Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Purbaya Buka-bukaan Soal Kemenkeu Ambil Alih Saham 60% Whoosh yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Namun, Purbaya menegaskan konsorsium ini tidak akan dibubarkan, melainkan diambil alih oleh SMV Kemenkeu.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
“Enggak (dibubarkan), konsorsiumnya ada yang dikasihkan saham punya dia ke saya,” kata Purbaya.
Sayangnya, Purbaya tidak mengatakan apa SMV yang akan mengelola saham KCIC tersebut.
“Dialihkan ke Kemenkeu, semuanya dikelola oleh saya, KCIC itu.
Menkeu menyampaikan bahwa proses tersebut ditargetkan dapat diselesaikan pada pertengahan September 2026 melalui koordinasi yang intensif melalui seluruh pemangku kepentingan.
Dengan ketetapan ini, maka Kementerian Keuangan akan mengambil alih saham konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) di KCIC.
Tapi nanti akan kita pakai salah satu tangan Special Mission Vehicle (SMV) fiskal kita untuk mengelola itu.
Kita kan punya banyak juga, ada SMI, ada yang lain-lain.
Dampak dari hal tersebut adalah transformasi BUMN dapat berlangsung lebih efektif dan efisien. akibat
Kebijakan tersebut diharapkan memberikan kepastian bagi proses restrukturisasi
Skema Ambil Alih Saham
Setelah pertemuan melalui Danantara, Purbaya memastikan utang Whoosh akan sepenuhnya diambil alih oleh pemerintah.
Mudah-mudahan pertengahan September proses pengalihan pengelolaan KCJB sudah selesai,” ujar Menkeu kepada awak media usai pertemuan, dikutip Kamis (6/8/2026).
Menkeu menjelaskan bahwa pengelolaan KCJB nantinya akan dilakukan melalui salah satu special mission vehicle (SMV) di bawah koordinasi Kementerian Keuangan.
Jadi enggak langsung jadi tanggung jawab APBN,” ucap Purbaya.
Purbaya pun menegaskan pemegang saham KCIC tidak berubah, yakni sekitar 60% saham dimiliki konsorsium Indonesia dan 40% dimiliki konsorsium China.
“60% ke kita, sekitar 40%.
Purbaya Buka-bukaan Soal Kemenkeu Ambil Alih Saham 60% Whoosh Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 757041, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260806110743-17-757041/purbaya-buka-bukaan-soal-kemenkeu-ambil-alih-saham-60-whoosh’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Robertus Andrianto, CNBC Indonesia 06 August 2026 11:11 Foto: Kereta Cepat Whoosh.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Dalam pertemuan tersebut, Menkeu menegaskan pentingnya sinergi antara Kementerian Keuangan dan BP BUMN untuk memastikan proses transformasi BUMN berjalan lebih cepat, memberikan kepastian pelaksanaan kebijakan, serta tetap menjaga prinsip tata kelola yang baik dan keberlanjutan fiskal.
Baca: Purbaya Tegaskan Kemenkeu Ambil Alih Seluruh Saham BUMN di Whoosh
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah percepatan penyelesaian pengalihan pengelolaan KCJB kepada Kementerian Keuangan.
Skema tersebut disiapkan agar pengelolaan proyek tetap berjalan secara berkelanjutan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara langsung.
Adapun, konsorsium ini terdiri dari PTPN III, PT KAI dan WIKA (Persero).
Baca: Purbaya Tunda Pajak Toko Online hingga Ambil Alih Utang Kereta Cepat
Selain membahas KCJB, pertemuan juga menghasilkan kesepahaman untuk mempercepat penyelesaian penyempurnaan regulasi perpajakan guna mendukung proses konsolidasi dan transformasi BUMN.
Sepertinya mereka masih mau melanjutkan proyek ini,” ujarnya.
Sayangnya, Purbaya tidak menjabarkan lebih lanjut skema pembiayaan utang setelah diambil alih oleh SMV kelak.
Dia hanya memastikan utang Whoosh ini tidak akan membebani APBN.
(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260526144409-19-738152/videoharga-batu-bara-ambruk-bumn-khusus-ekspor-ri-jadi-sorotan-dunia”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/738152?comscore=off”,”time”:574,”title”:”Video:Harga Batu Bara Ambruk, BUMN Khusus Ekspor RI Jadi Sorotan Dunia”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/27/kredit-bank-dalam-negeri-mahal-pengusaha-kapal-niaga-mengeluh-1779861945871_169.png”}]’); Next Article Purbaya Pastikan Porsi APBN di Cicilan Utang Whoosh Minim
KCIC) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa telah bertemu melalui Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, kemarin (5/8/2025).
Pertemuan tersebut membahas percepatan penyelesaian berbagai isu strategis sektor BUMN, mulai dari penyempurnaan regulasi perpajakan, pengelolaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh, hingga dukungan terhadap berbagai program strategis pemerintah.
Analisis mendalam tentang Purbaya Buka-bukaan Soal Kemenkeu Ambil Alih Saham 60% Whoosh akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
