Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Maybank Indonesia (BNII) Cetak Laba Sebelum Pajak Rp397 M yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Sementara dari sisi arah bisnis, ia meyakini langkah memperkuat fundamental UKM akan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
“Ini merupakan arah strategis yang telah kami canangkan di Maybank Group,” terangnya.
(dpu/dpu) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260529152040-19-738802/video-dihantam-isu-ganda-tekanan-ihsg-rupiah-masih-sangat-besar”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/738802?comscore=off”,”time”:490,”title”:”Video: Dihantam Isu Ganda, Tekanan IHSG & Rupiah Masih Sangat Besar”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/29/dihantam-isu-eksternal-internal-tekanan-ihsg-rupiah-masih-sangat-besar-1780044624938_169.png”}]’); Next Article Maybank Indonesia (BNII) Mau Bagi Dividen Rp 580 Miliar
Kredit ritel CFS tumbuh 4,1% Y-o-Y didukung pembiayaan otomotif anak usaha yang meningkat 7,4% serta kredit konsumer (kartu kredit dan KTA) yang tumbuh 6,7%.
Portofolio kredit korporasi Global Banking (GB) mencatat penurunan sebesar 12,4% Y-o-Y.
Dalam pelaksanaannya, Bank bertindak sebagai arranger, dan hingga kini, outstanding transaksi SRIA telah mencapai Rp500 miliar.
Total simpanan Perbankan Syariah tumbuh 7,5% menjadi Rp35,50 triliun didukung oleh pertumbuhan Giro dan Tabungan (CASA) sebesar 28,8% Y-o-Y.
Rasio CASA meningkat menjadi 61,2% pada Maret 2026 dari 53,0% pada Maret 2025.
Sedangkan berbicara permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR) BNII tercatat sebesar 26,3% dan rasio Common Equity Tier 1 (CET1) sebesar 25,2%.Likuiditas tetap sehat melalui Loan-to-Deposit Ratio (LDR) Bank-only sebesar 85,5%, Liquidity Coverage Ratio (LCR) Bank-only sebesar 146,2%, dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) Bank-only sebesar 112,4%.
Perbankan Syariah
Untuk lini bisnis syariah, total pembiayaan syariah tercatat tumbuh 10,4% Y-o-Y menjadi Rp32,23 triliun didukung pembiayaan Community Financial Services (CFS) dan Global Banking (GB) syariah.
Kredit non-ritel tumbuh 7,1% Y-o-Y terutama dari kredit segmen komersial (Business Banking) yang naik 15,6% dan kredit segmen Small and Medium Enterprise (SME+) yang tumbuh 12,3%.
Dengan demikian, Pendapatan Non-Bunga (NOII) turun 29,6% Y-o-Y menjadi Rp402 miliar.
Deposito berjangka turun 21,5% Y-o-Y sejalan melalui upaya Bank dalam mengoptimalkan komposisi pendanaan.
Namun, melalui Pendapatan Non-Bunga yang menurun, laba sebelum pajak (PBT) dan PATAMI turun masing-masing sebesar 21,5% dan 20,5% Y-o-Y.
Di sisi lain, kualitas aset bank tersebut membaik.
Beban pencadangan turun 69,8% Y-o-Y.
Pada kuartal pertama 2026, Perbankan Syariah membukukan laba sebelum pajak (PBT) sebesar Rp226 miliar, meningkat 52,1% Y-o-Y.
Presiden Komisaris Maybank Indonesia, Dato’ Sri Khairussaleh Ramli, mengatakan kinerja Bank pada kuartal pertama 2026 telah dibayangi volatilitas pasar.
Pembiayaan ritel CFS syariah meningkat 12,5% menjadi Rp10,78 triliun yang didorong utamanya oleh pembiayaan properti yang tumbuh 14,7%.
Sementara rasio Net Interest Margin (NIM) tetap stabil pada level 4,3% Y-o-Y.
Tekanan geopolitik global yang terjadi pada kuartal pertama 2026 menimbulkan volatilitas pasar keuangan.
Laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) tercatat sebesar Rp523 miliar, sedangkan beban pencadangan turun 47,9% Y-o-Y menjadi Rp123 miliar, mencerminkan kualitas aset membaik serta penerapan manajemen risiko yang pruden.
Per triwulan I-2026, fundamental bisnis inti Maybank Indonesia dilaporkan tetap kuat.
Selain itu, BNII juga berhasil membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk (Profit After Tax and Minority Interest /PATAMI) sebesar Rp299 miliar.
“Dalam kondisi ini, kami menyesuaikan ekspektasi dan fokus memanfaatkan peluang pertumbuhan pada segmen ritel dan non-ritel, korporasi (GB) termasuk Perbankan Syariah di tengah ketidakpastian yang berlangsung di sepanjang kuartal.
Ke depan, kami akan terus berupaya dalam menangkap peluang pertumbuhan melalui ekosistem Whole of Maybank serta, di saat yang sama, memperkuat bisnis inti sejalan melalui strategi ROAR30 Maybank Group,” ujar Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, Jumat (29/5/2026).
