IHSG Sesi I Dibuka Melemah 0,16% ke Level 6.364

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Sesi I Dibuka Melemah 0,16% ke Level 6.364 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Ketika yield naik, biaya kredit perumahan, pinjaman kendaraan, hingga pembiayaan bisnis ikut terdorong lebih tinggi.

Lonjakan yield terjadi setelah data S&P Global menunjukkan aktivitas bisnis AS pada September tumbuh melalui laju tercepat sejak Juli 2021.

Suku bunga Deposit Facility juga tetap sebesar 4,75% dan Lending Facility sebesar 6,50%.

“Rapat Dewan Gubernur BI pada 22-23 September 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75%,” kata Gubernur BI Destry Damayanti dalam konferensi pers, Rabu (23/9/2026).

Keputusan tersebut sesuai melalui hasil polling CNBC Indonesia terhadap 11 institusi dan lembaga.

Faktor penyebabnya adalah bisa memicu kenaikan imbal hasil SBN dan beban utang pemerintah.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260917104902-19-768650/video-harga-minyak-inflasi-as-melonjak-suku-bunga-the-fed-naik”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/768650?comscore=off”,”time”:566,”title”:”Video: Harga Minyak & Inflasi AS Melonjak, Suku Bunga The Fed Naik”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/17/perang-bikin-harga-minyak-naik-inflasi-as-melonjak-suku-bunga-the-fed-naik-1789618531050_169.png”}]’); Next Article IHSG Hari Ini Parkir di Zona Hiijau, Naik 1,5% ke 6.374 yang mengakibatkan Angka tersebut merupakan level intraday tertinggi sejak 2007 dan level penutupan tertinggi sejak 2004.

Adapun yield Treasury 2 tahun, yang sensitif terhadap ekspektasi kebijakan The Fed, naik sekitar 16 basis poin hingga mencapai 4,9%, tertinggi sejak 2024.

Yield Treasury 5 tahun juga menembus 5% untuk pertama kalinya sejak 2007 setelah lelang obligasi rutin pada Rabu.

Kenaikan imbal hasil ini menjadi kabar buruk bagi Indonesia

Lonjakan terjadi setelah data ekonomi menunjukkan aktivitas bisnis yang kuat sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi.

Yield Treasury 10 tahun melonjak 15 basis poin menjadi 5,11%, level tertinggi sejak 2007.

Indeks diketahui bergerak pada rentang terendah 6.343 dan tertinggi 6.363 pada awal perdagangan pagi ini.

Sebanyak 232 saham menguat, 90 saham melemah, dan 312 saham stagnan.

Faktor penyebabnya adalah menjadi acuan biaya pinjaman di berbagai sektor ekonomi. yang mengakibatkan Yield bahkan sempat menyentuh 5,14% dalam perdagangan.

Kenaikan yield Treasury 10 tahun penting

(CNBC Indonesia/Tri Susilo) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis (24/9/2026), setelah melesat signifikan pada sesi perdagangan kemarin.

Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG pada pembukaan perdagangan turun 9,93 poin atau 0,16% ke level 6.364,97.

Lonjakan imbal hasil US Treasury serta indeks dolar juga bisa menjadi “badai” baru bagi IHSG.

Dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 September 2026 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 5,75%.

IHSG Sesi I Dibuka Melemah 0,16% ke Level 6.364 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 770446, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260924084851-17-770446/ihsg-sesi-i-dibuka-melemah-016-ke-level-6364’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi,  CNBC Indonesia 24 September 2026 09:05 Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026).

BI Rate kemudian kembali dinaikkan menjadi 5,50% pada 9 Juni dan mencapai 5,75% pada 18 Juni 2026.

Sementara itu dari global, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) tenor 10 tahun melonjak pada perdagangan Rabu (23/9/2026), menembus level tertinggi dalam hampir dua dekade.

Faktor penyebabnya adalah perekonomian AS masih menunjukkan kekuatan..

Yield Treasury 30 tahun melonjak 11 basis poin menjadi 5,4%, level tertinggi tahun ini. yang mengakibatkan Di saat yang sama, biaya input melonjak akibat kenaikan harga energi.

Data tersebut memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga demi meredam inflasi, terutama

Sebanyak delapan responden memperkirakan BI Rate tetap sebesar 5,75%, sementara tiga lainnya memproyeksikan kenaikan 25 basis poin menjadi 6,00%.

Dengan keputusan tersebut, BI telah menahan suku bunga dalam tiga pertemuan berturut-turut sejak Juli 2026.

Nilai transaksi mencapai sekitar Rp 161,71 miliar, melalui volume perdagangan 302,59 juta saham yang berpindah tangan 27.965 kali.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Baca: NexAI (MGLV) Kantongi Kredit BNI Rp10,75 T untuk Ekspansi Data Center

Memasuki perdagangan Kamis (24/9/2026), pasar keuangan Tanah Air masih akan mencermati respons pasar setelah Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuannya.

Selain itu, perhatian juga tertuju pada aturan baru perdagangan saham dan rilis data uang beredar.

Sementara dari luar negeri, kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Amerika Serikat (AS) akan menjadi perhatian.

Beberapa menit setelah pasar buka IHSG melemah lebih dalam hingga 0,47%.

BI Rate bertahan di level 5,75% setelah sebelumnya dinaikkan secara kumulatif sebesar 100 basis poin sepanjang Mei-Juni.

BI menaikkan suku bunga dari 4,75% menjadi 5,25% pada 20 Mei 2026.

Analisis mendalam tentang IHSG Sesi I Dibuka Melemah 0,16% ke Level 6.364 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *