RUU PFII Masih Digodok, Baru 20 dari 97 DIM Substansi Dibahas

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang RUU PFII Masih Digodok, Baru 20 dari 97 DIM Substansi Dibahas yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Jadi mudah-mudahan melalui kita mendorong ada alternatif untuk financial center dengan legal framework yang sama dengan Dubai maupun dengan Singapura,” paparnya.

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260714115340-19-750658/video-sp–msci-jadi-perhatian-ihsg-rupiah-bisa-terus-menguat”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/750658?comscore=off”,”time”:757,”title”:”Video: S&P – MSCI Jadi Perhatian, IHSG & Rupiah Bisa Terus Menguat?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/14/penilaian-sp-hingga-msci-jadi-perhatian-yakin-ihsg-rupiah-terus-menguat-1784006588995_169.png”}]’); Next Article RUU PFII Atur Pajak Penghasilan 0% Buat Investor, di Negara Lain Sama?

RUU PFII Masih Digodok, Baru 20 dari 97 DIM Substansi Dibahas Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 750699, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260714133606-17-750699/ruu-pfii-masih-digodok-baru-20-dari-97-dim-substansi-dibahas’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri,  CNBC Indonesia 14 July 2026 15:45 Foto: Tol Bali Mandara/Dok: Jasa Marga

Jakarta, CNBC Indonesia – Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej mengungkapkan, Rancangan Undang-Undang (RUU) Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) masih dalam pembahasan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Komisi XI.

Tapi ini baru sampai melalui 20 DIM ya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan, Bali akan menjadi lokasi pembangunan PFII

Ia bahkan menekankan, Peraturan Pemerintah (PP) untuk pembangunannya telah disiapkan dan bisa selesai sebelum 16 Agustus 2026, meskipun Undang-undang (UU) PFII hingga kini masih dibahas antara pemerintah dan DPR dengan target penyelesaian pada 21 Juli 2026.

“Ya segeralah sesudah itu.

Faktor penyebabnya adalah infrastruktur penunjangnya sudah lengkap, mulai dari rumah sakit bertaraf internasional di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur hingga pariwisatanya yang sudah mendunia.

PFII sendiri kata dia akan ditempatkan di KEK khusus di Bali nantinya, yang jauh dari kepadatan lalu lintas.

“Jadi kita menawarkan seperti di Dubai kan di daerah tertentunya tidak terlalu sibuk, demikian pula di tempat-tempat lain. yang mengakibatkan Mudah-mudahan sebelum 16 Agustus semua sudah siap,” kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Menurut Airlangga, Bali akan dipilih sebagai lokasi PFII

Kemudian perubahan redaksional ada sekitar 57,” ujarnya saat ditemui di gedung DPR, Senin (13/7/2026).

Baca: Bali Jadi Lokasi PFII Demi Saingi Dubai-Singapura, PP Kelar 16 Agustus

Ia menjelaskan, fokus pembahasan pemerintah dan DPR yang sedang dibahas pada DIM yang memuat substansi baru baru mencapai 97 poin.

“Yang sekarang kita bahas itu ada 97 DIM, yang merupakan substansi-substansi baru.

Ia menyebut, keseluruhan total daftar inventarisasi masalah (DIM) yang menjadi substansi sebanyak 400 poin.

“Total DIM itu ada sekitar 400, tapi DIM tetapnya kan banyak, 157.

Jadi Bali adalah salah satu tempat yang juga mempersyaratkan kondisi kesehatan first class dan kita sudah punya KEK Sanur,” ungkap Airlangga.

Oleh sebab itu, pemerintah kata dia tinggal memperkuat sisi penegakan hukum dan pemberian insentif yang ramah investor, supaya PFII bisa bersaing melalui pusat keuangan dunia lainnya seperti di Dubai dan Singapura.

“Jadi bandingkan Dubai USD 800 miliar, Singapura SGD 5 triliun, dan di wilayah ini kan dia enggak ada saingan.

Analisis mendalam tentang RUU PFII Masih Digodok, Baru 20 dari 97 DIM Substansi Dibahas akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *