar itu terjadi seiring melalui penerapan ketentuan DHE yang baru.

“Ya memang ada [peningkatan] kan.

Faktor penyebabnya adalah implementasi kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang baru. yang mengakibatkan Ya itu naik kelas, cuma jumlahnya memang naik,” kata Anggito saat ditemui di sela-sela acara Seminar Nasional & Pelantikan ISEI Jakarta Komisariat PERBANAS, di Perbanas Institute Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Ia mengatakan kenaikan rekening dolar itu bukan

Karena ada DHE, DHE yang masuk di Bank Himbara cukup tinggi,” ujar Hery saat ditemui di Gedung Menara Radius Prawiro, Selasa (14/7/2026).

Maka demikian, peningkatan rekening dolar menjadi lumrah, seiring melalui kenaikan penempatan dolar eksportir di rekening bank BUMN.

“Jadi pasti meningkat kalau DHE hasil ekspornya balik lagi, dan hasil ekspor masuk pasti meningkat,” ucap Hery yang juga merupakan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Porsinya menjadi mayoritas dari seluruh nominal simpanan, atau setara 83,4%.

Adapun mata uang Garuda kembali dibuka melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (28/7/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan pagi ini di posisi Rp18.060/US$ atau terdepresiasi sebesar 0,33%.

Pelemahan tersebut melanjutkan tekanan pada perdagangan sebelumnya, ketika rupiah ditutup turun 0,36% dan terparkir tepat di level Rp18.000/US$.

(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260720105556-19-752131/video-jelang-rilis-bi-rate-rupiah-melemah-dekati-rp-18000-usd”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/752131?comscore=off”,”time”:338,”title”:”Video: Jelang Rilis BI Rate, Rupiah Melemah & Dekati Rp 18.000/USD”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/20/jelang-rilis-bi-rate-rupiah-kembali-melemah-dekati-rp-18000usd-1784520121361_169.png”}]’); Next Article Rupiah Menguat Tajam, Tapi Bank Ini Masih Jual Dolar di Rp18.415

(BBRI) itu.

Secara umum, jumlah nominal simpanan valuta asing (valas) juga meningkat 18,7% yoy per Mei 2026.

Analisis mendalam tentang Orang Kaya RI Makin Getol Nabung Dolar, Ini Buktinya akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *