Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang BEI Tambah Kriteria HSC, 37 Saham ‘Jumbo’ Bakal Masuk Daftar yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Sementara velocity dihitung berdasarkan rata-rata volume transaksi dibandingkan melalui jumlah saham yang beredar di publik atau free float.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
“Artinya saham-saham yang aktivitas volume transaksinya rendah Tentu akan menghasilkan velocity yang rendah.
(CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan peninjauan kembali terhadap kriteria saham yang masuk dalam High Shareholding Concentration (HSC) List.
Hasil evaluasi tersebut membuat sebanyak 37 emiten baru akan masuk ke dalam daftar saham melalui indikasi kepemilikan terkonsentrasi.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap kriteria serta faktor pemicu (trigger factors) yang digunakan dalam penentuan saham HSC.
Price impact ratio sendiri dihitung melalui membandingkan perubahan harga saham terhadap tingkat velocity saham tersebut.
Saham yang memiliki price impact ratio tinggi akan melalui proses screening untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya indikasi kepemilikan saham yang terkonsentrasi.
Baca: Bursa Efek Indonesia Cecar Emiten TGUK Soal Pendapatan, Ada Apa?
BEI Tambah Kriteria HSC, 37 Saham ‘Jumbo’ Bakal Masuk Daftar Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 750831, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260714184024-17-750831/bei-tambah-kriteria-hsc-37-saham-jumbo-bakal-masuk-daftar’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini, CNBC Indonesia 14 July 2026 18:55 Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Sebagai hasilnya, BEI merevisi metodologi HSC melalui menambahkan satu kriteria baru berupa price impact ratio.
Jeffrey menjelaskan kriteria price impact ratio akan diterapkan pada seluruh saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun.
Pengawasan tersebut dilakukan untuk mendeteksi indikasi konsentrasi kepemilikan maupun aktivitas perdagangan yang memerlukan perhatian khusus.
BEI akan melakukan evaluasi price impact ratio secara berkala setiap tiga bulan mengikuti siklus evaluasi indeks utama di bursa.
Tujuannya adalah untuk memastikan terciptanya perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien di pasar modal Indonesia.
Ia menambahkan pengumuman resmi mengenai daftar saham terbaru yang masuk kategori HSC akan disampaikan setelah penutupan perdagangan hari Selasa ini.
(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260708123818-19-749112/video-ihsg-melemah-lebih-dari-1-rupiah-kembali-sentuh-rp18000-usd”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/749112?comscore=off”,”time”:390,”title”:”Video: IHSG Melemah Lebih Dari 1% & Rupiah Kembali Sentuh Rp18.000/USD”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/08/ihsg-melemah-lebih-dari-1-rupiah-kembali-sentuh-rp18000usd-1783489367240_169.png”}]’); Next Article Jadi Sorotan MSCI, Ini 13 Saham HSC Terbaru
Atas saham-saham inilah kami akan melakukan screening Terhadap potensi ada atau tidaknya high shareholding concentration,” jelas Jeffrey di konferensi pers BEI, Jakarta, Selasa, (14/7/2026).
Meski demikian, Jeffrey menegaskan faktor pemicu lain yang selama ini digunakan dalam fungsi pengawasan tetap akan diterapkan.
Dampak dari hal tersebut adalah total saham yang ada di dalam high shareholding concentration akan menjadi 51 saham,” kata dia.
Jeffrey mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari reformasi berkelanjutan yang dilakukan BEI. akibat Sementara itu, trigger factors dari fungsi pengawasan akan tetap dilakukan secara insidental dan tidak terbatas pada periode evaluasi tertentu.
“Kami akan segera mengumumkan ada 37 saham baru masuk dalam kriteria high shareholding concentration
Dengan velocity yang rendah tetapi melalui perubahan harga yang besar Tentu akan menghasilkan price impact ratio yang tinggi.
Analisis mendalam tentang BEI Tambah Kriteria HSC, 37 Saham ‘Jumbo’ Bakal Masuk Daftar akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
