Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Sosok Tuan Tanah Matraman, Duduki Lahan 400 Hektare Selama 41 Tahun yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Deretan permukiman, aktivitas perdagangan, hingga mobilitas warga menjadikan wilayah ini sebagai bagian penting dari kehidupan Jakarta.
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Namun, di balik wajahnya yang modern dan padat, Matraman menyimpan kisah panjang dari masa kolonial.
Jauh sebelum berkembang menjadi kawasan permukiman seperti sekarang, wilayah ini pernah berada di bawah penguasaan pribadi seorang tuan tanah asing selama lebih dari empat dekade.
Sosok yang memiliki pengaruh besar terhadap penguasaan tanah tersebut adalah J.M.L.
Pada masa keemasannya, kawasan Matraman disulap menjadi lahan produktif yang menghasilkan komoditas agrikultur penting kala itu, yakni padi dan kelapa.
Kendati bergelimang harta dan menguasai wilayah yang luas, kehidupan pribadi Bohl justru sangat tertutup.
Ia menguasai lahan seluas 502 bau atau setara melalui sekitar 400 hektare.
Β
Jakarta, CNBC Indonesia – Matraman kini dikenal sebagai salah satu kawasan padat penduduk sekaligus pusat kesibukan di jantung ibu kota.
Bohl, seorang warga negara Belanda yang datang ke Batavia untuk mengadu nasib.
Faktor penyebabnya adalah statusnya sebagai pemilik lahan raksasa.
Di luar bisnis pertanahannya, Bohl sempat mencicipi panggung politik lokal. yang mengakibatkan Namanya populer di kalangan elite kolonial semata-mata
Harian Bataviaasch Nieuwsblad (19 Juni 1920) mencatat bahwa pria kelahiran 1848 tersebut hampir tidak pernah bergaul melalui publik luas dan memilih jalan hidup yang menyendiri.
Seperti gelombang pendatang Eropa pada masa itu, ia memulai kariernya dari bawah dan diterima bekerja di perusahaan perdagangan terkemuka, Pitcairn Syme & Co.
Berkat ketekunannya dalam merintis karier, Bohl berhasil mengumpulkan pundi-pundi kekayaan yang kemudian ia alihkan ke sektor properti.
“Setelah bekerja, dia beralih membeli tanah dan ketika masih muda dia menjadi tuan tanah atas dua tanah, yaitu Matraman dan Sinajan yang terletak di dekat Paal Merah,” tulis catatan surat kabar kolonial tersebut.
Merujuk pada direktori Adresboek van Nederlandsch-IndiΓ« voor den Handel (1896), kekuasaan Bohl di Matraman sangat luas.
Kendati zaman telah berganti dan wujud wilayahnya telah berubah total menjadi kawasan metropolitan modern, sejarah mencatat bahwa tanah Matraman pernah berada di bawah genggaman seorang taipan kolonial yang hidup menyendiri di tengah kemewahan.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260824173553-19-762030/video-ekspansi-bisnis-emiten-properti-incar-ekosistem-pendidikan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/762030?comscore=off”,”time”:464,”title”:”Video: Ekspansi Bisnis Emiten Properti, Incar Ekosistem Pendidikan”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/24/seg-1-cb-28082026-1787567990994_169.png”}]’); Next Article Emiten Properti Ini Jual 7 Anak Usaha Sekaligus, Raup Duit Rp1,3 T
Harian De Locomotief (21 Agustus 1908) pernah mewartakan pencalonannya sebagai anggota dewan perwakilan untuk wilayah Meester Cornelis (kini Jatinegara).
Kisah hidup sang tuan tanah resmi berakhir pada 18 Juni 1920.
Pada usia 72 tahun, Bohl mengembuskan napas terakhirnya di sebuah rumah sakit di Jalan Salemba usai menjalani operasi usus buntu yang disusul komplikasi gagal ginjal akut.
Kematian Bohl sekaligus menandai berakhirnya era penguasaan privat atas tanah partikelir Matraman selama 41 tahun, sebelum akhirnya aset-aset tersebut diambil alih oleh pemerintah kolonial.
CNBC Insight Sosok Tuan Tanah Matraman, Duduki Lahan 400 Hektare Selama 41 Tahun Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 781117, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261031085727-17-781117/sosok-tuan-tanah-matraman-duduki-lahan-400-hektare-selama-41-tahun’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); MFakhriansyah, CNBC Indonesia 31 October 2026 11:15 Foto: VOC //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Β
Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini.
Di atas lahan tersebut, ia membangun sebuah kediaman mewah yang dilengkapi fasilitas tak biasa untuk ukuran zamannya: puluhan ekor rusa peliharaan yang berkeliaran sebagai simbol status dan kemewahan seorang tuan tanah.
Hidup Menyendiri dan Berakhir di Meja Operasi
Berdasarkan Regeerings-almanak voor Nederlandsch-IndiΓ«, Bohl memegang kendali penuh atas tanah partikelir Matraman hingga 41 tahun lamanya-sebuah rentang kepemilikan yang tergolong sangat panjang di bawah sistem kolonial.
Perjalanan hidupnya membawa Bohl menjadi salah satu penguasa tanah terbesar (magnat tanah) pada era Hindia Belanda.
Berdasarkan arsip harian Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-IndiΓ« edisi 19 Juni 1920, Bohl menginjakkan kakinya di Batavia sekitar tahun 1864 pada usia yang masih sangat muda, yakni 16 tahun.
Analisis mendalam tentang Sosok Tuan Tanah Matraman, Duduki Lahan 400 Hektare Selama 41 Tahun akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
