Breaking! IHSG Dibuka Anjlok 1,35% Jelang Keputusan Suku Bunga BI

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Breaking! IHSG Dibuka Anjlok 1,35% Jelang Keputusan Suku Bunga BI yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

IHSG Dibuka Anjlok 1,35% Jelang Keputusan Suku Bunga BI Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 736151, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260520084850-17-736151/breaking-ihsg-dibuka-anjlok-135-jelang-keputusan-suku-bunga-bi’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi,  CNBC Indonesia 20 May 2026 09:04 Foto: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa (19/5/2026).

Sejumlah sentimen akan membayangi kinerja pasar modal hari ini, melalui yang paling utama datang dari bank sentral.

Sebanyak 156 saham terkoreksi, 146 saham menguat, dan 314 saham bergerak stagnan.

Suku bunga Deposit Facility juga tetap sebesar 3,75%, sementara Lending Facility dipertahankan di 5,50%.

Keputusan tersebut menjadi kali ketujuh BI menahan suku bunga acuannya secara berturut-turut.

Jika hasil RDG kali ini sesuai melalui mayoritas konsensus, maka ini akan menjadi kenaikan suku bunga pertama dalam dua tahun terakhir.

Terakhir kali BI menaikkan suku bunga terjadi pada April 2024, saat bank sentral mengerek BI Rate sebesar 25 basis poin dari 6,00% menjadi 6,25%.

Tekanan terhadap rupiah menjadi salah satu alasan utama pasar mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga.

Mata uang Garuda terus mencetak level terlemah baru terhadap dolar AS, sementara gejolak eksternal dari perang AS-Iran masih membuat ketidakpastian global tinggi dan menahan harga energi dunia di level yang mahal.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko imported inflation, terutama jika harga minyak terus bertahan tinggi dan rupiah tetap lemah.

Pagi ini saham-saham yang paling ramai ditransaksikan adalah BBCA, ASPR, BBRI, BUMI dan TPIA.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Baca: Wajah Baru IHSG: Anjlok 3% Jadi Hal Biasa, Sedih Tapi Mau Gimana Lagi?

Ini Fakta Pahitnya”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/07/cnbc-indonesia-tv-1778146766866_169.jpeg”}]’); Next Article IHSG Loyo Hari Ini, Saham Prajogo Kasih Tekanan Terbesar

Di sisi lain, tekanan terhadap pasar keuangan domestik juga masih terlihat dari pergerakan IHSG dan yield SBN.

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260507162728-19-733179/video-benar-ihsg-selalu-menguat-saat-ekonomi-naik-ini-fakta-pahitnya”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/733179?comscore=off”,”time”:762,”title”:”Video: Benar IHSG Selalu Menguat Saat Ekonomi Naik?

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 158 miliar melalui volume perdagangan 235 juta saham dalam 31.500 kali transaksi.

(CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka melemah pada awal perdagangan hari ini, Rabu (20/5/2026).

IHSG turun 0,29% atau 18,47 poin ke posisi 6.352,20.

Tekanan yang kian berat terhadap nilai tukar rupiah, ditambah meningkatnya risiko eksternal, membuat ruang BI untuk tetap menahan suku bunga semakin sempit.

Pada RDG terakhir di April 2026, BI kembali mempertahankan BI Rate di level 4,75%.

Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Rabu siang ini (20/5/2026).

Keputusan tersebut menjadi salah satu agenda paling penting yang ditunggu pelaku pasar, terutama di tengah tekanan berat terhadap rupiah dan pasar keuangan domestik.

Berdasarkan polling CNBC Indonesia, dari 15 lembaga/institusi yang berpartisipasi, sebanyak sembilan lembaga memperkirakan BI akan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,00%.

Sementara enam lembaga lainnya memproyeksikan BI masih akan menahan suku bunga acuan di level 4,75%.

Mayoritas pelaku pasar kini melihat kenaikan suku bunga mulai menjadi skenario utama pada RDG kali ini.

Adapun kapitalisasi pasar menciut menjadi Rp 11.079 triliun

Sesaat setelah dibuka IHSG tercatat langsung ambles makin dalam ke zona merah dan melemah hingga 1,35%.

Analisis mendalam tentang Breaking! IHSG Dibuka Anjlok 1,35% Jelang Keputusan Suku Bunga BI akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *