Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Rupiah Lanjut Melemah, Dolar AS Ditutup Dekati Rp18.000 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Faktor penyebabnya adalah nilai ekspor tercatat sebesar US$23,20 miliar, sementara impor mencapai US$24,81 miliar.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Catatan tersebut menjadi perhatian pasar karena neraca perdagangan Indonesia akhirnya kembali masuk zona merah setelah enam tahun bertahan surplus.
Defisit Mei 2026 menjadi defisit pertama sejak April 2020. yang mengakibatkan Defisit terjadi
Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di rentang Rp17.960/US$ hingga Rp17.995/US$.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia terpantau melemah 0,21% ke posisi 101,177 per pukul 15.00 WIB.
//
Perjalanan rupiah pada perdagangan hari ini menunjukkan tekanan terhadap mata uang Garuda masih cukup kuat.
Pelemahan DXY biasanya membuka ruang penguatan bagi mata uang negara lain, termasuk rupiah.
Rupiah justru tetap tertekan dan semakin mendekati level Rp18.000/US$.
Salah satu sentimen yang membebani rupiah datang dari data neraca perdagangan Indonesia.
Saat itu, Indonesia juga mencatat defisit perdagangan sebesar US$0,38 miliar.
Dengan demikian, tren surplus neraca perdagangan Indonesia selama 72 bulan beruntun sejak Mei 2020 resmi terputus.
Jika ditarik lebih jauh, defisit Mei 2026 juga menjadi yang terdalam sejak April 2019.
Mata uang Garuda langsung dibuka melemah 0,14% terhadap dolar AS.
(CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah kembali menutup perdagangan hari ini melalui koreksi terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Rupiah belum mampu memanfaatkan momentum pelemahan dolar AS di pasar global.
Melansir Refinitiv, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis (2/7/2026) ditutup melemah 0,32% terhadap greenback atau terdepresiasi ke posisi Rp17.988/US$.
Ekspor turun 5% yoy, terutama akibat pelemahan pengiriman minyak sawit, besi dan baja, serta mesin, meskipun ekspor nikel tetap tangguh,” tulis ekonom senior DBS Radhika Rao.
Kabar baiknya, ketegangan geopolitik yang mulai mereda telah membuat harga minyak acuan global turun tajam pada Juni.
Rupiah Lanjut Melemah, Dolar AS Ditutup Dekati Rp18.000 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 747531, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260702143803-17-747531/rupiah-lanjut-melemah-dolar-as-ditutup-dekati-rp18000’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Elvan Widyatama, CNBC Indonesia 02 July 2026 15:07 Foto: Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di tempat penukaran uang PT Ayu Masagung, Jakarta, Senin (18/11/2024).
Pada periode tersebut, neraca perdagangan Indonesia mencatat defisit sebesar US$2,33 miliar.
“Tidak adanya penyesuaian harga BBM domestik untuk menekan permintaan, ditambah harga minyak global yang tinggi dan rupiah yang lebih lemah, membebani neraca perdagangan.
Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu (1/7/2026) melaporkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit pada Mei 2026.
BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026.
Ia menilai kondisi ini berpotensi mengurangi tekanan terhadap neraca perdagangan Indonesia mulai kuartal III-2026.
(evw/evw) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260518114049-19-735517/video-rupiah-melemah-parah-begini-proyeksi-dolar-as-ke-depan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/735517?comscore=off”,”time”:912,”title”:”Video: Rupiah Melemah Parah, Begini Proyeksi Dolar AS Ke Depan”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/18/rupiah-melemah-begini-proyeksi-dolar-as-ke-depan-1779079580878_169.png”}]’); Next Article Rupiah Dibuka Stagnan, Dolar AS Bertahan di Rp16.755
Posisi ini membuat rupiah tinggal selangkah lagi menuju level psikologis Rp18.000/US$.
Baca: Daftar Terbaru Saham HSC per Juli 2026, Ada Dua Emiten Baru Masuk
Pelemahan rupiah sudah terlihat sejak pembukaan perdagangan.
Analisis mendalam tentang Rupiah Lanjut Melemah, Dolar AS Ditutup Dekati Rp18.000 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
