Rupiah Menguat 0,54% Usai BI Rate Naik, Dolar AS Turun ke Rp17.600

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Rupiah Menguat 0,54% Usai BI Rate Naik, Dolar AS Turun ke Rp17.600 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Pada awal perdagangan, rupiah dibuka melemah 0,20% di level Rp17.730/US$ dan sempat menyentuh Rp17.745/US$.

Dengan demikian, kenaikan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% berada di atas ekspektasi mayoritas responden polling.

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260518114049-19-735517/video-rupiah-melemah-parah-begini-proyeksi-dolar-as-ke-depan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/735517?comscore=off”,”time”:912,”title”:”Video: Rupiah Melemah Parah, Begini Proyeksi Dolar AS Ke Depan”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/18/rupiah-melemah-begini-proyeksi-dolar-as-ke-depan-1779079580878_169.png”}]’); Next Article Rupiah Menguat Jelang Libur Natal, Dolar AS Turun Jadi Rp16.750

Sejalan melalui itu, suku bunga Deposit Facility ditetapkan sebesar 4,25%, sementara Lending Facility sebesar 6,25%.

“Kebijakan ini sebagai langkah lanjutan memperkuat stabilitas rupiah dari dampak gejolak Timur Tengah,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam paparan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG), Rabu (20/5/2026).

Perry menjelaskan, keputusan tersebut juga diarahkan untuk mendukung pencapaian sasaran inflasi 2,5Β±1%.

Menurut Perry, kebijakan BI sejalan dengan fokus moneter 2026 yang diarahkan pada stabilitas untuk memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

“Sementara itu kebijakan makroprudential dan sistem pembayaran diarahkan pro-growth.

Kebijakan makroprudential longgar didorong untuk pertumbuhan ekonomi mendorong kredit sektor riil,” paparnya.

Keputusan BI tersebut lebih agresif dibandingkan mayoritas perkiraan pasar.

Rupiah Menguat 0,54% Usai BI Rate Naik, Dolar AS Turun ke Rp17.600 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 736389, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260520144122-17-736389/rupiah-menguat-054-usai-bi-rate-naik-dolar-as-turun-ke-rp17600’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia 20 May 2026 15:04 Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah diΒ Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025).Β (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah mengakhiri perdagangan Rabu (20/5/2026) melalui penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS), setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan.

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup menguat 0,54% ke level Rp17.600/US$.

Berdasarkan hasil polling CNBC Indonesia, dari 15 lembaga/institusi yang berpartisipasi, sebanyak sembilan lembaga memperkirakan BI akan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,00%.

Sementara itu, enam lembaga lainnya memproyeksikan BI masih akan menahan suku bunga acuan di level 4,75%.

Namun, rupiah kemudian berbalik menguat seiring pengumuman kenaikan BI Rate.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, terpantau menguat.

Per pukul 15.00 WIB, DXY naik 0,06% ke level 99,388.

//

Penguatan rupiah terjadi setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%.

Penguatan ini sekaligus membalikkan posisi rupiah dari perdagangan sebelumnya, Selasa (19/5/2026), yang ditutup melemah di level Rp17.695/US$.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Breaking, IHSG Terkoreksi 0,8% Usai BI Putuskan Kerek Suku Bunga

Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak cukup volatil.

Analisis mendalam tentang Rupiah Menguat 0,54% Usai BI Rate Naik, Dolar AS Turun ke Rp17.600 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *