Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Kurs Naik ke Rp17.275/US$ yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Faktor penyebabnya adalah diperkirakan menjadi salah satu momen terakhir Jerome Powell sebagai Ketua The Fed.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
The Fed secara luas diperkirakan masih akan menahan suku bunga. yang mengakibatkan Pertemuan kali ini juga menjadi perhatian
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Kurs Naik ke Rp17.275/US$ Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 730954, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260429144930-17-730954/rupiah-keok-lawan-dolar-as-kurs-naik-ke-rp17275-us-‘; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Elvan Widyatama, CNBC Indonesia 29 April 2026 15:15 Foto: Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di tempat penukaran uang PT Ayu Masagung, Jakarta, Senin (18/11/2024).
Rupiah dibuka melemah 0,26% ke level Rp17.255/US$, kemudian pelemahannya sempat semakin dalam hingga menyentuh Rp17.335/US$.
Sementara itu, indeks dolar AS atau DXY pada pukul 15.00 WIB terpantau bergerak di zona hijau melalui penguatan 0,04% ke level 98,675.
//
Pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini masih banyak dipengaruhi faktor eksternal, terutama arah dolar AS di pasar global menjelang pengumuman suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed).
Dolar AS cenderung menguat pada perdagangan Rabu, seiring sikap investor yang menunggu keputusan suku bunga The Fed.
Pelemahan ini membawa rupiah kembali mendekati level psikologis Rp17.300/US$.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Emas Makin Dilirik, Bank Mega Syariah Geber Pembiayaan Flexi Gold
Tekanan terhadap rupiah sudah terlihat sejak awal perdagangan.
(CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (29/4/2026).
Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda mengakhiri perdagangan di level Rp17.275/US$ atau melemah 0,38%.
Faktor penyebabnya adalah investor khawatir harga energi yang tinggi dapat kembali mendorong tekanan inflasi.
Kondisi tersebut membuat ruang gerak rupiah semakin terbatas. yang mengakibatkan Harga obligasi turun, sementara imbal hasilnya naik,
Namun, fokus pasar tidak hanya tertuju pada keputusan bunga, tetapi juga pada pandangan The Fed mengenai dampak perang di Timur Tengah terhadap ekonomi AS, inflasi, dan arah suku bunga ke depan.
Pelaku pasar juga mencermati masa depan Powell di The Fed.
Sebelumnya, Powell pernah mengatakan bahwa dia akan tetap bertahan jika menilai independensi The Fed berada di bawah ancaman.
Kabar Uni Emirat Arab memangkas hubungan melalui OPEC turut menambah perhatian pasar terhadap arah pasokan energi global.
Kenaikan harga minyak juga menekan pasar obligasi AS.
Ketika dolar AS menguat dan investor memilih aset aman, mata uang negara berkembang seperti rupiah biasanya menjadi lebih rentan tertekan.
(evw/evw) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260414100312-19-726539/video-rupiah-anjlok-dolar-as-sentuh-rp-17100-apa-yang-terjadi”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/726539?comscore=off”,”time”:506,”title”:”Video: Rupiah Anjlok & Dolar AS Sentuh Rp 17.100, Apa Yang Terjadi?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/14/rupiah-anjlok-dolar-as-sentuh-level-rp-17100-apa-yang-terjadi-1776135887586_169.png”}]’); Next Article Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp 16.640
Faktor penyebabnya adalah investor menilai konflik Iran belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian. yang mengakibatkan Karena itu, keputusan Powell ke depan dinilai akan sangat bergantung pada persepsinya terhadap independensi bank sentral AS.
Selain agenda The Fed, ketidakpastian perang di Timur Tengah masih menjadi sumber tekanan bagi pasar global.
Harga minyak naik pada perdagangan Selasa
Analisis mendalam tentang Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Kurs Naik ke Rp17.275/US$ akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
