Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Pasutri Hidup Mewah di Jakarta, Ternyata Hasil Rampok Bank Rp 200 M yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Di pengadilan, Sonneveld mengakui perbuatannya dilakukan demi memenuhi hasrat hidup mewah.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Sang istri terbukti mengetahui dan ikut menutupi kejahatan tersebut.
Setelah dibaca tuntas pegawai bank tersebut bernama A.M Sonneveld.
Harian Deli Courant (5 September 1913) menulis, kalau pria berusia 45 tahun itu terbukti melakukan pencurian uang nasabah sebesar 122 ribu gulden.
Pembuktian terjadi usai pihak Bank Escompto melakukan investigasi internal terkait transaksi mencurigakan.
Tak seorang pun menaruh curiga.
Sonneveld memiliki latar belakang mentereng sebagai mantan perwira KNIL dan pejabat di salah satu bank swasta terbesar kala itu, Nederlandsch Indie Escompto Maatschappij.
Polisi lantas menetapkan keduanya sebagai buronan dan menyebarluaskan deskripsi fisiknya di banyak koran dan tempat.
Laporan de Sumatra Post (6 September 1913) mewartakan secara detail ciri fisik Sonneveld, yakni berkulit coklat, berdarah Belanda, ada bekas luka di pipi kanan dan lutut, dan berusia 45 tahun.
Beruntung, penyebaran informasi berhasil membawa titik terang pelarian pasangan suami istri tersebut.
Tak jarang orang menghalalkan segala cara demi bisa berfoya-foya.
Salah satu kisah yang sempat heboh pada awal abad ke-20 pernah terjadi di Jakarta.
Sampai akhirnya, sikap tersebut berubah usai banyak orang membaca pemberitaan media pada awal September 1913.
Di awal bulan September kala itu mayoritas koran-koran di Hindia Belanda melaporkan tindakan melanggar hukum pegawai bank di Batavia.
Dalihnya, perjalanan dilakukan untuk studi banding ke Bank Escompto cabang Hong Kong.
Keseharian mereka tak jauh-jauh dari pesta, jamuan mahal, dan hiburan kelas atas.
Namun, akhirnya terungkap bahwa kemewahan itu berasal dari aksi perampokan uang bank terbesar pada masanya, melalui nilai setara Rp202,5 miliar jika dikonversikan ke masa kini.
Dari sini kemudian diketahui, Sonneveld melakukan “permainan kotor.”
Pada 1913, 122 ribu gulden bisa membeli 73 Kg emas sebab diketahui harganya per gram mencapai 1,67 gulden.
Setelah pensiun dini, ia melanjutkan karier di Nederlandsch Indie Escompto Maatschappij sebagai kepala bagian pengelola dana nasabah, posisi strategis melalui gaji besar.
Pilihan Redaksi
- Suami-Istri Hidup Mewah di Jakarta, Ternyata Rampok Uang Bank Rp175 M
- Bulog Mau Digitalisasi Cash & Carry Gabah Petani, Amran Nasihat Begini
- Pasutri Hidup Mewah di Jakarta, Ternyata Hasil Rampok Bank Rp 219 M
Reputasi dan jabatan tersebut membuat tidak seorang pun mencurigai sumber hartanya.
(CNBC Indonesia/Tias Budiarto)
Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.
Sonneveld dijatuhi hukuman 5 tahun penjara, sementara istrinya menjalani hukuman 3 bulan penjara.
Kasus ini tercatat sebagai salah satu perampokan bank terbesar di era 1910-an.
Jakarta, CNBC Indonesia – Hidup mewah bergelimang harta memang menjadi impian banyak orang.
Sonneveld dan istrinya, warga Belanda yang tinggal di Batavia pada era 1910-an.
Di mata publik, mereka dikenal sebagai pasangan tajir yang kerap menghabiskan malam di pusat hiburan elit seperti Societeit Harmoni, tempat berkumpul kalangan bangsawan dan pejabat kolonial.
Dampak dari hal tersebut adalah jauh sebelum ditetapkan tersangka, ia dan istri sudah kabur terlebih dahulu ke luar kota. akibat Artinya, jika dikonversikan ke masa sekarang, maka 73 Kg emas setara Rp202,5 miliar (1 gram emas:2.774.000).
Sonneveld ternyata sudah tahu cara kotornya mulai diketahui pihak bank,
Lewat kisah seperti ini, CNBC Insight juga menghadirkan nilai-nilai kehidupan dari masa lampau yang masih bisa dijadikan pelajaran di hari ini.
Diketahui, ia ternyata pergi ke Bandung menggunakan kereta api dari Meester Cornelis (kini Jatinegara).
“Polisi mendeteksi dia menyewa mobil dari Meester Cornelis dan pergi ke hotel di Bandung,” tulis pewarta Deli Courant.
Di Bandung, keduanya tak diam dan melanjutkan perjalanan lagi ke Surabaya menggunakan kereta api.
Meski begitu, temannya tahu bahwa itu hanya bualan semata.
Temannya itu kemudian melaporkan cerita ini ke polisi.
Disita pula tas berisi sisa-sisa uang pencurian.
Sesampainya di Indonesia, keduanya langsung diadili.
Status dan pekerjaannya membuat gaya hidup glamor mereka tampak sepenuhnya masuk akal.
Sebelum menetap di Batavia, Sonneveld pernah menjabat sebagai perwira KNIL melalui berbagai penugasan dan bahkan menerima penghargaan dari Ratu Belanda.
Alhasil, kepolisian Hindia Belanda bergegas menghubungi polisi Hong Kong.
Untuk itu, masyarakat perlu terus waspada agar tidak jadi korban.
(fab/fab) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260529152040-19-738802/video-dihantam-isu-ganda-tekanan-ihsg-rupiah-masih-sangat-besar”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/738802?comscore=off”,”time”:490,”title”:”Video: Dihantam Isu Ganda, Tekanan IHSG & Rupiah Masih Sangat Besar”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/29/dihantam-isu-eksternal-internal-tekanan-ihsg-rupiah-masih-sangat-besar-1780044624938_169.png”}]’); Next Article Pasutri Hobi Pesta di Jakarta, Ternyata Hartanya Hasil Rampok
Hingga kini, kisah tersebut menjadi pengingat bahwa kemewahan instan sering kali menyimpan rahasia kelam di baliknya.
Dan di era sekarang, aksi perampokan makin banyak modusnya.
Akhirnya, perjalanan Sonneveld dan istri pun berakhir.
Belum lama menginjakkan kaki di daratan Hong Kong, keduanya langsung diciduk polisi dan diekstradisi ke Hindia Belanda.
CNBC Insight Pasutri Hidup Mewah di Jakarta, Ternyata Hasil Rampok Bank Rp 200 M Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 738842, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260529181958-17-738842/pasutri-hidup-mewah-di-jakarta-ternyata-hasil-rampok-bank-rp-200-m’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); MFakhriansyah, CNBC Indonesia 30 May 2026 08:45 Foto: Ilustrasi Tunjangan Hari Raya.
Oknum jahat kian mudah membobol rekening bank melalui platform online.
Harian Bataviaasch Nieuwsblad (7 September 1913) melaporkan, selama perjalanan kereta api, Sonneveld sempat bertemu seorang teman yang bertanya tujuan perjalanannya.
Kepada teman, buronan dari Batavia itu bilang akan pergi ke Hong Kong setibanya di Surabaya.
Analisis mendalam tentang Pasutri Hidup Mewah di Jakarta, Ternyata Hasil Rampok Bank Rp 200 M akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
