Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Top Bukan RI, India Jadi Pasar Saham yang Paling Tak Disukai di Asia yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Pertumbuhan tersebut jauh di atas perkiraan Motilal Oswal Financial Services yang sebesar 10%.
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Sikap pesimistis tersebut terutama dipicu oleh minimnya eksposur yang jelas terhadap sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Baca: Geger Bos Properti Bangkrut, Harta Hilang Rp 770 T-Dibui Seumur Hidup
Selain persoalan AI, pertumbuhan ekonomi yang melemah menjadi risiko terbesar berikutnya yang dikhawatirkan investor.
Laba perusahaan yang tergabung dalam indeks acuan NSE Nifty 50 melonjak 18% dibandingkan tahun sebelumnya pada periode tiga bulan terakhir.
Internasional Top Bukan RI, India Jadi Pasar Saham yang Paling Tak Disukai di Asia Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 761128, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260821072103-17-761128/top-bukan-ri-india-jadi-pasar-saham-yang-paling-tak-disukai-di-asia’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); sef, CNBC Indonesia 21 August 2026 08:05 Foto: Pasar saham India (REUTERS/DANISH SIDDIQUI) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – India kini menjadi pasar sahamΒ yang paling tidak disukai investor di Asia.
Faktor penyebabnya adalah sejumlah risiko makroekonomi dan valuasi yang tinggi. yang mengakibatkan Kondisi ini terjadi meskipun prospek laba perusahaan mulai membaik.
Investor masih berhati-hati terhadap pasar India
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah melonjak lebih dari 20% dari level terendah pada Juni.
Penguatan tersebut terjadi setelah berbagai langkah Bank Indonesia (BI) untuk menstabilkan nilai tukar rupiah serta meredanya kekhawatiran bahwa Indonesia akan diturunkan statusnya menjadi pasar frontier oleh MSCI.
Kurangnya reformasi serta valuasi saham India yang dinilai masih tinggi juga menjadi alasan investor bersikap hati-hati terhadap pasar saham terbesar keempat di Asia tersebut.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Perlu diketahui, survei BofA melibatkan 98 responden melalui total aset yang dikelola mencapai US$272 miliar (sekitar Rp4.624 triliun).
Namun, perbaikan kinerja laba belum cukup untuk menghapus kekhawatiran investor.
India sebelumnya juga pernah menjadi pasar saham yang paling tidak disukai dalam survei BofA pada Mei.
Jika ditarik ke Asia, Taiwan dan Jepang masih menjadi kawasan yang paling disukai investor dalam survei tersebut.
(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260803150821-19-756133/video-profit-taking-di-awal-agustus-ihsg-longsor-ke-zona-merah”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/756133?comscore=off”,”time”:363,”title”:”Video: Profit Taking di Awal Agustus, IHSG Longsor ke Zona Merah”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/03/profit-taking-di-awal-agustus-ihsg-longsor-ke-zona-merah-1785746110421_169.png”}]’); Next Article Potret IHSG Mendadak Ambruk!
Hal ini merujuk ke survei yang dilakukan Bank of America (BofA) terhadap para pengelola dana.
Mengutip NDTVΒ yang merujuk Bloomberg, Jumat (21/8/2026), hasil survei menunjukkan 32% responden secara neto berada dalam posisi underweight terhadap saham India.
Trump Terapkan Sanksi Terkeras Sejarah ke Teheran
Hasil survei BofA sejalan melalui pelemahan saham India dalam beberapa waktu terakhir.
Pengumpulan data dilakukan pada 7-13 Agustus 2026.
Pilihan Redaksi
- Geger Mantan Wapres Terjerat Kasus Narkoba, Ditangkap di Bandara
- Israel Dihantam “Tsunami” Baru, Negara Bisa Terguncang Hebat
- Penerimaan Negara Naik, Presiden Mau Bagi Rp5,5 Juta ke Setiap Warga
- AS Iran Panas Lagi!
Meski demikian, pada kuartal berjalan, dana global sebenarnya telah membeli lebih dari US$4 miliar (sekitar Rp68 triliun) saham domestik India, menjadi yang terbesar di antara pasar negara berkembang regional, setelah terjadi arus keluar dana dalam jumlah besar pada paruh pertama tahun ini.
Kinerja fundamental perusahaan juga menunjukkan perbaikan.
Saat itu, pertumbuhan ekonomi India mendapat tekanan akibat kenaikan biaya energi setelah perang AS-Iran mendorong harga minyak mentah global melonjak.Β Kini, belum adanya tanda-tanda penyelesaian konflik membuat harga energi kembali naik dan menekan sentimen investor terhadap saham India.
Indonesia Justru Mulai Dilirik Investor
Berbeda melalui India, sentimen investor terhadap Indonesia justru membaik.
Sebanyak 27% pengelola dana secara neto masih berada dalam posisi underweight terhadap pasar saham Indonesia, turun dari 32% pada Juli.
Perubahan tersebut sejalan melalui kinerja positif pasar saham Indonesia.
Analisis mendalam tentang Top Bukan RI, India Jadi Pasar Saham yang Paling Tak Disukai di Asia akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
