Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Daftar Terbaru Saham HSC per Juli 2026, Ada Dua Emiten Baru Masuk yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Sementara itu, kepemilikan masyarakat dalam bentuk tanpa warkat (scripless) mencapai 890,21 juta saham atau sekitar 15,13% dari total saham beredar.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
(MGRO) – 93,76%
(CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan adanya kecenderungan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) pada dua emiten, yakni PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) dan PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG).
“Pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal,” sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Kamis, (2/6/2026).
BEI menjelaskan, berdasarkan metodologi penentuan HSC atas struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat per 25 Juni 2026, saham DGWG yang merupakan emiten pupuk tersebut dimiliki oleh sejumlah pemegang saham tertentu yang secara agregat menguasai 97,35% dari total saham perseroan.
Mengacu pada komposisi pemegang saham efektif per 31 Mei 2026, PT Maybank Sekuritas Indonesia tercatat memiliki 736,84 juta saham atau setara 12,53% dari total saham DGWG.
David Yaory tercatat sebagia penerima manfaat terakhir di tingkat individu.
Adapun untuk HATM, BEI menyatakan berdasarkan metodologi penentuan HSC atas struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat per 30 Juni 2026, saham perseroan dimiliki oleh sejumlah pemegang saham tertentu yang secara agregat menguasai 96,09% dari total saham.
Baca: IHSG Sesi 1 Naik 1,7%, Nyaris Separuh Emiten di Zona Hijau
Berdasarkan data kepemilikan saham per 31 Mei 2026, PT Habco Primatama menjadi pemegang saham terbesar HATM melalui kepemilikan 5,76 miliar saham atau setara 66,34%.
(SATU) – 94,27%
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260624093555-19-745254/video-ihsg-dibuka-menguat-tapi-rupiah-anjlok-ke-rp-17900-per-usd”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/745254?comscore=off”,”time”:179,”title”:”Video: IHSG Dibuka Menguat Tapi Rupiah Anjlok ke Rp 17.900 per USD”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/24/ihsg-dibuka-menguat-tapi-rupiah-melemah-ke-rp-17900-per-dolar-as-1782268821981_169.png”}]’); Next Article Baru IPO Bulan Lalu, WBSA Udah Masuk Daftar Saham HSC Bursa
Selain itu, PT Multi Sarana Nasional juga menguasai 1,75 miliar saham atau sekitar 20,11% dari total saham perseroan.
Sementara itu, kepemilikan masyarakat dalam bentuk tanpa warkat pada HATM tercatat mencapai 1,15 miliar saham atau sekitar 13,29%.
Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang berakhir pada akhir bulan Mei 2026, pemilik manfaat terakhir di tingkat individu HATM adalah Cosmas Kiardi, Benny, danHasanul Arifin Hasibuan.
Dengan demikian berikut daftar saham HSC per 2 Juli 2026:
- PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) – 95,47%
- PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) – 97,75%
- PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) – 98,35%
- PT Ifishdeco Tbk (IFSH) – 99,77%
- PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) – 95,94%
- PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) – 99,85%
- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) – 95,35%
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) – 95,76%
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) – 97,31%
- PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) – 95,82%
- PT Transcoal Pacific Tbk.
Daftar Terbaru Saham HSC per Juli 2026, Ada Dua Emiten Baru Masuk Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 747511, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260702135933-17-747511/daftar-terbaru-saham-hsc-per-juli-2026-ada-dua-emiten-baru-masuk’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini, CNBC Indonesia 02 July 2026 14:50 Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026).
Analisis mendalam tentang Daftar Terbaru Saham HSC per Juli 2026, Ada Dua Emiten Baru Masuk akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
