Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih, 546 Saham Merah

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih, 546 Saham Merah yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga kredibilitas tingkat bunga penjaminan di tengah kenaikan suku bunga dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Selain itu, pemerintah memastikan penerbitan Panda Bond berdenominasi yuan masih ditargetkan berlangsung pada awal Juli 2026.

Nilai transaksi tercatat mencapai sekitar Rp4,44 triliun melalui volume perdagangan 8 miliar saham dalam 662 ribu kali transaksi.

Adapun emiten dengan paling ramai ditransaksikan hari ini adalah TPIA, BBCA, BMRI, DSSA dan TLKM.

Seluruh sektor perdagangan melemah, dengan koreksi yang paling dalam dicatatkan oleh barang baku (-3,90%), konsumer non-primer (-2,60%), utilitas (-2,28%) dan Teknologi (-2,12%).

Secara spesifik, emiten yang menjadi pemberat kinerja IHSG adalah Telkom Indonesia (TLKM) dengan porsi pelemahan 13,58 indeks poin.

Sepanjang perdagangan pagi, indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.045 sebelum berbalik turun hingga menyentuh level terendah 5.864.

Baca: Di Tengah BI Rate 5,75%, Emiten IPO Pilih Bayar Utang

Tekanan jual terlihat cukup deras dengan 546 saham melemah, sementara hanya 98 saham menguat dan 154 saham bergerak stagnan.

Sementara dari dalam negeri, investor merespons kenaikan tingkat bunga penjaminan (TBP) LPS serta perkembangan rencana penerbitan Panda Bond Indonesia.

Dari eksternal, inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada Mei 2026 naik menjadi 4,1% secara tahunan, tertinggi sejak April 2023 dan berada jauh di atas target inflasi The Fed sebesar 2%.

Di saat yang sama, ekonomi AS direvisi tumbuh 2,1% pada kuartal I-2026, lebih tinggi dari estimasi sebelumnya, sementara klaim pengangguran turun menjadi 215.000, menandakan pasar tenaga kerja masih solid.

(CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah lebih dari 2% pada perdagangan intraday sesi pertama Jumat (26/6/2026), setelah sempat dibuka menguat.

Lalu diikuti oleh BMRI (-7,05 poin), DCII (-6,94 poin), BBRI (-6,28 poin) dan BRMS (-6,01 poin).

Memasuki perdagangan Jumat (26/6/2026), pergerakan IHSG diperkirakan dibayangi kombinasi sentimen eksternal dan domestik.

Kombinasi inflasi yang kembali memanas dan ekonomi yang tetap kuat memperbesar peluang The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, yang berpotensi menopang dolar AS dan menekan aliran dana ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dari domestik, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menaikkan tingkat bunga penjaminan simpanan rupiah di bank umum menjadi 3,75% untuk periode 1 Juli-30 September 2026.

IHSG Anjlok 2% Lebih, 546 Saham Merah Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 745910, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260626102204-17-745910/breaking-ihsg-anjlok-2-lebih-546-saham-merah’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi,  CNBC Indonesia 26 June 2026 10:37 Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026).

Dari luar negeri, pasar mencermati menguatnya data ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi memperkuat sikap hawkish The Federal Reserve.

Pelemahan terjadi di tengah aksi jual yang mendominasi mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hingga pukul 10.23 WIB, IHSG turun 2,18% atau terkoreksi 130,53 poin ke level 5.868,50.

Instrumen ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi sumber pembiayaan pemerintah sekaligus memperluas akses pendanaan di pasar keuangan China.

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260609171529-19-741488/video-bi-rate-mendadak-naik–efek-dasco-bahas-gejolak-pasar-saham”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/741488?comscore=off”,”time”:565,”title”:”Video: BI Rate Mendadak Naik – Efek Dasco Bahas Gejolak Pasar Saham”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/09/bi-rate-mendadak-naik-hingga-efek-dasco-bahas-gejolak-pasar-saham-1781000326933_169.png”}]’); Next Article Breaking!

Analisis mendalam tentang Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih, 546 Saham Merah akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *