Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Catat! Bank Mandiri (BMRI) Mau Buyback Saham Rp1,16 Triliun yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
(BMRI) sepakat melakukan pembelian kembali (Buyback) saham sebesar-besarnya Rp1,16 triliun.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Kondisi ini menciptakan gap valuasi yang cukup signifikan yang kami pandang sebagai peluang strategis untuk meningkatkan nilai jangka panjang bagi pemegang saham,” ujar Novita dalam RUPST Bank Mandiri di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Dengan mempertimbangkan posisi permodalan yang solid, likuiditas yang memadai, serta disiplin dalam pengelolaan resiko, Novita menyebut pihaknya memandang buyback saham sebagai langkah yang tepat dan tepat.
Faktor penyebabnya adalah memasuki tahun 2026, bank pelat merah itu mencermati bahwa volatilitas pasar masih relatif tinggi. yang mengakibatkan Aksi korporasi ini disetujui dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar hari ini, Rabu (29/4/2026).
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan pelaksanaan buyback dilakukan
Bank Mandiri (BMRI) Sepakat Tebar Dividen Rp44 Triliun
“Dalam kondisi tersebut kami melihat bahwa kinerja fundamental dan profitabilitas perseroan yang tetap terjaga kuat dan konsisten belum sepenuhnya tercermin dalam valuasi perseroan.
Faktor penyebabnya adalah itu, Bank Mandiri mengusulkan untuk menjalankan kembali program buyback saham perseroan sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan pasar sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan kondisi valuasi saham yang saat ini berada pada level yang atraktif.
Lebih lanjut, tujuan lain dari buyback adalah pengalihan saham hasil buyback untuk pelaksanaan program kepemilikan saham bagi pegawai. yang mengakibatkan Oleh
Faktor penyebabnya adalah itu, RUPST menyetujui memberikan kuasa dan wewenang pelaksanaan pembelian kembali (Buyback) saham Perseroan termasuk penghentian pelaksanaannya kepada Direksi Perseroan dengan tetap memperhatikan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain itu, menyetujui pengalihan saham hasil pembelian kembali (Buyback) yang disimpan sebagai saham tresuri (treasury stock) untuk pelaksanaan Program Kepemilikan Saham bagi Pegawai dan/atau Pengurus Perseroan yang memenuhi syarat untuk memiliki saham Perseroan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.
(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260421153031-19-728538/video-bank-mandiri-cetak-laba-rp-154-triliun-di-kuartal-i-2026″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/728538?comscore=off”,”time”:992,”title”:”Video: Bank Mandiri Cetak Laba Rp 15,4 Triliun di Kuartal I-2026″,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/21/q1-2026-bank-mandiri-cetak-laba-rp-154-triliun-1776760679526_169.png”}]’); Next Article Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE) Mau Buyback Saham Rp140 Miliar yang mengakibatkan Hal ini guna mendorong engagement terhadap keberlanjutan peningkatan kinerja perseroan dalam jangka panjang dan atau program kepemilikan saham bagi Direksi dan Dewan Komisaris yang dilakukan sebagai penerapan kebijakan pemberian kompensasi jangka panjang berbasis kinerja dan risiko dengan berpedoman pada Peraturan OJK.
Oleh
Bank Mandiri (BMRI) Mau Buyback Saham Rp1,16 Triliun Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 731015, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260429163719-17-731015/catat-bank-mandiri–bmri–mau-buyback-saham-rp116-triliun’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia 29 April 2026 16:53 Foto: Ilustrasi Bank Mandiri.
Hal ini terutama dipengaruhi oleh meningkatnya tensi geopolitik serta ketidakpastian terhadap outlook atau prospek pertumbuhan ekonomi global.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Tok!
(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Analisis mendalam tentang Catat! Bank Mandiri (BMRI) Mau Buyback Saham Rp1,16 Triliun akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
