Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 731584, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260501170257-17-731584/modal-cangkul-guru-sd-dapat-harta-karun-miliaran-di-halaman-sekolah’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi,  CNBC Indonesia 01 May 2026 18:40 Foto: Kegiatan uji coba belajar mengajar tatap muka melalui menerapkan protokol kesehatan di SMPN 1 Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (18/3/2021).

Seluruhnya memiliki berat 13 Kg setara miliaran rupiah.

Setelah penemuan, banyak orang menganggap Nuryasin bakal jadi miliarder.

Yakni mata uang koin kuno peninggalan masa VOC.

“Uang yang ditemukan bertuliskan VOC dan lambang Kerajaan Belanda, melalui tahun pemakaian antara tahun 1746 s/d 1760, berdiameter 2,1 cm.

Uang temuan ini akan kami serahkan pada museum, atas dasar petunjuk Depdikbud,” kata Nuryasin.

Pada akhirnya, Nuryasin batal jadi miliarder.

Otoritas terkait langsung bergegas datang.

Singkat cerita, temuan Nuryasin dibenarkan sebagai peninggalan sejarah berupa koin perak peninggalan VOC dan penjajahan Belanda.

Dari seluruh koin, doit barangkali jadi salah satu yang membekas dalam benak masyarakat Indonesia.

Sebab, penamaan koin doit era VOC perlahan menjadi kata ganti sebutan uang bagi masyarakat Indonesia, yakni ‘duit’.

(CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia – Ungkapan “hujan membawa berkah” menjadi kenyataan bagi Nuryasin, seorang guru sekaligus Kepala SDN Pejagan IV di Madura.

Namun, eksistensi era VOC berakhir ketika kongsi dagang itu runtuh pada 1799.

Setelahnya, beredar mata uang baru yang dipopulerkan pemerintah Hindia Belanda.

Faktor penyebabnya adalah lalu lalang para murid. yang mengakibatkan Di tengah hujan yang mengguyur, ia justru menemukan sebuah harta karun berharga.

Kejadian itu bermula ketika Nuryasin melihat lapangan sekolah yang becek akibat hujan, khawatir lantai sekolah yang bersih akan ikut kotor

Nuryasin kemudian mengambil cangkul dan mulai menggali tanah untuk menutup area yang becek melalui tanah kering.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: IHSG Turun 3% di April, tapi Ada Saham Malah Terbang 100% Lebih

“Saya menggali tanah di halaman, untuk menimbun bagian lainnya yang becek bekas hujan,” ungkap Nuryasin.

Penggalian tanah sangat berjalan lancar.

Keberadaan koin makin masif usai VOC memproduksinya di dalam negeri.

Dari sini, seluruh masyarakat menggunakan koin tersebut untuk bertransaksi.

Seluruhnya berbentuk koin bundar dan pipih berbahan dasar emas, perak, tembaga, hingga nikel.

Betapa kagetnya dia melihat gerabah kuno di lubang galian.

Gerabah tersebut lantas dikeluarkan dan tak disangka berisi harta karun tak terduga.

Lalu, jenis kedua berdiameter 2,9cm yang pada pemukannya bertuliskan Indiae Batav 1819 s/d 1828,” tulis pewarta Suara Karya (1 Februari 1991).

Kabar Nuryasin menemukan harta karun langsung membuat gempar Indonesia.

Hanya saja, transaksi melalui koin emas digunakan dalam skala besar, seperti jual-beli tanah, bukan transaksi di pasar.

Lalu ketika VOC datang, transaksi menggunakan koin juga dilakukan.

Sebab dia menemukan harta karun bersejarah dan bernilai tinggi.

Tinggal beberapa titik lagi yang belum dia selesaikan.

Saat hendak menggali tanah kering lebih dalam lagi sekitar 25-30 cm, Nuryasin tiba-tiba terperanjat.

Namun, Nuryasin menolak menjadikan temuan arkeologi untuk mendulang kekayaan sekalipun banyak orang mendorongnya menjual seluruh temuan, dibanding menyerahkan kepada pemerintah.

“Tapi, itu tak mungkin saya lakukan.

Nuryasin berhasil menutup satu per satu titik becek.

Namun, nama dia tercatat dalam sejarah sebagai penemu harta karun bersejarah.

Pada akhirnya, temuan harta karun yang berada di lapangan SD itu menguak tabir sejarah baru bagaimana masyarakat bertransaksi di era VOC ratusan tahun lalu.

Transaksi Pakai Koin Emas-Perak

Sebagai wawasan, dari masa Kerajaan Hindu-Budha eksis, masyarakat sudah bertransaksi menggunakan mata uang, bukan barter atau tukar menukar barang.

Erwin Kusuma dalam Uang Indonesia: Sejarah dan Perkembangannya (2021) mencatat, masyarakat Jawa kuno lazim menggunakan mata uang berupa koin emas dalam transaksi perdagangan di pasar.

Hanya saja, VOC melakukan penyeragaman mata uang.

Museum Bank Indonesia menyebut, Kongsi dagang itu berupaya menggantikan semua mata uang asing yang beredar di Nusantara.

Dari sini, VOC mengedarkan banyak ragam mata uang untuk transaksi perdagangan.

Ada rijksdaalder, dukat, stuiver, gulden, dan doit.

Ini seperti yang ditemukan Nuryasin 33 tahun lalu.

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260427094710-19-730068/video-sentimen-ini-bikin-rupiah-lemah-lawan-dolar-as”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/730068?comscore=off”,”time”:334,”title”:”Video: Sentimen Ini Bikin Rupiah "Lemah" Lawan Dolar AS”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/27/sentimen-ini-bikin-rupiah-lemah-lawan-dolar-as-1777259458555_169.png”}]’); Next Article Guru SD Temukan Harta Karun Miliaran Rupiah di Halaman Sekolah

Sementara, mata uang era VOC kemudian tinggal sejarah.

Sebagian ada yang menjadi harta karun terpendam bersejarah dan bernilai tinggi.

Analisis mendalam tentang Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *