Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Harga Minyak Tembus US$100 Lagi yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Harga Minyak Tembus US$100 Lagi Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 753430, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260724070613-17-753430/harga-minyak-tembus-us-100-lagi’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia 24 July 2026 08:15 Foto: Reuters
Jakarta, CNBC IndonesiaΒ β Harga minyak dunia kembali menembus level psikologis US$100 per barel untuk pertama kalinya dalam dua bulan terakhir.
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Lonjakan tersebut dipicu meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang kembali mengancam pasokan minyak global.
Harga minyak acuan Brent melonjak dari sekitar US$95 per barel pada perdagangan sebelumnya menjadi di atas US$100 per barel, Jumat (24/7/2026).
Situasi ini memunculkan kekhawatiran bahwa dua jalur perdagangan minyak paling strategis di dunia dapat mengalami gangguan secara bersamaan.
Pasar kini mulai memperhitungkan kemungkinan harga minyak kembali menuju kisaran US$120 per barel apabila konflik semakin meluas.
Investor mulai mengantisipasi bahwa kenaikan biaya energi dapat memperlambat penurunan inflasi dan memaksa bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Sentimen tersebut langsung menekan pasar keuangan global.
Dampak dari hal tersebut adalah mendorong kenaikan imbal hasil (yield) surat utang di sejumlah negara maju.
Analis pasar IG, Chris Beauchamp, mengatakan volatilitas pasar kembali meningkat seiring meningkatnya risiko konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
“Imbal hasil obligasi pemerintah terus meningkat, yang berpotensi menimbulkan tekanan bagi perekonomian negara-negara maju. akibat Bursa saham di Amerika Serikat dan Eropa kompak melemah, sementara investor juga melepas obligasi pemerintah
Pelaku pasarΒ khawatir gangguan terhadap dua jalur utama distribusi minyak dunia, yakni Laut Merah dan Selat Hormuz.
Mengutip Guardian, kenaikan harga minyak dipicu serangan kelompok Houthi yang bersekutu melalui Iran terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi, Encelia dan Layla, menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, serta drone.
Gangguan yang lebih besar terhadap pasokan berpotensi mendorong harga minyak semakin tinggi dan memperbesar risiko perlambatan ekonomi global akibat tekanan inflasi yang kembali meningkat.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260722120522-19-752858/video-harga-minyak-dekati-level-tertinggi–emas-bergerak-menguat”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/752858?comscore=off”,”time”:188,”title”:”Video: Harga Minyak Dekati Level Tertinggi – Emas Bergerak Menguat”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/22/harga-minyak-dekati-level-tertinggi-namun-emas-bergerak-menguat-1784697643472_169.png”}]’); Next Article Brent Tembus US$104, Pasar Cemas Konflik Timur Tengah Berlarut
Kekhawatiran tersebut mengingatkan pelaku pasar pada April lalu ketika harga minyak sempat melonjak hingga sekitar US$126 per barel akibat memanasnya konflik di kawasan Teluk.
Baca: Harga Emas Luluh Lantak!
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa meningkatnya eskalasi konflik membuat pasar tidak boleh lengah terhadap potensi gangguan pasokan.
Lonjakan harga minyak turut memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi global.
Hangus 2% dalam Sehari, Terbakar Harga Minyak
Setelah sempat turun ke bawah US$100 pada akhir Mei dan bahkan menyentuh kisaran US$71 per barel pada awal Juli seiring harapan tercapainya gencatan senjata, harga minyak kembali merangkak naik setelah kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran gagal berlanjut dan konflik kembali meningkat.
Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA), Fatih Birol, mengatakan pasar minyak sejauh ini masih terbantu oleh sejumlah faktor yang mampu meredam gejolak harga.
Faktor penyebabnya adalah kedua kapal tersebut dianggap melanggar blokade laut yang diberlakukan di kawasan Laut Merah.
Di saat yang sama, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz kembali meningkat. yang mengakibatkan Salah satu kapal dilaporkan terbakar akibat serangan tersebut.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Kelompok Houthi menyatakan serangan dilakukan
Faktor penyebabnya adalah risiko konflik berskala penuh kembali muncul,” ujarnya.
Pelaku pasar kini akan mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah, terutama keamanan jalur pelayaran di Laut Merah dan Selat Hormuz, mengingat keduanya merupakan rute penting bagi perdagangan minyak dunia. yang mengakibatkan Volatilitas melonjak dan pasar saham bergerak semakin dalam ke zona merah
Analisis mendalam tentang Harga Minyak Tembus US$100 Lagi akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
