Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Cadangan Devisa Turun US$11 Miliar hingga Akhir Juni, BI Buka Suara yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Baca: Imbal Hasil Surat Utang RI Naik Imbas Konflik, Purbaya Buka Suara!
Faktor penyebabnya adalah cadangan devisa ini masih mencukupi untuk kebutuhan 5,4 kali impor. yang mengakibatkan Jadi angka US$ 145 miliar masih relatif aman,” kata Destry dalam konferensi pers KSSK, Senin (3/8/2026).
Adapun, Destry memastikan angka ini aman
Ini artinya cadangan devisa RI telah turun hingga mencapai US$ 11 miliar.
Sementara itu, batasan yang menjadi benchmark internasional adalah kecukupan cadangan devisa untuk 3 bulan impor dan pembayaran utang.
(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260727105407-19-754034/video-profil-destry-damayanti-yang-jabat-posisi-gubernur-bi-sementara”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/754034?comscore=off”,”time”:455,”title”:”Video: Profil Destry Damayanti Yang Jabat Posisi Gubernur BI Sementara”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/27/jabat-posisi-gubernur-bi-sementara-destry-pastikan-ikuti-aturan-undang-undang-1785125288897_169.png”}]’); Next Article Usai Ditinggal Perry, Destry Beberkan ‘Arah’ Dewan Gubernur BI
Faktor penyebabnya adalah pemerintah juga ada di BI. yang mengakibatkan
“Sekarang US$ 145 miliar jadi teman-teman bisa bayangkan itulah kurang lebih, termasuk itu untuk stabilitas dan pembayaran utang luar negeri, khususnya dari pemerintah
Cadangan Devisa Turun US$11 Miliar hingga Akhir Juni, BI Buka Suara Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 756163, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260803163158-17-756163/cadangan-devisa-turun-us-11-miliar-hingga-akhir-juni-bi-buka-suara’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia 03 August 2026 17:10 Foto: (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Pjs Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengakui bahwa turunnya posisi cadangan devisa Indonesia hingga mencapai US$ 145 miliar pada akhir Juni 2026 disebabkan oleh keperluan stabilitas nilai tukar rupiah dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Destry mengungkapkan posisi cadangan devisa ini turun dari posisi tertingginya, yakni US$ 156,5 miliar pada akhir Desember 2025.
Analisis mendalam tentang Cadangan Devisa Turun US$11 Miliar hingga Akhir Juni, BI Buka Suara akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
