Sosok Pencipta ‘Saham Gorengan’ yang Bikin Banyak Investor Boncos

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Sosok Pencipta ‘Saham Gorengan’ yang Bikin Banyak Investor Boncos yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Mereka tahu fondasi bisnis perusahaan rapuh dan janji keuntungan sulit terwujud.

Newton kemudian menyimpulkan dia mampu menghitung gerak benda langit, tetapi tidak kegilaan manusia.

Penyelidikan pemerintah kemudian membuka skandal besar.

Alhasil, banyak rakyat biasa, anggota parlemen, bangsawan, hingga Raja Inggris, George I, memiliki saham.

Sayangnya, praktik demikian tak pernah benar-benar berhenti.

(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260526113449-19-738070/video-jurus-investasi-mi-saat-sentimen-negatif-hantui-ihsg-rupiah”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/738070?comscore=off”,”time”:450,”title”:”Video: Jurus Investasi MI Saat Sentimen Negatif Hantui IHSG & Rupiah”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/26/jurus-investasi-mi-saat-perang-penilaian-msci-masih-hantui-ihsg-rupiah-1779770458998_169.png”}]’); Next Article IHSG Turun Nyaris 20%, Menkeu Purbaya Kasih Rekomendasi Saham Bagus

Dalam situasi itu, pemerintah melahirkan South Sea Company.

Baca: Fenomena Aneh Muncul di Pasar Saham Setiap Piala Dunia, Ada Apa?

Sayang, kembali masuk saat harga sudah terlalu tinggi dan akhirnya menanggung kerugian besar.

Kejadian inilah yang kemudian dikenal sebagai praktik menggoreng saham pertama di dunia.

Sebagai imbalannya, perusahaan memperoleh hak monopoli perdagangan melalui wilayah Amerika Selatan yang saat itu berada di bawah kekuasaan Spanyol.

Baca: Sudah Akut, Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp100 Triliun

Di atas kertas, peluang bisnis tersebut terlihat sangat menjanjikan.

Terungkap praktik suap, konflik kepentingan, dan manipulasi pasar yang melibatkan elite politik.

Secara teori, perusahaan akan kesulitan berkembang.

Euforia menyebar ke seluruh lapisan masyarakat.

Ternyata ‘penggoreng saham’ paling awal adalah perusahaan Inggris bernama South Sea Company, yang menciptakan salah satu gelembung saham terbesar dalam sejarah.

Utang negara membengkak, sementara pemasukan terbatas.

Menurut situs Britannica, dalam menjalankan kepengurusan, perusahaan ini diberi hak istimewa untuk mengambil alih dan mengelola utang negara.

Namun, mereka tidak diberi tahu pengurus kalau wilayah Amerika Selatan tak dikuasai Inggris, tetapi Spanyol.

Harga saham jatuh bebas, dan pasar ambruk hampir seketika.

Melansir Royal Society Publishing, dampaknya membuat ribuan orang kehilangan seluruh tabungan hidupnya.

Inilah pom-pom dalam bentuk paling awal.

Yang tidak diketahui, di balik hiruk-pikuk itu, para petinggi South Sea Company justru mulai menjual saham mereka secara diam-diam.

Harapan tersebut membuat saham South Sea Company menjadi primadona di pasar modal Inggris.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Namun kenyataannya berbeda.

Kejadian ini terjadi lebih dari 300 tahun yang lalu.

South Sea Company didirikan melalui tujuan membantu pemerintah mengelola utang negara yang membengkak akibat berbagai peperangan.

Banyak bangsawan dan pengusaha jatuh miskin dan bangkrut dalam semalam.

Banyak investor percaya perusahaan akan meraup keuntungan besar dari perdagangan emas, perak, rempah-rempah, hingga budak.

Faktor penyebabnya adalah takut ketinggalan peluang. yang mengakibatkan Orang-orang berlomba membeli saham

Apalagi, setelah pemerintah turut membeli legitimasi.

Sosok Pencipta ‘Saham Gorengan’ yang Bikin Banyak Investor Boncos Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 740806, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260607164934-17-740806/sosok-pencipta-saham-gorengan-yang-bikin-banyak-investor-boncos’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Tim Redaksi,  CNBC Indonesia 07 June 2026 19:00 Foto: Pengunjung mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia – Fenomena ‘saham gorengan’ yang kerap membuat investor ritel merugi ternyata bukan cerita baru dalam sejarah pasar keuangan dunia.

Ketika sebagian investor mulai mempertanyakan sumber laba yang sebenarnya, kepercayaan pun runtuh.

Faktor penyebabnya adalah berbagai hambatan politik dan perang antara Inggris dengan Spanyol. yang mengakibatkan Aktivitas perdagangan perusahaan jauh dari ekspektasi

Sejumlah pejabat dihukum, sementara kepercayaan publik terhadap negara dan pasar modal runtuh.

Faktor penyebabnya adalah laba atau kinerja, melainkan karena keyakinan akan selalu ada pembeli berikutnya. yang mengakibatkan Akibatnya, harga saham naik bukan

Faktor penyebabnya adalah spekulasi yang semakin liar.

Kejadian ini terjadi pada tahun 1720 ketika Inggris berada dalam kondisi keuangan rapuh setelah melewati perang panjang dan mahal melawan kekuatan Eropa. yang mengakibatkan Meski bisnis inti tidak berkembang signifikan, harga saham perusahaan justru terus melonjak

Sebagai imbalannya, perusahaan ini dijanjikan monopoli perdagangan melalui wilayah Amerika Selatan yang kala itu dikenal kaya sumber daya.

Dari sini banyak orang percaya perusahaan akan melesat di masa depan dan memberi keuntungan luar biasa.

Analisis mendalam tentang Sosok Pencipta ‘Saham Gorengan’ yang Bikin Banyak Investor Boncos akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *