Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Ada Transaksi Nego Rp1,3 Triliun di Saham DSSA yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Nilainya mencapai Rp 1,3 triliun yang dilakukan dalam tiga kali transaksi.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Mengacu data perdagangan Stockbit, sebanyak 13,3 juta lot atau setara 1,33 miliar saham DSSA berpindah tangan di pasar nego melalui harga rata-rata Rp 974 per saham.
Total nilainya mencapai Rp 1.297,2 miliar atau Rp 1,3 triliun.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Breaking, IHSG Merosot 1% Lebih Terseret Kinerja Saham Ini
Harga tersebut berada di bawah harga penutupan DSSA di pasar reguler pada hari yang sama, yakni Rp 985 per saham.
Karena itu, transaksi ini tidak memengaruhi pembentukan harga penutupan saham di pasar reguler.
Sehari berselang, saham DSSA justru tertekan.
Pengalihan dilakukan melalui mekanisme penjualan di bursa, dimulai 10 Agustus 2026 hingga seluruh prosesnya rampung.
Dalam aksi korporasi tersebut, DSSA menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai anggota bursa yang bertugas melaksanakan proses pengalihan saham.
Sementara di sisi pembeli (buyer), transaksi terbagi antara PT RHB Sekuritas Indonesia (DR) senilai Rp 677,62 miliar dan Sinarmas Sekuritas (DH) sebesar Rp 619,12 miliar.
Transaksi ini terjadi bertepatan melalui jadwal pelaksanaan aksi korporasi DSSA.
Artinya, transaksi nego jumbo itu dieksekusi melalui diskon sekitar 1,12% dari harga pasar.
Masih belum diketahui pasti siapa pihak yang melakukan transaksi jumbo tersebut. Namun mengutip data distribusi broker di pasar nego, transaksi tersebut difasilitasi oleh broker dari internal grup.
Di sisi penjual (seller), seluruh transaksi senilai Rp 1,30 triliun dieksekusi oleh PT Sinarmas Sekuritas (DH).
Ada Transaksi Nego Rp1,3 Triliun di Saham DSSA Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 758160, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260811093013-17-758160/ada-transaksi-nego-rp13-triliun-di-saham-dssa’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi, CNBC Indonesia 11 August 2026 09:40 Foto: Dok DSSA //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Saham emiten Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), mencatatkan transaksi jumbo di pasar negosiasi pada perdagangan Senin (10/8/2026).
Di seluruh pasar, investor asing membukukan beli bersih (net buy) sebesar Rp 1,40 triliun, melalui nilai pembelian asing (foreign buy) mencapai Rp 1,66 triliun berbanding penjualan asing (foreign sell) Rp 258,66 miliar.
Namun, mayoritas aliran masuk itu bukan berasal dari pasar reguler.
Adapun harga pengalihan mengacu pada ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen DSSA mengenai transaksi di pasar negosiasi tersebut.
Aliran dana asing juga tercatat deras masuk ke saham DSSA pada perdagangan Senin.
DSSA sempat anjlok hingga menyentuh level terendah Rp 935 per saham atau melemah 5,08% dari penutupan sebelumnya di Rp 985 per saham, sebelum bergerak fluktuatif di kisaran Rp 940-Rp 960 pada awal sesi.
Sepanjang tahun ini, DSSA menjadi salah satu saham melalui pergerakan paling fluktuatif di bursa, seiring transformasi bisnis perseroan dari ketergantungan pada batu bara menuju ekosistem energi baru terbarukan (EBT) dan infrastruktur digital, termasuk pengembangan pusat data (data center) dan layanan internet.
(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260728131151-19-754396/video-bni-siap-buyback-saham-rp627-miliar”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/754396?comscore=off”,”time”:72,”title”:”Video: BNI Siap Buyback Saham Rp627 Miliar”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/29/bni-siap-buyback-saham-rp627-miliar-1785286014938_169.png”}]’); Next Article DSSA Alihkan hingga 9,63 Miliar Saham Treasuri per 10 Agustus 2026
Net buy asing di pasar tunai & negosiasi tercatat Rp 1,30 triliun, sementara di pasar reguler hanya Rp 105,34 miliar.
Sebagai catatan, transaksi di pasar negosiasi dilakukan berdasarkan kesepakatan harga langsung antara penjual dan pembeli di luar mekanisme lelang berkelanjutan pasar reguler.
Pada perdagangan Selasa (11/8/2026), DSSA sempat dibuka menguat di level Rp 990 per saham dan menyentuh posisi tertinggi Rp 995.
Namun tekanan jual melalui cepat menyeret harga saham ke zona merah.
Sebelumnya, manajemen mengumumkan rencana pengalihan saham hasil pembelian kembali (buyback) sebanyak-banyaknya 9.631.904.000 lembar saham atau setara 5% dari seluruh saham yang diterbitkan dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Analisis mendalam tentang Ada Transaksi Nego Rp1,3 Triliun di Saham DSSA akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
