Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Momen Purbaya Bingung Rupiah Anjlok Tapi Rapor Ekonomi RI Oke yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Karena sebagian kalangan menunjuk pelemahan rupiah,” ujarnya kepada CNBC Indonesia dikutip Senin (22/6/2026).
๐ Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Meskipun demikian, Purbaya percaya jika pemerintah mampu menjaga pondasi ekonomi Indonesia sepanjang tahun ini, sentimen negatif terhadap ekonomi Indonesia pun akan memudar.
Ujung-ujungnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing pun akan turut stabil bahkan menguat.
“Tapi saya percaya kalau kita terus menjaga pondasi ekonomi kita beberapa bulan ke depan, pandangannya negatif kepada ekonomi kita juga akan melihat bahwa ternyata ekonomi kita tidak seburuk yang digemborkan,” kata Purbaya.
Baca: Purbaya Akui ‘Kecele’ Soal Pembelian Motor Listrik BGN
Menteri Keuangan itu bahkan berujar bahwa saat ini ekonomi Indonesia tengah mengalami akselerasi ketimbang melemah.
Ini sebagai bukti jika berbagai kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah tepat sasaran, tepat waktu, dan mulai berkurang kebocoran yang selama ini ada.
“Malah sedang mengalami akselerasi dan akan lebih baik ke depan terus.
Padahal, dia melihat rapor dari indikator ekonomi Indonesia tetap baik dan kuat.
Purbaya menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia sejauh ini memiliki fundamental yang baik melalui pertumbuhan yang solid dan daya beli masyarakat terjaga.
Namun, dirinya heran kenapa banyak sentimen negatif hingga mengaitkan pada krisis moneter (krismon) 1998 akibat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang sempat menyentuh Rp18.000/1US$.
Baca: Airlangga Buka Suara Soal Perusahaan Otomotif Jepang Cabut ke Vietnam
“Jadi agak aneh.
Jadi ini juga menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan Bapak Presiden tepat sasaran, tepat waktu, dan tidak bocor.
Economic Update 2026 Momen Purbaya Bingung Rupiah Anjlok Tapi Rapor Ekonomi RI Oke Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 744777, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260622182107-17-744777/momen-purbaya-bingung-rupiah-anjlok-tapi-rapor-ekonomi-ri-oke’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Robertus Andrianto, CNBC Indonesia 23 June 2026 06:25 Foto: Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa dalam Economic Update, CNBC Indonesia, Rabu (24/06/2026).
Kini, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp 17.700 – Rp 17.800/US$.
Ketika ekonominya bagus, tumbuh 5,6%, masi terkendali, daya beli masyarakat terjaga, timbul seolah-olah kesan bahwa kita akan memburuk ekonominya seperti 1997-1998.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah malah mencapai posisi terendah sepanjang sejarah.
Pada penutupan perdagangan Senin lalu (8/6/2026) rupiah melemah 0,89% dengan nilai tukar US$1 telah mencapai Rp 18.180 dan menjadi rekor terendah baru mata uang Garuda.
Selang seminggu kemudian, rupiah berangsur menguat hingga Jumat (19/6/2026) mata uang Garuda ditutup di posisi Rp17.775/US$ atau terdepresiasi sebesar 0,42%. sedangkan Ada (bocor) sedikit, tapi dikurangin terus,” imbuh Purbaya.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri mampu tumbuh 5,61% pada kuartal pertama 2026 dan ditargetkan mampu tumbuh 5,7% pada kuartal kedua 2026.
Sementara pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61% pada kuartal pertama,
(CNBC Indonesia TV)
Jakarta, CNBC Indonesia – Menteriย Keuanganย Purbaya Yudhi Sadewa merasa heran denganย kondisi nilai tukar rupiah yang melemah beberapa waktu lalu.
(rob/haa) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260518114049-19-735517/video-rupiah-melemah-parah-begini-proyeksi-dolar-as-ke-depan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/735517?comscore=off”,”time”:912,”title”:”Video: Rupiah Melemah Parah, Begini Proyeksi Dolar AS Ke Depan”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/18/rupiah-melemah-begini-proyeksi-dolar-as-ke-depan-1779079580878_169.png”}]’); Next Article Dolar Nyaris Rp18.200, Purbaya: Kita Serahkan Semua ke BI Jaga Rupiah
Analisis mendalam tentang Momen Purbaya Bingung Rupiah Anjlok Tapi Rapor Ekonomi RI Oke akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
๐ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
๐ข Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
๐ Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
๐ข Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
โ ๏ธ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
