Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Jababeka (KIJA) Cetak Rugi Rp6,44 Miliar di Semester I-2026 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
(CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesiaย โ PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.
๐ Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021).
Penurunan laba operasional terutama disebabkan lebih rendahnya pengakuan pendapatan penjualan lahan industri akibat perbedaan waktu pengakuan pendapatan di Kendal.
Meski profitabilitas melemah, arus kas operasional perusahaan masih positif.
Hingga akhir Juni 2026, KIJA mencatat arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp300,26 miliar, meskipun turun dibandingkan Rp1,18 triliun pada semester I-2025.
Jababeka (KIJA) Cetak Rugi Rp6,44 Miliar di Semester I-2026 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 755843, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260802214839-17-755843/jababeka–kija–cetak-rugi-rp644-miliar-di-semester-i-2026’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh, CNBC Indonesia 03 August 2026 07:30 Foto: Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).
Alhasil, rugi per saham dasar tercatat sebesar Rp8,64, berbalik dari laba per saham Rp15,13 pada periode yang sama tahun lalu.
Baca:Lalu Lintas Tol BSD dan Makassar Tambah Ramai, Operator Ini Cuan
Manajemenย menjelaskan bahwaย rugi bersih tersebut terutama disebabkan oleh beban non-operasional yang bersifat satu kali (one-off) terkait refinancing Senior Notes menjadi pinjaman bank.
Beban tersebut meliputi rugi selisih kurs, biaya penghentian instrumen lindung nilai (hedging), serta percepatan amortisasi Senior Notes yang jatuh tempo pada 2027.
Di luar dampak refinancing tersebut, Jababeka masih mencatat laba operasional sebesar Rp524 miliar pada semester I-2026, turun 36% dibandingkan Rp822,8 miliar pada semester I-2025.
Sementara itu, laba bruto ikut terkoreksi 24,7% menjadi Rp840,47 miliar dari sebelumnya Rp1,12 triliun.
Tekanan terbesar berasal dari pos beban lain-lain yang melonjak drastis menjadi Rp354,40 miliar, dibandingkan hanya Rp4,03 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan KIJA turun 10,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp2,44 triliun dari Rp2,73 triliun pada semester I-2025.
(KIJA) mengalami penurunan profitabilitas yang tajam pada semester I-2026.
Akibatnya, laba sebelum pajak anjlok hampir 94% menjadi Rp40,93 miliar dari Rp679,46 miliar.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Di sisi lain, rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp177,88 miliar.
Padahal, pada semester I-2025 perseroan masih membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp310,65 miliar.
Perseroan membukukan rugi bersih periode berjalan sebesar Rp6,44 miliar, berbalik dari laba Rp627,56 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Merosotnya kinerja tersebut terjadi seiring penurunan pendapatan dan lonjakan beban lain-lain.
Saldo kas dan setara kas juga masih mencapai Rp3,21 triliun.
Di neraca, total aset KIJA tercatat Rp14,91 triliun per akhir Juni 2026, sementara total ekuitas sebesar Rp7,77 triliun dan total liabilitas Rp7,15 triliun.
(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260731154715-19-755526/video-strategi-pengusaha-hotel-hadapi-ketidakpastian-bisnis-2026″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/755526?comscore=off”,”time”:421,”title”:”Video: Strategi Pengusaha Hotel Hadapi Ketidakpastian Bisnis 2026″,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/31/persaingan-ketat-bisnis-hotel-hadapi-ketidakpastian-pengusaha-punya-jurus-ini-1785493959454_169.png”}]’); Next Article Bukalapak Berbalik Rugi, Nilai Investasi Tergerus Rp1,75 Triliun
Analisis mendalam tentang Jababeka (KIJA) Cetak Rugi Rp6,44 Miliar di Semester I-2026 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
๐ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
๐ข Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
๐ Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
๐ข Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
โ ๏ธ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
