Dolar AS Masih Cukup Kuat, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.690/US$

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Dolar AS Masih Cukup Kuat, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.690/US$ yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Dolar AS Masih Cukup Kuat, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.690/US$ Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 737110, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260522145515-17-737110/dolar-as-masih-cukup-kuat-rupiah-ditutup-melemah-ke-rp17690-us-‘; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia 22 May 2026 15:08 Foto: Warga melakukan penukaran mata uang rupiah ke dolar AS di Money Changer Valuta Artha Mas, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Per pukul 15.00 WIB, DXY naik 0,04% ke level 99,293.

//

Pelemahan rupiah hari ini terjadi seiring melalui rilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal I-2026 oleh Bank Indonesia (BI).

Baca: Dolar Betah di Atas Rp17.720, Begini Penjelasan Lengkap BI

Dalam laporan tersebut, transaksi berjalan Indonesia mencatat defisit US$4 miliar atau 1,1% dari PDB.

Defisit transaksi berjalan tersebut meningkat dibandingkan kuartal IV-2025 yang sebesar US$2,5 miliar atau 0,7% dari PDB.

Angka ini juga lebih tinggi dibandingkan kuartal I-2025 yang tercatat sebesar US$200 juta atau 0,1% dari PDB.

Defisit transaksi berjalan kuartal I-2026 menjadi yang terbesar sejak kuartal IV-2019, ketika defisit tercatat sebesar US$8,04 miliar.

Meski begitu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut terdapat beberapa sinyal positif dalam proses pembicaraan.

Selama dolar AS masih bertahan di area tinggi, ruang penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, cenderung ikut terbatas.

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260518114049-19-735517/video-rupiah-melemah-parah-begini-proyeksi-dolar-as-ke-depan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/735517?comscore=off”,”time”:912,”title”:”Video: Rupiah Melemah Parah, Begini Proyeksi Dolar AS Ke Depan”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/18/rupiah-melemah-begini-proyeksi-dolar-as-ke-depan-1779079580878_169.png”}]’); Next Article Rupiah Menguat Jelang Libur Natal, Dolar AS Turun Jadi Rp16.750

Dolar AS bertahan di dekat level tertinggi enam pekan pada perdagangan hari ini, setelah sinyal yang belum seragam terkait peluang kesepakatan damai AS-Iran memicu volatilitas di pasar keuangan global.

Washington dan Teheran masih berada pada posisi yang berseberangan terkait stok uranium Iran dan kendali Selat Hormuz.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di rentang Rp17.660/US$ hingga Rp17.725/US$. 

Pelemahan ini sekaligus melanjutkan tekanan pada perdagangan sebelumnya, ketika rupiah ditutup melemah 0,23% di level Rp17.640/US$.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, terpantau menguat.

(CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah menutup perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (22/5/2026), melalui pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda mengakhiri perdagangan di level Rp17.690/US$ atau terdepresiasi 0,28% dan sempat tembus level Psikologisnya di Rp17.700/US$.

Meski begitu, BI menyebut defisit transaksi berjalan masih tetap rendah.

“Neraca perdagangan nonmigas tetap membukukan surplus meskipun lebih rendah dibandingkan melalui surplus pada triwulan sebelumnya, sejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi global serta terganggunya rantai pasok perdagangan antarnegara,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Jumat (22/5/2026).

Dari eksternal, pergerakan dolar AS juga ikut menekan rupiah.

Analisis mendalam tentang Dolar AS Masih Cukup Kuat, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.690/US$ akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *