Dibuka Menguat Tipis, IHSG Berjuang Melawan Tekanan

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Dibuka Menguat Tipis, IHSG Berjuang Melawan Tekanan yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

IHSG akhirnya ditutup di level 5.839,78 atau melemah 1,7%, setelah sebelumnya turun 3,48% pada akhir sesi pertama.

Pergerakan investor asing menjadi sorotan utama.

Pada sesi pertama, asing masih mencatatkan beli bersih sebesar Rp179 miliar.

Namun situasi berubah drastis menjelang penutupan perdagangan.

Kondisi tersebut mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko di Indonesia.

Sementara itu bursa saham Asia-Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Jumat (5/6/2026), melalui pasar Korea Selatan memimpin penurunan di kawasan.

Melansir CNBC, sentimen negatif datang setelah saham-saham teknologi di Wall Street terkoreksi pada perdagangan semalam, memicu aksi jual di sektor teknologi Asia.

Indeks Kospi Korea Selatan anjlok 4,11%, dengan saham-saham berkapitalisasi besar seperti Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing merosot sekitar 6% dan 8%.

Sementara itu, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq juga turun 2,41%.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 terkoreksi 1,1% mengikuti pelemahan sektor teknologi global.

Indeks Dow Jones Industrial Average justru mencetak rekor tertinggi baru setelah melonjak 874,86 poin atau 1,73% ke level 51.561,93.

Sebaliknya, indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,09% dan ditutup di level 26.830,96.

Dibuka Menguat Tipis, IHSG Berjuang Melawan Tekanan Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 740321, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260605085318-17-740321/dibuka-menguat-tipis-ihsg-berjuang-melawan-tekanan’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi,  CNBC Indonesia 05 June 2026 09:06 Foto: Pengunjung mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka melemah pada perdagangan Jumat (5/6/2026), melanjutkan tekanan setelah sehari sebelumnya ambruk nyaris 2%.

Pada awal perdagangan, IHSG dibuka naik 0,11% di level 5.846,49.

Kontrak berjangka indeks Hang Seng terakhir diperdagangkan di level 25.158, lebih rendah dibandingkan penutupan indeks Hang Seng pada Kamis yang berada di posisi 25.253,40.

Pelemahan pasar Asia terjadi setelah pergerakan beragam di Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat.

Sementara itu, indeks S&P 500 masih mampu menguat 0,41% ke posisi 7.584,31.

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260603133312-19-739757/video-rupiah-dekati-level-rp-18000-per-usd-ihsg-terus-melemah”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/739757?comscore=off”,”time”:336,”title”:”Video: Rupiah Dekati Level Rp 18.000 per USD & IHSG Terus Melemah”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/03/ihsg-anjlok-ke-5800-an-rupiah-dekati-level-rp-18000-per-usd-1780470721373_169.png”}]’); Next Article Efek MSCI!

BBCA dilepas asing senilai Rp475,5 miliar, disusul BBRI Rp451,6 miliar, BMRI Rp164 miliar, dan BBNI Rp106,2 miliar.

Dampak dari hal tersebut adalah indeks turun lebih dalam ke posisi 4.795 atau melemah 44 poin (-0,75%). akibat Namun tekanan jual kembali mendominasi

Dampak dari hal tersebut adalah berakhir dengan net sell sebesar Rp1,27 triliun di seluruh pasar.

Aksi jual terbesar terkonsentrasi pada saham-saham perbankan jumbo. akibat Data menunjukkan investor asing membukukan total pembelian Rp12,52 triliun dan penjualan Rp13,79 triliun,

Kapitalisasi pasar Bursa terpangkas menjadi Rp10.313 triliun.

Sebelumnya, pada perdagangan Kamis (4/6/2026) IHSG mengalami tekanan hebat.

Tercatat sebanyak 135 saham melemah, sementara hanya 184 saham menguat dan 272 saham bergerak stagnan.

Nilai transaksi pada awal perdagangan mencapai Rp417,86 miliar melalui volume perdagangan mencapai 276,13 juta saham yang berpindah tangan sebanyak 32.505 kali transaksi.

Pada perdagangan pagi ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5.855,07 dan terendah di 5.795,63.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: IHSG Masih Tertekan, Intip 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

Mayoritas saham masih bergerak di zona hijau.

Di awal sesi, indeks sempat anjlok hingga 5% ke level 5.644,23 sebelum memangkas sebagian besar kerugiannya menjelang penutupan.

Secara total, empat bank besar tersebut mencatatkan foreign sell lebih dari Rp1,19 triliun.

Koreksi berkelanjutan ini membuat IHSG kembali menyentuh level terendah dalam setahun terakhir.

Sentimen negatif datang dari berbagai arah, mulai dari penurunan outlook Danantara Investment Management, pelemahan rupiah yang telah menembus Rp18.000 per dolar AS, hingga kekhawatiran pasar terhadap hasil penilaian lembaga pemeringkat dan evaluasi MSCI yang akan diumumkan pada Juni ini.

Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,2% pada awal perdagangan.

Prospek pasar Hong Kong juga cenderung negatif.

Analisis mendalam tentang Dibuka Menguat Tipis, IHSG Berjuang Melawan Tekanan akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *