Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Warning dari AS, Pasar Obligasi Masuk Zona Bahaya-Investor Waspada yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Level itu menjadi yang tertinggi sejak 2007 atau sebelum krisis keuangan global 2008.
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Sementara itu, yield obligasi AS tenor 10 tahun naik mendekati 4,69%.
“US Treasuries are now firmly in the danger zone,” tulis HSBC dalam catatannya yang dikutip CNBCΒ International, dikutip Kamis (21/5/2026).
Analis menilai lonjakan yield membuat biaya pinjaman bagi perusahaan dan konsumen semakin mahal.
Namun ia memperingatkan tekanan pasar bisa meningkat apabila yield obligasi 10 tahun bergerak menuju 4,65%-4,70% dan tenor 30 tahun mendekati 5,5%.
Analis BMO Capital Markets Ian Lyngen juga memperingatkan pasar saham dapat mengalami koreksi lebih dalam apabila yield obligasi 30 tahun terus naik menuju 5,25%.
Menurutnya, pasar global kini sangat sensitif terhadap inflasi, kebijakan suku bunga, dan perkembangan geopolitik sepanjang 2026.
(sef/sef) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260520124006-19-736307/video-ihsg-rupiah-masih-dalam-tekanan-duit-investor-lari-ke-mana”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/736307?comscore=off”,”time”:509,”title”:”Video: IHSG & Rupiah Masih Dalam Tekanan, Duit Investor Lari Ke Mana?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/20/ihsg-rupiah-masih-dalam-tekanan-duit-investor-lari-ke-mana-1779256983258_169.png”}]’); Next Article BI Rate Naik Jadi 5.25%, Nasib Rupiah Bisa Menguat ke Rp17.300
Kondisi itu dapat menekan valuasi saham, terutama sektor teknologi dan perusahaan yang sangat bergantung pada pembiayaan utang.
Gejolak di pasar obligasi juga dipicu memanasnya perang di Iran yang mendorong harga energi naik dan memperbesar tekanan inflasi global.
Investor kini khawatir bank sentral AS atau Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan ketat lebih lama dari perkiraan pasar sebelumnya.
Chief Strategist Interactive Brokers, Steve Sosnick, menggambarkan kondisi saat ini sebagai “yellow alert” atau peringatan kuning, belum sepenuhnya krisis besar.
Kenaikan tajam tersebut dipicu kekhawatiran inflasi yang masih tinggi dan ekspektasi bahwa suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Pilihan Redaksi
- Media AS-Singapura Sorot Prabowo Kontrol Ekspor Komoditas, Sebut Ini
- Breaking News: Trump Umumkan Update Baru Proposal Damai Perang AS-Iran
- 28 Tahun Reformasi: Rupiah Terkuat Era SBY & Habibie, Terlemah Kapan?
- Moody’s Hukum Raksasa Amerika, Peringkat Utang Jatuh ke Level Baa3
“Strategis HSBC menyebut kondisi pasar obligasi AS kini sudah berada di level yang berpotensi menekan hampir seluruh kelas aset.
Internasional Warning dari AS, Pasar Obligasi Masuk Zona Bahaya-Investor Waspada Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 736700, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260521140755-17-736700/warning-dari-as-pasar-obligasi-masuk-zona-bahaya-investor-waspada’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); tps, CNBC Indonesia 21 May 2026 15:05 Foto: (Infografis/ lham Restu)
Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar obligasi Amerika Serikat (AS) disebut telah masuk ke “zona bahaya” setelah lonjakan tajam imbal hasil atau yield surat utang pemerintah AS memicu kekhawatiran baru di pasar keuangan global.
Strategis pasar memperingatkan kenaikan yield kini mulai memberi tekanan terhadap saham hingga aset berisiko lainnya.
Kekhawatiran tersebut muncul setelah aksi jual besar-besaran di pasar obligasi mendorong yield obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun menembus 5,19%.
Analisis mendalam tentang Warning dari AS, Pasar Obligasi Masuk Zona Bahaya-Investor Waspada akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
