Rupiah Makin Tertekan, Ekonom Ungkap Skenario Dolar Tembus Rp18.800

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Rupiah Makin Tertekan, Ekonom Ungkap Skenario Dolar Tembus Rp18.800 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Dalam dua hingga empat minggu ke depan, rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp18.050-Rp18.350 per dolar AS.

Menurut Josua, tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal, termasuk peluang bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) kembali menaikkan suku bunga pada Desember.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Baca: Hashim Warning!

Di sisi lain, kenaikan biaya usaha juga berisiko menghambat ekspansi bisnis dan penyerapan tenaga kerja.

“Dengan demikian, pelemahan rupiah bukan sekadar persoalan moneter, melainkan ancaman nyata terhadap kesejahteraan masyarakat,” kata Rizal.

Ke depan, Rizal menilai risiko pelemahan rupiah masih terbuka apabila arus keluar modal asing dan ketidakpastian global terus berlanjut.

Tekanan nilai tukar yang terjadi bersamaan melalui kenaikan harga minyak juga berpotensi meningkatkan beban subsidi energi dan mempersempit ruang fiskal pemerintah.

Karena itu, menurut Rizal, upaya stabilisasi rupiah tidak cukup hanya mengandalkan intervensi Bank Indonesia (BI).

Pemerintah juga perlu memperkuat kredibilitas fiskal, menjaga konsistensi kebijakan, memperbaiki tata kelola pasar keuangan, serta meningkatkan pasokan devisa.

“Tanpa pembenahan fundamental yang konkret, tekanan rupiah berisiko semakin membebani masyarakat sekaligus melemahkan prospek pertumbuhan ekonomi nasional,” tuturnya.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260929084746-19-771640/video-jaga-stabilitas-rupiah-bi-optimalkan-bauran-kebijakan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/771640?comscore=off”,”time”:104,”title”:”Video: Jaga Stabilitas Rupiah, BI Optimalkan Bauran Kebijakan”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/29/pentingnya-jaga-stabilitas-rupiah-bi-bauran-kebijakan-dioptimalkan-1790650563477_169.png”}]’); Next Article Kenapa Dolar AS Terus Menguat?

Tekanan terhadap mata uang Garuda diperkirakan masih berlanjut, bahkan berisiko membawa rupiah ke kisaran Rp18.800-Rp18.900 per dolar AS jika gejolak global memburuk dan arus modal asing semakin tertekan.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai rupiah masih berpotensi bergerak fluktuatif melalui kecenderungan melemah dalam jangka pendek.

Sebaliknya, jika tekanan global mereda dan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia membaik, rupiah berpeluang menguat ke kisaran Rp17.700-Rp17.950 per dolar AS.

Di sisi lain, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M.

Depresiasi nilai tukar dapat meningkatkan biaya impor energi, pangan, dan bahan baku industri.

Ketergantungan Indonesia terhadap impor membuat pelemahan rupiah berisiko menaikkan biaya produksi.

Rupiah Bisa Tembus Rp21.000 per Dolar AS

Selain itu, konflik di Timur Tengah yang menjaga harga minyak di atas US$115 per barel, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta ketidakpastian terkait Morgan Stanley Capital International (MSCI) masih membayangi pergerakan rupiah.

“Hingga akhir 2026, saya memperkirakan rupiah berada pada kisaran Rp17.950-Rp18.450 per dolar AS, melalui kecenderungan masih bergerak di sekitar Rp18.000,” kata Josua kepada CNBC Indonesia.

Josua memperingatkan, tekanan terhadap rupiah bisa semakin besar apabila The Fed kembali menaikkan suku bunga, konflik geopolitik memburuk, dan arus modal asing semakin tertekan.

Baca: Drama MSCI Belum Berlalu, Besok Ada Pengumuman Penting Buat Warga RI

Dalam skenario tersebut, rupiah berisiko melemah menuju kisaran Rp18.500-Rp18.800 per dolar AS.

Rupiah Makin Tertekan, Ekonom Ungkap Skenario Dolar Tembus Rp18.800 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 780650, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261029161212-17-780650/rupiah-makin-tertekan-ekonom-ungkap-skenario-dolar-tembus-rp18800’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia 29 October 2026 17:10 Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah diΒ Dolar Asia Money Changer, Jakarta, Rabu (8/7/2026).Β (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah kian tertekan hingga mendekati level Rp18.200 per dolar Amerika Serikat (AS) dalam dua hari terakhir.

Jika kenaikan biaya tersebut diteruskan kepada konsumen, harga barang dan jasa pun berpotensi meningkat.

Kondisi ini dapat menambah tekanan inflasi, menggerus daya beli, dan menurunkan pendapatan riil masyarakat.

Rizal Taufikurahman menilai pelemahan rupiah mencerminkan semakin besarnya tekanan terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Menurut Rizal, penguatan dolar AS, ketidakpastian arah kebijakan moneter The Fed, dan meningkatnya risiko geopolitik menjadi faktor eksternal utama yang menekan rupiah.

Namun, tekanan tersebut juga diperburuk oleh sentimen negatif terkait MSCI, arus keluar modal asing, serta meningkatnya persepsi risiko investasi di Indonesia.

“Artinya, pelemahan rupiah tidak bisa terus-menerus dianggap sebagai dampak faktor global, tetapi juga harus menjadi evaluasi terhadap kredibilitas kebijakan dan kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (29/10/2026).

Rizal menilai pelemahan rupiah berpotensi berdampak langsung terhadap masyarakat.

Analisis mendalam tentang Rupiah Makin Tertekan, Ekonom Ungkap Skenario Dolar Tembus Rp18.800 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *