Harga Minyak Ambruk Lagi, Brent Turun ke Level US$76 per Barel

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Harga Minyak Ambruk Lagi, Brent Turun ke Level US$76 per Barel yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Sejumlah kapal tanker yang sebelumnya tertahan akibat konflik Iran kini mulai bersiap kembali melintas, mengurangi kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi minyak dunia.

Sentimen bertambah setelah Washington memberikan kelonggaran sanksi selama 60 hari kepada Teheran pasca dimulainya pembicaraan damai awal.

Dampak dari hal tersebut adalah menambah ekspektasi pasokan global yang lebih longgar.

Perkembangan diplomatik lain turut memberi tekanan. akibat Kebijakan tersebut membuka ruang bagi Iran untuk tetap mengekspor minyak ke pasar internasional

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 0,82% ke posisi US$72,61 per barel.

Pelemahan ini memperpanjang tren penurunan yang sudah berlangsung sejak pertengahan Juni.

Di saat yang sama, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan bahwa setiap upaya pengenaan biaya transit oleh Iran bertentangan melalui hukum internasional.

Proses pengaturan kembali lalu lintas kapal, pengoperasian sumur minyak, pemulihan infrastruktur energi, hingga pembersihan ranjau laut membutuhkan waktu yang tidak singkat.

WTI bahkan telah turun lebih dari 17% dari level US$87,71 per barel pada periode yang sama.

//

Aksi jual terjadi setelah pasar semakin yakin bahwa risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah mulai mereda.

Akibatnya, stok komersial dunia berpotensi terus menyusut dalam jangka pendek sebelum pasokan baru dari negara-negara Teluk kembali mengalir secara normal ke pasar internasional.

Melansir The Economic Times, peringatan juga datang dari Saudi Aramco.

Perbedaan sikap kedua pihak membuat sebagian pelaku pasar masih berhati-hati terhadap kemungkinan munculnya ketegangan baru.

Di sisi lain, normalisasi arus minyak dari kawasan Teluk diperkirakan tidak akan berlangsung instan.

Berdasarkan Refinitiv hingga pukul 09.40 WIB, kontrak Brent berada di US$76,44 per barel, turun 0,83% dibanding penutupan sebelumnya.

Di sisi lain, pernyataan itu langsung dibantah Teheran. sedangkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Iran telah menyetujui inspeksi nuklir tanpa batas waktu,

PHE)

Jakarta, CNBCย Indonesia- Harga minyak dunia kembali jatuh pada perdagangan Rabu pagi (24/6/2026).

Sejumlah pemilik kapal pun masih mempertimbangkan risiko operasional sebelum kembali berlayar secara penuh di kawasan tersebut.

Analis menilai persediaan minyak global telah terkuras selama periode gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz.

Oman dan Iran sepakat melanjutkan pembahasan mengenai tata kelola pelayaran di Selat Hormuz.

Harga Minyak Ambruk Lagi, Brent Turun ke Level US$76 per Barel Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 745261, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260624094526-17-745261/harga-minyak-ambruk-lagi-brent-turun-ke-level-us-76-per-barel’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia 24 June 2026 10:55 Foto: Blok minyak dan gas bumi (migas) yang dioperasikan PT Pertamina Hulu Energi (PHE).

Dalam sembilan hari perdagangan terakhir, Brent telah kehilangan sekitar 15% nilainya dari posisi US$90,38 per barel pada 11 Juni.

Pernyataan tersebut memperkuat pandangan bahwa jalur perdagangan energi global akan tetap terbuka.

Meski demikian, pasar belum sepenuhnya menghapus premi risiko geopolitik.

Menurutnya, gangguan pada jalur tersebut dapat memengaruhi hampir 100 juta barel pasokan minyak per minggu.

CNBCย Indonesia

(emb/emb) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260622104120-19-744546/video-emas-terpuruk-tapi-harga-minyak-meroket-efek-panas-selat-hormuz”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/744546?comscore=off”,”time”:219,”title”:”Video: Emas Terpuruk Tapi Harga Minyak Meroket Efek Panas Selat Hormuz”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/22/harga-emas-terpuruk-tapi-harga-minyak-meroket-efek-panas-selat-hormuz-1782102867059_169.png”}]’); Next Article Harga Minyak Lanjut Melemah di Awal Pekan Ini

Chief Executive Officer Saudi Aramco Amin Nasser sebelumnya mengingatkan bahwa gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz berisiko menunda stabilisasi pasar minyak global hingga 2027.

Fokus utama pelaku pasar tertuju pada Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi global.

Analisis mendalam tentang Harga Minyak Ambruk Lagi, Brent Turun ke Level US$76 per Barel akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

๐Ÿ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *