BI Rate Naik, Bankir Ramai-Ramai Rombak RBB dan Bunga Kredit

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang BI Rate Naik, Bankir Ramai-Ramai Rombak RBB dan Bunga Kredit yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Ia menekankan bahwa pihaknya mementingkan pertumbuhan yang berkualitas ketimbang pertumbuhan tinggi semata.

“Kami melakukan penyesuaian minor secara internal untuk memastikan likuiditas dan permodalan tetap kuat.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F.

Meski demikian, bank itu menyatakan akan tetap mempertimbangkan prinsip-prinsip kehati-hatian melalui penerapan manajemen risiko disiplin.

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260618143550-19-743770/video-bi-kembali-naikkan-suku-bunga-acuan-25-bps-menjadi-575″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/743770?comscore=off”,”time”:735,”title”:”Video: BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Bps Menjadi 5,75%”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/18/bi-kembali-naikkan-suku-bunga-acuan-25-menjadi-575-1781770054271_169.png”}]’); Next Article BI Rate Naik Tapi Bank Masih Bisa Jaga Suku Bunga Kredit Rendah

Sementara penyesuaian suku bunga akan dilakukan secara selektif.

“Penyesuaian suku bunga kredit juga akan dilakukan secara selektif dan kasuistik, tergantung pada profil risiko masing-masing sektor usaha debitur.

Fokus kami di Bank Sampoerna bukan sekadar mengejar pertumbuhan agresif (growth), melainkan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan (sustainable growth),” terang Henky kepada CNBC Indonesia, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, kenaikan suku bunga acuan pasti memberikan tekanan beban pendanaan.

Wakil Direktur Utama Bank INA, Yulius Purnama Junaedi mengatakan bank milik Grup Salim itu juga berupaya menjaga NIM di level 3,5%-4%.

“Mengingat kenaikan BI rate yang cukup besar maka kita sedang dalam proses menyesuaikan bunga kredit,” papar Yulius kepada CNBC Indonesia, Selasa (23/6/2026).

Tak terkecuali, bank swasta terbesar RI, Bank Central Asia (BBCA) juga mencermati perkembangan suku bunga acuan serta keadaan ekonomi.

Namun tidak significant,” ungkap Lani kepada CNBC Indonesia, Selasa (23/6/2026).

Mengenai suku bunga kredit di bank swasta terbesar kedua RI itu, Lani mengatakan penyesuaian akan dilakukan dilakukan secara fleksibel.

Sementara itu, ia mengakui akan ada tantangan dalam menjaga profitabilitas, yang tercermin dari rasio margin bunga bersih atau net interest margin (NIM).

“NIM menjadi semakin menantang.

Haryn menegaskan bahwa biaya pendanaan di BCA relatif terjaga sehubungan melalui pertumbuhan tinggi dana murah (CASA).

“Per Maret 2026, CASA BCA mencapai Rp1.089 triliun, tumbuh 11,2% YoY.

Faktor penyebabnya adalah itu, kompresi NIM yang terukur mungkin saja terjadi, namun tetap dijaga dalam batas yang sehat,” ujar Henky.

Untuk menekan CoF dan biaya operasional, BSS berupaya meningkatkan porsi dana murah (CASA) agar ketergantungan pada dana mahal dapat dikurangi. yang mengakibatkan Oleh

Alhasil, porsi CASA mendominasi sekitar 85,2% dari total DPK.

BI Rate Naik, Bankir Ramai-Ramai Rombak RBB & Bunga Kredit Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 745217, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260624082115-17-745217/bi-rate-naik-bankir-ramai-ramai-rombak-rbb-bunga-kredit’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia 24 June 2026 10:20 Foto: Ilustrasi Tunjangan Hari Raya.

Kami perkirakan akan tergerus ke sekitar 3,8 persenan,” tutur Lani.

Bank Sahabat Sampoerna (BSS) juga melakukan revisi RBB.

Kami berkomitmen untuk tetap menjadi mitra yang mendukung keberlangsungan bisnis UMKM di Indonesia, bukan justru memberatkan mereka,” tegas Henky.

Senada, Bank Oke Indonesia (DNAR) alias OK Bank juga melakukan revisi RBB.

Mengingat CoF pasti naik dan menyesuaikan melalui pertumbuhan kredit.

Di sisi lain, tidak terlalu signifikan. sedangkan Hal ini dilakukan guna menjaga profitabilitas dan beban pendanaan alias cost of fund (CoF).

Presiden Direktur CIMB Niaga (BNGA), Lani Darmawan mengakui bahwa pihaknya akan melakukan revisi RBB ke bawah,

Maka dari itu, NIM bank itu berpotensi tergerus.

“Jika suku bunga kredit dinaikkan terlalu agresif, hal itu justru berisiko meningkatkan NPL (Non-Performing Loan).

Faktor penyebabnya adalah itu, BCA berkomitmen menyalurkan kredit yang berkualitas ke berbagai segmen dan sektor secara pruden. yang mengakibatkan Strategi ini diharapkan dapat mendukung stabilitas CoF secara prudent,” beber Hera kepada CNBC Indonesia, Selasa (23/6/2026).

Oleh

Faktor penyebabnya adalah fokus utama bank itu adalah UMKM. yang mengakibatkan Henky menyebut BSS tidak bisa serta-merta membebankan seluruh kenaikan CoF ini kepada debitur, terutama

Ia mengatakan revisi terutama dilakukan atas target penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), dalam rangka menjaga likuiditas.

“[Target pertumbuhan DPK] direvisi ke bawah.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Bisnis BSS, Henky Suryaputra mengatakan hal itu dilakukan berdasarkan hasil stress testing.

Dalam RDG bulan Juni, bank sentral RI itu kembali mengerek sebesar 25 bps, lantas menjadi BI Rate menjadi 5,75%.

Baca: Bos BI: Dunia Masuk Era Higher for Longer, Rupiah Harus Dijaga

Para bankir pun menyampaikan bahwa mereka akan melakukan penyesuaian suku bunga acuan terhadap suku bunga kredit.

(CNBC Indonesia/Tias Budiarto)

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank-bank kompak melakukan revisi rencana bisnis bank (RBB), menyikapi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang agresif dan kondisi makroekonomi terkini.

Seperti diketahui, BI telah meningkatkan suku bunga 50 bps pada RDG bulan Mei, dan secara mengejutkan naik 25 bps lagi pada rapat mingguan pekan lalu.

Direktur Kepatuhan OK Bank, Efdinal Alamsyah menekankan bahwa revisi tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh kenaikan BI Rate, melainkan juga mempertimbangkan aspek-aspek lain terkait perkembangan kondisi makroekonomi, dinamika industri perbankan, evaluasi terhadap kinerja dan perkembangan peluang bisnis.

“Terkait strategi kami berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit, kualitas aset, biaya dana dan profitabilitas yang optimal,” ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Selasa (23/6/2026).

Bank INA Perdana (BINA) juga memutuskan untuk menyesuaikan bunga kredit.

Analisis mendalam tentang BI Rate Naik, Bankir Ramai-Ramai Rombak RBB dan Bunga Kredit akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *