Saat Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar Demi Selamatkan Rupiah

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Saat Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar Demi Selamatkan Rupiah yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Keperkasaan Dolar AS tak terbendung, dan nilai tukar Rupiah terus meluncur ke titik terendah.

Pada 21 Mei 1998, Presiden Soeharto resmi menyatakan mundur dari jabatannya, menuntaskan riwayat rezim Orde Baru yang telah berkuasa selama 32 tahun.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261029134747-19-780578/video-dolar-as-kehilangan-daya-tarik-sebagai-aset-aman”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/780578?comscore=off”,”time”:86,”title”:”Video: Dolar AS Kehilangan Daya Tarik Sebagai Aset Aman”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/29/dolar-as-kehilangan-daya-tarik-sebagai-aset-aman-1793256942941_169.png”}]’); Next Article Dolar Cuma Rp6.550 di Era Presiden Habibie, Apa Rahasianya?

Sebagai bentuk dukungan tambahan, Mbak Tutut kembali menyerahkan 2 kilogram emas murni milik pribadinya kepada negara.

Muncul Kritikan dari Ekonom

Kendati riuh dan dielu-elukan di media massa, Gerakan Cinta Rupiah tak luput dari kritikan tajam para ekonom dan pengamat internasional.

Angka ini bak setetes air di padang pasir jika dibandingkan melalui kebutuhan devisa serta utang luar negeri Indonesia yang saat itu membengkak hingga puluhan miliar Dolar AS.

“Ini tak akan menyelesaikan masalah,” cetus pengusaha dan politisi Fahmi Idris, sebagaimana dikutip dari Bali Post edisi 1 Februari 1998.

Peringatan itu terbukti benar.

(CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini.

Misi utamanya terbilang lugas: mengimbau masyarakat melepas simpanan Dolar AS mereka guna membantu Bank Indonesia memperkuat otot Rupiah sekaligus mengembalikan kepercayaan pasar.

“Gerakan Cinta Rupiah (Getar) yang dipelopori Ny.

Berdasarkan arsip pemberitaan Bali Post (13 Januari 1998), rombongan anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mendatangi Gedung Bank Indonesia untuk mengonversi Dolar AS mereka.

Satu nama yang mencuri perhatian dalam rombongan tersebut adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang kelak menjadi Presiden ke-6 RI.

Harian Berita Yudha (13 Januari 1998) mencatat para taipan kawakan seperti Aburizal Bakrie, The Ning King, dan Imam Taufik masing-masing menukarkan US$100 ribu ke Rupiah, menjadikan mereka kontributor perorangan terbesar saat itu.

Taipan senior Sukamdani Sahid Gitosardjono juga menyusul di urutan berikutnya.

Gerakan moral ini dinilai hanya sebatas gimmick atau aksi simbolis yang tak bergigi melawan kekuatan fundamental pasar keuangan global.

Sebab, total valas yang berhasil dihimpun dari gerakan Getar ditaksir hanya berkisar US$5 juta.

Hantaman badai finansial tersebut membuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) terhempas bebas dari kisaran stabil Rp2.000, lalu ambruk ke level Rp10.000, hingga sempat menyentuh rekor terendah Rp16.000 per Dolar AS.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Di tengah kepanikan pasar dan ancaman kebangkrutan nasional, muncul gerakan moral dari kalangan elite hingga masyarakat luas untuk mendorong penggunaan mata uang Garuda sekaligus memotong ketergantungan pada Dolar AS.

Gelombang demonstrasi besar-besaran mahasiswa dan kerusuhan Mei 1998 meletus di berbagai kota.

CNBC Insight Saat Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar Demi Selamatkan Rupiah Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 781105, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261031003104-17-781105/saat-anak-presiden-ajak-warga-buang-dolar-demi-selamatkan-rupiah’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); MFakhriansyah,  CNBC Indonesia 31 October 2026 06:40 Foto: Ilustrasi Dolar dan Rupiah.

Badai tersebut melalui cepat merembet dan melumat mata uang negara-negara Asia, termasuk Indonesia.

Menanggapi gejolak yang kian liar, Mbak Tutut pada Januari 1998 menginisiasi Gerakan Cinta Rupiah (Getar).

Jakarta, CNBC Indonesia – Krisis moneter (krismon) periode 1997-1998 mencatatkan sejarah sebagai salah satu babak paling kelam bagi perekonomian Indonesia.

Secara akumulatif, total dana segar yang berhasil dikumpulkan BI pada gelombang pertama aksi tersebut mencapai US$650 ribu.

Gelombang “Cinta Rupiah” ini juga menyenggol jajaran konglomerat papan atas.

Menteri Keuangan Mar’ie Muhammad serta Gubernur Bank Indonesia Soedradjad Djiwandono tercatat melepas kepemilikan Dolar mereka.

Ini Jawab Menkeu

Berdasarkan catatan sejarawan Jan Luiten van Zanden dalam buku Ekonomi Indonesia 1800-2010 (2012), kejatuhan Rupiah bermula dari efek domino depresiasi mata uang Baht Thailand pada pertengahan 1997.

Efek domino dari hancurnya mata uang nasional memicu kebangkrutan massal sektor korporasi, lonjakan PHK, hingga melambungnya harga bahan pokok (sembako).

Krisis ekonomi akut tersebut akhirnya bermutasi menjadi krisis sosial-politik yang dahsyat.

Saat itu, SBY masih menjabat sebagai anggota MPR dari Fraksi ABRI.

“Di antara rombongan itu tampak Ketua Panitia Ad Hoc MPR, Hartono, dan Wakil Ketua Susilo Bambang Yudhoyono…

  • Dunia Makin ‘Membara’, Indonesia Masih Aman?

    Siti Hardianti Rukamana atau Mbak Tutut benar-benar menggetarkan,” tulis harian Bali Post edisi 16 Januari 1998.

    Sebagai stimulan, Mbak Tutut memberikan teladan melalui langsung menukarkan US$50 ribu dari kantong pribadinya ke mata uang Rupiah.

    Langkah tersebut dinilainya bukan sekadar manuver penyelamatan fiskal, melainkan juga simbol patriotisme di tengah krisis.

    Aksi Borong Rupiah: Pejabat hingga ABRI Turun Gunung

    Langkah Mbak Tutut langsung memicu aksi pelepasan valas oleh jajaran pejabat tinggi dan politisi.

    Salah satu aksi yang paling fenomenal digagas oleh putri sulung Presiden Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau yang akrab disapa Mbak Tutut.

    Pilihan Redaksi

    • Investor Asing Masih Percaya RI, Menkeu Suahasil Tunjukkan Buktinya!

      “Ranking kedua diduduki pengusaha Sukamdani Sahid Gitosardjono yang melepas US$50.100 dan merelakan 1 kg emas miliknya kepada pemerintah,” tulis Berita Yudha.

      Gerakan ini kian bergulir bagai bola salju di tengah masyarakat.

      Susilo Bambang Yudhoyono menukar US$1.300,” beber laporan Bali Post.

      Tak ketinggalan, para teknokrat dan menteri ekonomi ikut memasok Dolar ke BI.

      Analisis mendalam tentang Saat Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar Demi Selamatkan Rupiah akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

      📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

      Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

  • By

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *