Sempat Jadi Primadona, Kini Daging Vegan Mulai Ditinggalkan

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Sempat Jadi Primadona, Kini Daging Vegan Mulai Ditinggalkan yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Faktor penyebabnya adalah sebagian produk dinilai belum memuaskan konsumen. yang mengakibatkan Di Walmart, daging cincang sapi dijual US$7,43 per pon, sedangkan alternatif nabati dari Impossible Foods dibanderol US$9,04.

Faktor rasa juga menjadi persoalan

Meski beberapa negara bagian AS mengusulkan pelarangan, pelaku industri melihat kemajuan regulasi di tingkat federal dan di Inggris produk ini bahkan telah mendapat izin sebagai pakan hewan peliharaan.

Namun daging kultur sel masih menghadapi kendala biaya produksi yang tinggi.

Namun dalam tiga kuartal pertama 2025 pendapatan Beyond Meat terus menyusut secara tahunan dan kemungkinan kembali turun pada kuartal terakhir, sementara proporsi warga AS yang rutin mengonsumsi produk ini tetap di level satu digit menurut survei YouGov untuk The Economist.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Asing Net Buy Rp 835,8 Miliar di Sesi 1, Saham Ini Diincar

Di sisi lain, penjualan daging konvensional justru tumbuh pesat meski harga ternak dan pakan meningkat akibat penyusutan populasi hewan dan kenaikan biaya produksi.

Investor food tech dari Synthesis Capital, David Welch, menilai konsumen sadar kesehatan kerap keliru menyamakan burger nabati melalui camilan seperti keripik kentang atau Oreo.

Untuk merespons tren diet tinggi protein dan serat, Impossible dan Beyond kini menonjolkan kandungan protein dalam kemasan produknya.

Sempat Jadi Primadona, Kini Daging Vegan Mulai Ditinggalkan Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 717359, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260309143254-17-717359/sempat-jadi-primadona-kini-daging-vegan-mulai-ditinggalkan’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 09 March 2026 16:55 Foto: dok Beyond Meat

Jakarta, CNBC Indonesia – Industri daging nabati yang sempat digandrungi investor kini tengah menghadapi tekanan berat.

Faktor penyebabnya adalah subsidi pertanian yang menopang industri peternakan. yang mengakibatkan Industri menilai kondisi ini lebih sebagai koreksi ketimbang kolaps, meski mengakui adanya sejumlah tantangan struktural.

Salah satu kendala utama adalah harga yang masih relatif mahal dibandingkan daging biasa, sebagian

Peneliti Food System Innovations, Tim Dale, menyebut produk ini berpotensi menarik bagi orang tua yang ingin menyelipkan sayuran ke dalam menu anak-anak mereka.

Di tengah kehati-hatian investor terhadap daging nabati, sebagian modal ventura mulai melirik daging hasil kultur sel atau cultivated meat yang diproduksi di laboratorium dari sel hewan.

Setelah melantai di bursa pada 2019 melalui valuasi hampir US$4 miliar atau sekitar Rp67.04 triliun, Beyond Meat kini hanya bernilai kurang dari US$400 juta atau Rp6,7 triliun seiring penurunan kinerja bisnisnya.

Melansir The Economist, pada 2020, penjualan daging nabati di Amerika Serikat sempat melonjak 45% menjadi US$1,4 miliar dan memicu lahirnya banyak startup baru.

Faktor penyebabnya adalah daftar bahan dan proses produksinya yang panjang. yang mengakibatkan Kelompok pendukung daging hewani kerap menilai produk nabati tinggi lemak, garam, dan tergolong ultra-proses, meski menilai perbandingan dengan daging mentah tanpa bumbu tidak sepenuhnya adil.

Tantangan lain adalah klasifikasi produk sebagai makanan ultra-proses

Impossible menggandeng produsen roti dan pasta tinggi protein, sementara Beyond-yang tahun lalu menghapus kata “Meat” dari namanya-merambah minuman melalui meluncurkan air soda berperisa mengandung 20 gram protein per kaleng.

Sejumlah perusahaan juga bereksperimen dengan burger campuran setengah daging dan setengah nabati guna menjangkau konsumen yang lebih luas.

CEO perusahaan daging nabati Inggris This, Mark Cuddigan, bahkan mengakui beberapa produk masih terasa “buruk”, dan satu pengalaman negatif bisa membuat konsumen enggan mencoba lagi.

Produk daging nabati juga terseret dalam perang budaya di Amerika Serikat, terutama terkait kampanye “makanan asli” yang digaungkan sejumlah tokoh publik seperti Menteri Kesehatan Robert F.

CEO Upside Foods, Uma Valeti, menilai dekade mendatang menjadi masa pembuktian untuk meningkatkan skala produksi secara bertahap agar industri protein alternatif tidak kembali terjebak dalam euforia berlebihan.

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260309163256-19-717425/video-harga-minyak-meroket-hingga-bursa-asia-ihsg-anjlok-berjamaah”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/717425?comscore=off”,”time”:543,”title”:”Video: Harga Minyak Meroket hingga Bursa Asia-IHSG Anjlok Berjamaah”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/09/perang-bikin-harga-minyak-meroket-hingga-bursa-asia-ihsg-anjlok-berjamaah-1773049457192_169.png”}]’); Next Article Emiten Kesehatan (MMIX) Bagi Saham Bonus, Besok Terakhir Bisa Dapat

Analisis mendalam tentang Sempat Jadi Primadona, Kini Daging Vegan Mulai Ditinggalkan akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *