Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Prajogo Pangestu Jadi Konglomerat RI Paling Boncos Tahun Ini yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Pundi-pundi Robert dan Low masing-masing tercatat sebesar US$15,5 miliar dan US$15,2 miliar.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Budi Hartono dan Low Tuck Kwong sebenarnya juga mencatat penurunan harta.
Prajogo Pangestu Jadi Konglomerat RI Paling Boncos Tahun Ini Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 736665, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260521123846-17-736665/prajogo-pangestu-jadi-konglomerat-ri-paling-boncos-tahun-ini’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia 21 May 2026 13:35 Foto: Prajogo Pangestu.
Imbasnya, Morgan Stanley Capital International (MSCI) dalam pengumuman tinjauan Mei 2026, memutuskan untuk mendepak BREN dari indeks saham berkapitalisasi besar dan menengah Indonesia.
Saham-saham Prajogo lainnya juga ambruk dalam sebulan terakhir.
Padahal pada akhir 2025, kapitalisasi pasar BREN sempat menembus sekitar Rp1.298 triliun.
Saham ini memang menjadi sorotan belakangan ini, usai terungkap memiliki High Shareholding Concentration (HSC) sebesar 97,31%.
Kekayaannya kini tercatat sebanyak US$13,6 miliar atau sekitar 240,14 triliun (kurs Rp 17.660).
Bila dibandingkan melalui awal tahun, harta Prajogo telah turun US$15 miliar, setara Rp 264,86 triliun atau ambles 52,45%.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Prajogo kini berada di bawah pemilik Grup Djarum, Robert Budi Hartono dan pemilik Bayan Resources (BYAN), Low Tuck Kwong.
Pun melalui orang-orang terkaya RI lain yang berada di dalam daftar Forbes, tidak ada yang mengalami penurunan kekayaan ekstrem seperti Prajogo.
Merosotnya harta Prajogo tidak terlepas dari koreksi signifikan saham-saham miliknya.
Seperti PT Barito Renewables Energy Tbk.
Akan tetapi penurunan harta mereka jauh lebih kecil dibandingkan Prajogo.
(CNN Indonesia/Dinda Audriene)
Jakarta, CNBC Indonesia — Konglomerat petrokimia Prajogo Pangestu kini bukan lagi orang nomor satu terkaya di Indonesia.
(TPIA) turun 47,21%, PT Chandra Daya Investasi Tbk.
Seiring melalui melemahnya saham-saham yang ia kendalikan, Prajogo telah tersingkirkan dari tahta nomor satu dan kini berada di urutan orang ketiga terkaya di RI.
Berdasarkan perhitungan Forbes Real Time Billionaires per 21 Mei 2026, kekayaan pemilik Grup Barito itu menurun tajam sebesar 17,35% kemarin, menjadikannya salah satu konglomerat paling boncos dalam sehari.
Artinya, hampir Rp1.000 triliun nilai pasar BREN telah menguap.
Sementara itu, kapitalisasi pasar TPIA kini berada di kisaran Rp196,4 triliun, BRPT Rp146,3 triliun, CDIA Rp94,25 triliun, CUAN Rp62,96 triliun, dan PTRO sekitar Rp37 triliun.
Secara total, kapitalisasi pasar enam emiten inti grup Prajogo kini berada di kisaran Rp872 triliun, jauh di bawah posisi puncaknya yang sempat diperkirakan menembus lebih dari Rp2.300 triliun.
Dengan demikian, nilai kapitalisasi pasar grup Prajogo diperkirakan telah menyusut lebih dari Rp1.400 triliun dari posisi tertingginya.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260304123545-19-715909/video-selat-hormuz-panas-emiten-prajogo–tpia–umumkan-force-majeure”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/715909?comscore=off”,”time”:97,”title”:”Video: Selat Hormuz Panas, Emiten Prajogo (TPIA) Umumkan Force Majeure”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/04/selat-hormuz-panas-emiten-prajogo-tpia-umumkan-force-majeure-1772604374388_169.png”}]’); Next Article Harta Prajogo Pangestu Lenyap Rp 31,5 Triliun Dalam 1×24 Jam
(PTRO) turun 11,50%.
Baca: IHSG Ambrol Dikaitkan BUMN Ekspor, Purbaya Buka Suara
Sepanjang tahun berjalan, saham-saham tersebut sudah turun lebih dari 50%, bahkan ada yang merosot hingga 75%.
Seiring melalui koreksi tajam harga saham, kapitalisasi pasar Barito Renewables Energy (BREN) kini tinggal sekitar Rp335,9 triliun.
Analisis mendalam tentang Prajogo Pangestu Jadi Konglomerat RI Paling Boncos Tahun Ini akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