Untuk diketahui, selama triwulan pertama tahun 2026, BNII membukukan Pendapatan Bunga Bersih (NII) mencapai Rp1,81 triliun, meningkat 2,1%.
Financing-to-Deposit Ratio (FDR) tercatat sebesar 85,4%.
Laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) Perbankan Syariah naik 20,9% Y-o-Y didukung pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang tumbuh 5,9% diiringi biaya dana yang menurun.
SRIA dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan investor tertentu dan ikut berpartisipasi dalam membiayai suatu badan usaha.
Total aset tercatat sebesar Rp192,17 triliun, naik 1,2% Y-o-Y.
Simpanan nasabah meningkat sebesar 6,1% Y-o-Y menjadi Rp118,35 triliun didorong pertumbuhan Giro sebesar 37,5%, sementara Tabungan turun sebesar 1,9%.
Rasio CASA meningkat menjadi 69,1% pada Maret 2026 dibandingkan 57,6% pada Maret 2025.
Kualitas aset membaik melalui Non-Performing Financing (NPF) sebesar 2,2% (gross) dan 1,5% (net) pada Maret 2026 dibandingkan 2,4% (gross) dan 1,7% (net) pada Maret 2025.
Maybank Indonesia (BNII) Cetak Laba Sebelum Pajak Rp397 M Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 738858, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260529222225-17-738858/maybank-indonesia–bnii–cetak-laba-sebelum-pajak-rp397-m’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Elga Nurmutia, CNBC Indonesia 29 May 2026 22:27 Foto: Maybank Indonesia.
Hasil ini didukung oleh penurunan beban bunga serta komposisi pendanaan yang membaik.
Deposito berjangka turun 12,3%, sejalan melalui upaya Bank untuk memperkuat komposisi pendanaan dan mengoptimalkan biaya dana.
Sementara itu, pembiayaan korporasi segmen GB-LLC tumbuh 30,2% Y-o-Y.
Total pembiayaan syariah Maybank Indonesia berkontribusi sebesar 30,2% terhadap total portofolio pembiayaan Bank (Bank-only), sementara total aset Syariah menyumbang 24,5% terhadap total aset Bank (Bank-only).
Baca: Rebalancing MSCI & Isu DHE Picu Transaksi Jumbo Rp50 Triliun di BEI
Melalui Perbankan Syariah, Maybank Indonesia meluncurkan solusi Shariah Restricted Investment Account (SRIA) pertama di Indonesia.
Pembiayaan syariah CFS meningkat 10,4% menjadi Rp23,16 triliun dan pembiayaan GB syariah tumbuh 10,3% menjadi Rp9,07 triliun.
Pertumbuhan pembiayaan CFS non-ritel syariah ditopang oleh segmen SME+ dan Retail SME (RSME) yang tumbuh masing-masing sebesar 39,1% dan 6,0%.
Pendapatan operasional lainnya juga meningkat 18,1% Y-o-Y didorong pendapatan fee dari pembiayaan yang disalurkan dan transaksi reksa dana.
Giro tumbuh 60,1% menjadi Rp14,22 triliun dan Tabungan tumbuh 1,5% menjadi Rp10,29 triliun.
(Ist Maybank)
Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) berhasil menjaga kinerja di tengah meningkatnya tekanan geopolitik global melalui membukukan laba sebelum pajak (PBT) sebesar Rp397 miliar selama triwulan pertama tahun 2026.
Namun, segmen Large Local Corporate (LLC) GB dan transaksi Shariah Restricted Investment Account (SRIA) telah menunjukkan peningkatan yang akan dibukukan pada kuartal selanjutnya.
Pada Maret 2026, total kredit yang disalurkan relatif stabil sebesar Rp121,99 triliun.
Dampak dari hal tersebut adalah pendapatan fee GM turun menjadi Rp20 miliar.
Sementara, pendapatan fee selain GM juga mengalami penurunan meskipun pendapatan fee Premier Wealth naik 20,0% Y-o-Y dan fee terkait layanan ritel yang juga membaik. akibat Kondisi ini telah berdampak pada aktivitas trading surat berharga dan valuta asing Global Markets (GM),
Gross Operating Income tercatat sebesar Rp2,22 triliun dibandingkan Rp2,35 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, beban operasional naik 4,5% Y-o-Y sehubungan melalui aktivitas bisnis Bank.
Rasio Non-Performing Loan (NPL) sebesar 2,3% (gross) dan 1,4% (net) pada Maret 2026 dibandingkan 2,4% (gross) dan 1,5% (net) pada Maret 2025.
Baca: Bedah Masa Depan Industri Asuransi di Tengah Tingginya Inflasi Medis
Kredit dan Simpanan
Kredit CFS ritel dan non-ritel BNII tercatat tumbuh 5,4% menjadi Rp88,33 triliun.
Hal ini didukung oleh pertumbuhan kredit di beberapa segmen diiringi profil pendanaan yang membaik.
Analisis mendalam tentang Maybank Indonesia (BNII) Cetak Laba Sebelum Pajak Rp397 M akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
