Multifinance Seret, Pinjol Melambat, Pegadaian Melesat 58%

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Multifinance Seret, Pinjol Melambat, Pegadaian Melesat 58% yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Multifinance Seret, Pinjol Melambat, Pegadaian Melesat 58% Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 748799, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260707144747-17-748799/multifinance-seret-pinjol-melambat-pegadaian-melesat-58’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 07 July 2026 16:25 Foto: Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembaiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman saat Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Maret 2026.

Seluruh perusahaan tersebut telah menyampaikan rencana aksi (action plan) kepada OJK untuk memenuhi ketentuan permodalan.

Dalam aspek penegakan hukum, hingga Juni 2026 OJK telah menjatuhkan sanksi administratif kepada 38 perusahaan pembiayaan, 2 perusahaan modal ventura, dan 14 penyelenggara pindar sebagai tindak lanjut hasil pengawasan dan pemeriksaan.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260617151703-19-743414/video-ini-efek-suku-bunga-naik-rupiah-begejolak-ke-bisnis-leasing”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/743414?comscore=off”,”time”:468,”title”:”Video: Ini Efek Suku Bunga Naik & Rupiah Begejolak ke Bisnis Leasing”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/17/ini-efek-suku-bunga-naik-rupiah-begejolak-ke-bisnis-leasing-1781684954028_169.png”}]’); Next Article Jumlah Multifinance Modal Cekak Naik Dua Kali Lipat

(YouTube/Otoritas Jasa Keuangan)

Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan industri lembaga pembiayaan menunjukkan tren yang beragam hingga Mei 2026.

Rasio non-performing financing (NPF) gross tercatat 3,06%, sedangkan NPF net berada di level 0,85%.

Adapun gearing ratio perusahaan pembiayaan sebesar 2,14 kali, jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan sebesar 10 kali.

Pada industri modal ventura, nilai pembiayaan mencapai Rp16,36 triliun, atau hanya tumbuh 0,09% yoy, mencerminkan aktivitas pembiayaan yang masih stagnan.

Sementara itu, industri pinjaman daring (pindar) masih mencatat pertumbuhan dua digit.

Di satu sisi, pembiayaan multifinance melambat dan pertumbuhan pinjaman daring (pindar) mulai kehilangan momentum.

Penyaluran pembiayaan mencapai Rp163,27 triliun, melonjak 57,97% yoy.

Baca: BI Rate Naik, Ambil Cicilan Baru Mobil & Motor Bisa Lebih Mahal

Agusman mengatakan mayoritas pembiayaan pergadaian masih berasal dari produk gadai melalui nilai mencapai Rp137,2 triliun, atau sekitar 84,03% dari total pembiayaan.

Di sisi regulasi, OJK tengah memperkuat pengaturan dan pengawasan sektor PVML melalui sejumlah kebijakan, termasuk penyusunan aturan mengenai pelaporan keuangan penyelenggara pindar serta penyempurnaan regulasi di sektor pergadaian.

OJK juga mengungkapkan masih terdapat 8 dari 144 perusahaan pembiayaan yang belum memenuhi ketentuan modal minimum serta 8 dari 94 penyelenggara pindar yang belum memenuhi ketentuan ekuitas minimum sebesar Rp12,5 miliar.

Di sisi lain, industri pergadaian justru mencatat lonjakan penyaluran pembiayaan.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tercatat sebesar Rp513,19 triliun pada Mei 2026 atau hanya tumbuh 1,71% secara tahunan (year-on-year/yoy).

“Pertumbuhan tersebut terutama didukung oleh peningkatan pembiayaan modal kerja yang tumbuh 7,96% secara tahunan,” ujar Agusman dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, Selasa (7/7/2026).

Di tengah perlambatan pembiayaan, kualitas aset industri multifinance dinilai masih terjaga.

Outstanding pembiayaan mencapai sekitar Rp103,73 triliun pada Mei 2026, tumbuh 25,60% yoy.

Meski demikian, laju pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 26,11% yoy.

Di sisi lain, tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP90) membaik menjadi 4,42%, dari 4,62% pada April 2026.

Berbeda melalui multifinance dan pindar, industri pergadaian mencatat pertumbuhan paling tinggi.

Analisis mendalam tentang Multifinance Seret, Pinjol Melambat, Pegadaian Melesat 58% akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *