Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Iran-AS Panas Lagi! Harga Minyak Melonjak 4,29%, Nyaris Tembus US$80 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Adapun WTI menguat sekitar 8,7% dibandingkan awal bulan yang berada di US$68,58 per barel.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Pasar kembali dikejutkan oleh meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah pada akhir pekan.
Analis menilai pelaku pasar masih memandang situasi terkini sebagai eskalasi dalam gencatan senjata yang rapuh, bukan keruntuhan total kesepakatan damai antara AS dan Iran.
Laporan bulanan International Energy Agency (IEA) yang dirilis Jumat lalu turut memberi gambaran kondisi pasokan global.
Dalam kurun kurang dari dua pekan, Brent sudah menguat sekitar 10,8% dari posisi awal Juli di US$71,57 per barel.
Ketegangan baru antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah memicu kekhawatiran pasar terhadap keamanan pasokan energi global, terutama melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia.
Berdasarkan data Refinitiv pada pukul 09.30 WIB, harga minyak Brent kontrak September (LCOc1) berada di US$79,27 per barel, melonjak 4,29% dibandingkan penutupan Jumat (10/7/2026) di US$76,01 per barel.
Aksi saling serang ini memperbesar risiko gangguan pasokan energi dari kawasan Teluk.
Perhatian investor tertuju pada Selat Hormuz.
Reuters melaporkan pasokan minyak Iran yang berada di laut terus bertambah setelah Teheran meningkatkan ekspor selama masa perdamaian sementara melalui AS.
Jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia melalui Laut Arab tersebut merupakan salah satu rute perdagangan energi terpenting di dunia.
Kargo dari Irak, Abu Dhabi, dan negara Teluk lainnya dipasarkan melalui diskon US$5-US$8 per barel terhadap Brent untuk pengiriman Agustus-September.
Ini menjadi pembelian minyak non-sanksi terbesar sejak konflik dimulai.
Akibat pergeseran permintaan itu, minyak Iran kehilangan daya tarik.
Reuters melaporkan Iran memperluas serangan ke Qatar dan Uni Emirat Arab setelah AS kembali melancarkan serangan ke Iran.
Harga Minyak Melonjak 4,29%, Nyaris Tembus US$80 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 750280, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260713093704-17-750280/iran-as-panas-lagi-harga-minyak-melonjak-429-nyaris-tembus-us-80’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta, CNBC Indonesia 13 July 2026 09:55 Foto: REUTERS/Liz Hampton
Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia kembali melesat pada perdagangan Senin (13/7/2026) pagi waktu Indonesia.
Aktivitas pelayaran yang menurun menambah kekhawatiran mengenai kelancaran distribusi minyak dari Timur Tengah ke pasar global.
Meski demikian, lonjakan harga minyak belum setajam yang terjadi pada puncak perang beberapa waktu lalu.
Sebaliknya, diskon minyak Iran hanya berada di kisaran US$2-US$3 per barel terhadap Brent.
Namun sebelumnya Iran menyatakan telah menutup jalur tersebut setelah ada kapal yang melintasi rute yang tidak disetujui dan terkena serangan.
Data pelacakan kapal dari Kpler memperlihatkan hanya enam kapal yang melintasi Selat Hormuz pada Minggu.
Di tengah penurunan permintaan tersebut, meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz kembali membuat pasar minyak global bergerak di bawah bayang-bayang risiko geopolitik yang belum juga mereda.
CNBC Indonesia
(emb/emb) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260622104120-19-744546/video-emas-terpuruk-tapi-harga-minyak-meroket-efek-panas-selat-hormuz”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/744546?comscore=off”,”time”:219,”title”:”Video: Emas Terpuruk Tapi Harga Minyak Meroket Efek Panas Selat Hormuz”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/22/harga-emas-terpuruk-tapi-harga-minyak-meroket-efek-panas-selat-hormuz-1782102867059_169.png”}]’); Next Article Minyak Naik Tipis, Pasar Masih Dibayangi Iran & Selat Hormuz
Namun volume pasokan tersebut masih lebih rendah 9,4 juta barel per hari dibandingkan kondisi sebelum perang.
Di saat yang sama, Iran justru menghadapi tantangan baru dalam menjual minyaknya.
Presiden AS Donald Trump menyatakan Selat Hormuz tetap terbuka bagi lalu lintas komersial.
Seorang pedagang senior bahkan menyebut minyak Iran kini menjadi minyak paling mahal di kawasan.
Data Kpler memperlihatkan impor minyak Iran oleh China pada bulan ini baru mencapai 556 ribu barel per hari, terendah sejak Januari 2023.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 4,38% ke US$74,54 per barel dari posisi sebelumnya US$71,41 per barel.
//
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Kenaikan tersebut sekaligus membawa harga Brent ke level tertinggi sejak pertengahan Juni lalu.
Angka tersebut menjadi yang terendah dalam lima pekan terakhir.
Akan tetapi, pembeli utama Iran di China mulai beralih ke minyak dari Irak, Qatar, dan Uni Emirat Arab yang harganya lebih murah.
Kilang-kilang independen di Provinsi Shandong, China, dalam beberapa pekan terakhir membeli sekitar 16 juta hingga 20,5 juta barel minyak dari tiga negara Timur Tengah tersebut.
Setelah tercapainya kesepakatan sementara AS-Iran pada Juni, pasokan minyak dunia meningkat 4,1 juta barel per hari.
Analisis mendalam tentang Iran-AS Panas Lagi! Harga Minyak Melonjak 4,29%, Nyaris Tembus US$80 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
