Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Krisis 1997 Bakal Terjadi? Bank Raksasa Beri Warning-Sebut 3 Ciri Sama yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Hal ini ia beberkan dalam sebuah catatan tertanggal 31 Agustus lalu.
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Baca: Breaking News!
Hal tersebut terjadi di tengah gejolak pasar, yang ditandai melalui runtuhnya nilai mata uang, pelarian modal, dan kegagalan perbankan.
Bahkan, kepala ekonom bank raksasa HSBC, Frederick Neumann, mengatakan kemiripan antara situasi sekarang dengan periode tepat sebelum krisis 1997 terjadi sudah terlihat.
Jika dikaitkan melalui saat ini, Neumann memperlihatkan bagaimu alonjakan AI memicu optimisme serupa.
Baca: Prancis di Ujung Krisis: Utang Bengkak-Sebut Kondisi 2008
Ada Perbedaan?
Meski demikian, masih merujuk laman yang sama, Neumann berpendapat bahwa perbedaan antara tahun 1997 dan 2026 lebih besar daripada persamaannya.
Pasar kini sedang mempertimbangkan kemungkinan adanya intervensi lanjutan.
Ketiga, menjelang krisis tahun 1997, pasar juga diliputi optimisme terhadap teknologi seiring melalui munculnya internet.
Kala itu, imbal hasil obligasi acuan AS tenor 10 tahun naik dari 5% pada Oktober 1993 menjadi sekitar 8% pada November 1994.
Baca: Fenomena Baru di Jepang, Budaya Gila Kerja ‘Bangkit dari Kubur’
Pada April 1997, imbal hasil berada di kisaran 7%, atau sekitar 200 basis poin lebih tinggi dibandingkan posisinya empat tahun sebelumnya.
Yang paling signifikan, ujarnya, sebagian besar ekonomi Asia merupakan importir modal pada tahun 1990-an, yang artinya mereka menerima lebih banyak investasi dari luar negeri dibandingkan investasi yang mereka tanamkan di luar negeri, serta memiliki tingkat tabungan yang tidak memadai untuk memenuhi komitmen pengeluaran mereka.
“Meningkatnya biaya pendanaan dalam US$ dan yen yang tidak stabil- yang membuat investor cemas- menjadi katalis utama tekanan di kawasan ini,” kata Neumann.
Sementara saat ini, ekonomi Asia merupakan eksportir modal.
Dengan demikian, tingginya biaya pendanaan AS dan melemahnya yen bukanlah faktor penekan utama.
Akan tetapi, ini tidak berarti kawasan akan terbebas dari dampak negatif.
Bank Raksasa Beri Warning-Sebut 3 Ciri Sama Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 764194, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260902063823-17-764194/krisis-1997-bakal-terjadi-bank-raksasa-beri-warning-sebut-3-ciri-sama’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); sef, CNBC Indonesia 02 September 2026 08:25 Foto: Ilustrasi (REUTERS/Dado Ruvic) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Krisis keuangan Asia tahun 1997 yang berujung resesiΒ ekonomi di seluruh kawasan, menjadi momok tersendiri saat ini.
Iran Rudal Marinir AS di Yordania, Buntut Bom Kawinan
3 Ciri-Ciri yang Sama
Mengutip CNBC International, Rabu (2/9/2028), ada beberapa aspek yang disoroti Neumann.
Pemerintah akan “setidaknya melipatgandakan” ukuran maksimum operasi pembelian kembali tersebut, dari US$2 miliar (sekitar Rp 35,49 triliun/ Rp 17.746 per US$) menjadi “setidaknya” US$4 miliar (Rp 70,98 triliun).
Kedua, kemiripan lain terlihat pada pergerakan nilai tukar yen Jepang belakangan.
Pada April 1995, yen diperdagangkan pada titik terendah siklus di level 80 terhadap dolar AS, sementara pada April 1997, nilainya telah melemah ke level 130, terdepresiasi sekitar 55%.
Saat ini, yen telah melemah sebesar 57% dari titik terendah sekitar 103 pada Januari 2021 ke titik tertinggi 163 pada bulan Juli, sebelum intervensi gabungan yang jarang terjadi dari Washington dan Tokyo memperkuat mata uang tersebut ke level saat ini di kisaran 160.
Masalah paling relevan bagi Asia, tegas Neumann lagi, adalah ketergantungannya pada lonjakan perangkat keras AI di AS, yang menjadi penggerak bagi banyak ekonomi di kawasan ini.
“Ekspor barang elektronik yang terkait melalui lonjakan AI telah menopang pertumbuhan di Korea Selatan (Korsel), Jepang, Taiwan, dan Singapura,” catatnya.
“Alih-alih kerentanan finansial seperti pada tahun 1990-an, Asia kini menghadapi kerentanan permintaan,” ujar Neumann.
“Jika kenaikan imbal hasil obligasi dan biaya pendanaan AS menghambat lonjakan perangkat keras AI, atau jika yen mengguncang pasar pendanaan global, permintaan terhadap produk-produk kawasan ini bisa merosot dan pertumbuhan ekonomi akan melambat drastis,” katanya memperingatkan lagi.
Baca: Gubernur Bank Sentral Ini Warning Dunia, “Petaka Baru” Keuangan Global (sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260831153203-19-763711/video-manfaat-ai-jadi-solusi-keuangan-nasabah-perkuat-bisnis-asuransi”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/763711?comscore=off”,”time”:863,”title”:”Video: Manfaat AI Jadi Solusi Keuangan Nasabah-Perkuat Bisnis Asuransi”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/31/langkah-sun-life-perkuat-ketahanan-finansial-dorong-pertumbuhan-di-tengah-tekanan-pasar-1788166207010_169.png”}]’); Next Article Ramai Isu Tarik Dana dari RI, Ini Penjelasan Bank-Bank Asing
Perlu diketahui, hingga Selasa pagi, imbal hasil obligasi Treasury tenor 10 tahun telah naik dari titik terendah 0,5% pada Agustus 2020 menjadi sekitar 4,79%.
“Memang, proses itu memakan waktu enam tahun,” ujarnya.
“Namun tahun ini saja, imbal hasil telah melonjak sekitar 80 basis poin dari angka 3,9% pada bulan Februari,” tegasnya.
Baca: Eks Menkeu Ditangkap Korupsi, Pakai Uang Negara Bayar Pegawai Pribadi
Sebagai informasi, Departemen Keuangan AS mengumumkan akan menargetkan segmen pasar obligasi tenor 10 hingga 30 tahun untuk operasi pembelian kembali (buyback).
Pertama, tingginya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury).
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Hal ini, katanya, menjadi kemiripan yang paling utama melalui detik-detik sebelum krisis 1997.
Analisis mendalam tentang Krisis 1997 Bakal Terjadi? Bank Raksasa Beri Warning-Sebut 3 Ciri Sama akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
