Tertekan Aksi Jual, IHSG Sesi I Terkoreksi 1,75% ke Level 6.024

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Tertekan Aksi Jual, IHSG Sesi I Terkoreksi 1,75% ke Level 6.024 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

(CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin terpuruk pada perdagangan hari ini, Jumat (24/7/2026), melalui pelemahan yang makin mendekati 2% di tengah derasnya aksi jual pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps).

Sentimen eksternal berupa lonjakan harga minyak dunia di atas US$100 per barel serta kebijakan tarif baru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus membayangi pergerakan pasar.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: PFII Tawarkan Golden Visa & Bebas Pajak Waris Buat Orang Superkaya

Hingga akhir perdagangan sesi pertama, IHSG anjlok 111 poin atau 1,75% ke level 6.204,63.

Dampak dari hal tersebut adalah IHSG menjadi salah satu indeks yang mengalami tekanan cukup dalam pada awal perdagangan hari ini.

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260710104924-19-749737/video-jurus-mi-keruk-cuan-investasi-di-era-perang–gejolak-rupiah”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/749737?comscore=off”,”time”:577,”title”:”Video: Jurus MI Keruk Cuan Investasi di Era Perang – Gejolak Rupiah”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/10/jurus-mi-keruk-opportunity-cuan-di-tengah-sentimen-perang-rupiah-melemah-inflasi-naik-1783655736393_169.png”}]’); Next Article Breaking News! akibat Lonjakan harga energi tersebut meningkatkan kekhawatiran inflasi global akan kembali menguat dan memperbesar peluang bank-bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Kombinasi tekanan eksternal dan berlanjutnya aksi jual pada saham-saham perbankan membuat pelaku pasar memilih mengurangi eksposur terhadap aset berisiko,

Dampak dari hal tersebut adalah menyeret indeks lebih dalam.

Tekanan juga dipengaruhi sentimen global yang semakin memburuk. akibat Aksi lepas tersebut berlanjut pada perdagangan hari ini

Di saat bersamaan, konflik di Timur Tengah mendorong harga minyak Brent melonjak hingga US$100,69 per barel, level tertinggi dalam dua bulan terakhir.

Tertekan Aksi Jual, IHSG Sesi I Terkoreksi 1,75% ke Level 6.024 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 753552, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260724121852-17-753552/tertekan-aksi-jual-ihsg-sesi-i-terkoreksi-175-ke-level-6024’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi,  CNBC Indonesia 24 July 2026 12:28 Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 594 saham melemah, hanya 80 saham menguat, sementara 115 saham bergerak stagnan.

Nilai transaksi telah mencapai Rp 10,51 triliun melalui volume perdagangan 24,61 miliar saham dalam 1,46 juta kali transaksi, mencerminkan tingginya tekanan jual sejak awal sesi.

Pelemahan IHSG didominasi oleh aksi jual pada saham-saham unggulan, terutama sektor perbankan yang sehari sebelumnya juga menjadi sasaran jual investor asing.

Seluruh sektor perdagangan melemah, dengan saham BMRI, AMMN, BREN, BRPT, BRMS dan BUMI menjadi pemberat utama kinerja IHSG hari ini

Pada perdagangan Kamis (23/7), investor asing membukukan jual bersih (net foreign sell) sekitar Rp920,3 miliar di pasar reguler, dengan tekanan terbesar terjadi pada saham-saham bank jumbo seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.

Presiden AS Donald Trump resmi memberlakukan tarif impor baru sebesar 10%-12,5% terhadap 60 mitra dagang, termasuk Indonesia, yang kembali memicu kekhawatiran terhadap prospek perdagangan global.

Analisis mendalam tentang Tertekan Aksi Jual, IHSG Sesi I Terkoreksi 1,75% ke Level 6.024 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *