Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Penyebab IHSG Tiba-Tiba Anjlok 2% Siang Ini yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Pada perdagangan Senin, IHSG sempat turun lebih dari 4%, tetapi berhasil memangkas koreksi menjadi -1,85% pada penutupan.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Mengutip Refinitiv, nyaris seluruh sektor berada di zona merah, kecuali kesehatan.
DXY turun 0,11% ke posisi 99,094.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260513132725-19-734708/video-msci-depak-18-sahampelaku-pasar-yakin-ri-tetap-emerging-market”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/734708?comscore=off”,”time”:643,”title”:”Video: MSCI Depak 18 Saham,Pelaku Pasar Yakin RI Tetap Emerging Market”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/13/msci-depak-18-saham-ri-bos-sekuritas-yakin-ri-bertahan-di-emerging-market-1778654370942_169.png”}]’); Next Article IHSG Pangkas Koreksi, Ditutup Turun 1,85% Hari Ini
Pada pembukaan perdagangan pagi ini, rupiah berada di level Rp17.650/US$ atau melemah 0,06%.
Tekanan terhadap rupiah terjadi meski indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah.
Penyebab IHSG Tiba-Tiba Anjlok 2% Siang Ini Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 735866, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260519112420-17-735866/penyebab-ihsg-tiba-tiba-anjlok-2-siang-ini’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh, CNBC Indonesia 19 May 2026 11:38 Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam menjelang akhir sesi 1 perdagangan hari ini, Selasa (19/5/2026).
Per pukul 11.11 WIB IHSG anjlok 2% atau -136,33 poin ke level 6.462,91. Penurun terus berlanjut dan hingga IHSG menyentuh level terendah 6.428,63.
Sebanyak 525 saham turun, 183 naik, dan 251 stagnan.
Nilai transaksi terbilang ramai, yakni mencapai Rp 11,98 triliun, melibatkan 19,56 miliar saham, dalam 1,4 juta kali transaksi.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Koreksi tajam IHSG hari ini melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan kemarin.
Investor institusi pengelola dana indeks (passive fund) dikhawatirkan tidak akan menemukan pembeli (counterparty) yang cukup jika harus keluar dari saham tersebut secara mendadak.
IHSG juga mengalami tekanan seiring melalui melemahnya nilai tukar rupiah.
Rupiah bahkan kembali menembus level psikologis baru.
Merujuk data Refinitiv, per pukul 09.13 WIB, rupiah melemah 0,34% ke level Rp17.700/US$.
Pelemahan ini berlanjut setelah rupiah sudah dibuka melemah pada awal perdagangan.
Faktor penyebabnya adalah FTSE menilai likuiditas saham HSC cenderung memburuk secara material. yang mengakibatkan Kemudian diikuti oleh Amman Mineral (AMMN) -10,94 poin, Mora Telematika (MORA) -8,97 poin, dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) -7,5 poin.
Sebagai informasi, tiga dari empat emiten tersebut merupakan saham yang didepak dari indeks MSCI.
Adapun tekanan terbesar terhadap IHSG sejak akhir pekan lalu datang dari saham-saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index.
Tekanan IHSG juga ditambah lagi oleh pengumuman dari penyedia indeks global lainnya, FTSE yang ikut buka suara soal masa depan saham-saham RI yang tergabung dalam indeks besutannya.
Dalam pengumuman terbaru bertajuk “Index Treatment for the June 2026 Index Review” yang dirilis Rabu (13/5/2026), FTSE memberikan sinyal keras terkait potensi penghapusan saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Aturan terbaru FTSE diterbitkan menyusul upaya otoritas pasar modal Indonesia dalam meningkatkan transparansi, termasuk publikasi daftar High Shareholding Concentration (HSC).
Dalam dokumen tersebut, FTSE Russell menegaskan bahwa jika sebuah perusahaan menjadi subjek peringatan konsentrasi kepemilikan saham dari otoritas bursa dan keuangan, di mana saham beredar hanya dikuasai segelintir pihak, maka saham tersebut akan didepak dari indeks pada tinjauan berikutnya.
“Untuk memastikan integritas dan replikabilitas indeks, FTSE Russell akan menghapus sekuritas yang terdampak pada harga nol pada tinjauan Juni 2026, efektif mulai pembukaan pasar pada Senin, 22 Juni 2026,” tulis pengumuman resmi tersebut.
Baca: Mendadak Kunjungi BEI, Dasco Bilang Begini ke Bos OJK dan BEI
Kebijakan “harga nol” ini diambil
Bahan baku turun paling dalam, yakni -7,4% seiring melalui koreksi tajam pada saham-saham emiten Prajogo Pangestu.
Chandra Asri (TPIA) yang turun 15% menjadi pemberat utama dengan bobot -11,16 poin.
Analisis mendalam tentang Penyebab IHSG Tiba-Tiba Anjlok 2% Siang Ini akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
