Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Mulanya Jualan Kembang Api, Sosok Ini Sekarang Jadi Raja Rokok RI yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Mereka terjun elektronika (Polytron), perkebunan (HPI Argo), pusat perbelanjaan (Grand Indonesia), perdagangan elektronik (Blibli), agen perjalanan daring (tiket.com) dan di perbankan mereka pemilik Bank Central Asia (BCA).
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Kebetulan pemilik awal BCA juga pernah tinggal di Kudus.
Dua anaknya, yang sudah punya nama Indonesia, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono, menurut Rudi Badil “berhasil memulihkan keadaan” hingga rokok Djarum bersaing di pasaran.
Kedua anak Oei Wie Gwan itu, menurut catatan Mark Hanusz dalam Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia’s Clove Cigarettes (2000:136&142) bahkan membangun bagian penelitian dan pengembangan terkait produk mereka sejak 1970 dan memakai mesin-mesin untuk meningkatkan produksi.
Pabrik berada di Jalan Bitingan Baru nomor 28 (kini Jalan Ahmad Yani) Kudus, Jawa Tengah.
Baca: Kisah Robohnya Kerajaan Bisnis Salim Usai Berjaya 3 Dekade
Sama seperti bisnis sebelumnya, lagi-lagi api membuat repot dan mengganggu bisnis rokok Oei Wie Gwan.
Mereka memasarkan produk kretek filter sejak 1976 dan pada 1981 mereka meluncurkan Djarum Super.
Di sisi lain, kemudian disingkatnya menjadi Djarum. sedangkan Mulanya perusahaan rokok kecil itu namanya Djarum Gramophon ketika dibeli,
Jongki Tio dalam Kota Semarang Dalam Kenangan (2000:60) menyebut mercon cap Leo sudah mengekspor pula ke luar negeri.
Baca: Pemerintah Sita Harta Karun Rp 15 T, Penemunya Dibiarkan Hidup Melarat
Bisnis kembang api punya risiko besar.
Kali ini Oei Wie Gwan bisnis rokok.
Oei Wie Gwan membeli sebuah pabrik rokok kretek kecil di Kudus pada 1951.
Diantara yang luka berat, sembilan orang tewas di rumah sakit
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Oei Wie Gwan Wie Gwan kemudian memilih hidup barunya di dunia dagang setelah perang antara Indonesia melalui Belanda mereda.
Peristiwa itu disusul melalui meninggalnya Oei Wie Gwan.
Meski begitu, usaha rokok Djarum yang dirintis Oei Wie Gwan itu tak ditinggalkan anak-anaknya.
Bataviaasch Nieuwsblad (28/1/1938) memberitakan bagaimana pabrik kembang api Oei Wie Gwan di Rembang meledak dan lima pekerja pabrik tewas seketika, 22 luka berat dan 14 luka ringan.
Richard Borsuk dan Nancy Chng dalam Liem Sioe Liong dan Salim Group (2016:87) menyebut bahwa Liem dan Oei Wie Gwan adalah kawan lama.
(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260512104644-19-734317/video-salurkan-gas-ke-pelosok-bisnis-perkapalan-perlu-kontrak-pasti”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/734317?comscore=off”,”time”:525,”title”:”Video: Salurkan Gas ke Pelosok, Bisnis Perkapalan Perlu Kontrak Pasti”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/12/salurkan-gas-hingga-pelosok-pengusaha-perkapalan-perlu-kepastian-kontrak-1778559103413_169.png”}]’); Next Article IPO Lalu Diakuisisi Djarum, Ini Perjalanan SUPR Hingga Mau Delisting
Oei Wie Gwan banting stir, meski barang dagangannya kali sama-sama harus dibakar untuk dinikmati pelanggannya.
Namun perjalanan bisnisnya tidak langsung dimulai dari bisnis industri rokok.
Pada mulanya, dia memulai bisnis kembang api cap Leo.
CNBC Insight Mulanya Jualan Kembang Api, Sosok Ini Sekarang Jadi Raja Rokok RI Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 735214, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260516160519-17-735214/mulanya-jualan-kembang-api-sosok-ini-sekarang-jadi-raja-rokok-ri’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Tim Redaksi, CNBC Indonesia 16 May 2026 19:45 Foto: Edward Ricardo Sianturi
Jakarta, CNBC Indonesia – Nama Oei Wie Gwan dikenal luas sebagai sosok di balik kesuksesan perusahaan rokok besar di Indonesia, Djarum.
“Pada tahun 1963 terjadilah musibah kebakaran yang hampir menghancurkan perusahaan,” tulis Rudi Badil dalam Kretek Jawa (2011:35).
PB Djarum berdiri di kota itu dan anak-anak Oei Wie Gwan membina atlit bulutangkis berkat rokok.
Bisnis rokok mengantarkan anak-anak Oei Wie Gwan menjadi konglomerat.
Merek terakhir cukup diminati pasar hingga saat ini.
Kudus yang di zaman Nitisemito berjaya melalui rokok Tiga Bal sudah diramaikan industri kretek, di masa anak-anak Oei Wie Gwan memimpin Djarum, kota ini seolah dibuat menjadi kota bulutangkis.
Artinya keduanya serius melalui industri keluarganya.
Setelah kematian Oei Wie Gwan, perusahaan rokok Djarum berinovasi.
Analisis mendalam tentang Mulanya Jualan Kembang Api, Sosok Ini Sekarang Jadi Raja Rokok RI akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
