Harga Minyak Naik ke US$80, Pasar Khawatir Gangguan Pasokan

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Harga Minyak Naik ke US$80, Pasar Khawatir Gangguan Pasokan yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Namun, ia tetap mengancam akan mengambil tindakan keras apabila kesepakatan gagal tercapai.

Di sisi lain, Iran membantah adanya perundingan damai.

Kebijakan tersebut berpotensi menambah pasokan produk olahan minyak ke pasar internasional dan menjadi salah satu faktor yang terus dipantau investor.

CNBCΒ Indonesia Research

(emb/emb) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260729103910-19-754672/video-timur-tengah-memanas-harga-minyak-melonjak-4-ke-usd-83-barel”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/754672?comscore=off”,”time”:300,”title”:”Video: Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Melonjak 4% ke USD 83/barel”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/29/timur-tengah-memanas-harga-minyak-melonjak-4-sentuh-usd-83-per-barel-1785296924438_169.png”}]’); Next Article Harga Minyak Naik Tipis, Pasar Tunggu Stok AS & Arah Negosiasi

Caspian Pipeline Consortium (CPC), jalur ekspor utama minyak Kazakhstan, beberapa kali menghentikan operasinya sepanjang pekan ini akibat persoalan keselamatan dan keterbatasan kapal tanker.

Sementara itu, China melonggarkan pembatasan ekspor bahan bakar pada Agustus.

Presiden AS Donald Trump mengungkapkan telah berlangsung negosiasi sepanjang hari melalui Iran dan menyebut pembicaraan tersebut berlangsung positif.

Hasil ini berlawanan melalui ekspektasi analis yang memperkirakan penurunan sekitar 1,5 juta barel.

Kenaikan persediaan terjadi seiring berkurangnya aktivitas pengolahan kilang serta meningkatnya impor minyak mentah.

Sepanjang sepekan terakhir, pergerakan harga masih sangat dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Fokus utama pasar tertuju pada Selat Hormuz, jalur pelayaran yang sebelum pecahnya perang pada akhir Februari dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.

Energy Information Administration (EIA) melaporkan stok minyak mentah naik 2,5 juta barel menjadi 407 juta barel pada pekan lalu.

Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,69% menjadi US$75,74 per barel dari US$75,22 per barel.

//

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Kenaikan ini terjadi setelah Brent sempat ditutup di bawah US$80 per barel pada Rabu untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juli.

Harga Minyak Naik ke US$80, Pasar Khawatir Gangguan Pasokan Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 756982, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260806085301-17-756982/harga-minyak-naik-ke-us-80-pasar-khawatir-gangguan-pasokan’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia 06 August 2026 09:25 Foto: REUTERS/Liz Hampton //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia bergerak sedikit menguat pada perdagangan Kamis (6/8/2026) pagi waktu Indonesia setelah sehari sebelumnya pasar mencerna perkembangan terbaru konflik di Timur Tengah, kenaikan stok minyak mentah Amerika Serikat (AS), serta gangguan pasokan dari sejumlah jalur ekspor utama.

Merujuk data Refinitiv, pada Kamis (6/8/2026) pukul 08.45 WIB, harga minyak Brent berada di US$80,09 per barel, naik 0,81% dibanding penutupan sebelumnya di US$79,45 per barel.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan Teheran dan Oman telah mencapai kesepahaman mengenai pengelolaan Selat Hormuz, sementara pengumuman bersama masih dalam tahap finalisasi.

Harapan bahwa lalu lintas kapal di Selat Hormuz dapat kembali normal sempat menekan harga minyak pada perdagangan sebelumnya.

Pada saat yang sama, serangan terhadap kapal, pelabuhan, dan terminal ekspor di kawasan Laut Hitam masih mengganggu distribusi komoditas.

Pasokan dari Kazakhstan turut menghadapi hambatan.

Dampak dari hal tersebut adalah sempat membebani harga minyak AS.

Di tengah sentimen tersebut, risiko gangguan pasokan global masih belum sepenuhnya hilang. akibat Stok di Cushing, Oklahoma, yang menjadi titik penyerahan kontrak WTI, juga bertambah lebih besar dari perkiraan pasar

Faktor penyebabnya adalah proses negosiasi dinilai belum memberikan kepastian mengenai mekanisme pengelolaan jalur strategis tersebut.

Dari sisi fundamental, pasar turut merespons data persediaan minyak AS. yang mengakibatkan Pelaku pasar masih berhati-hati

Kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah menyerang kapal tanker minyak Arab Saudi di dekat pelabuhan ekspor Yanbu.

Analisis mendalam tentang Harga Minyak Naik ke US$80, Pasar Khawatir Gangguan Pasokan akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *