BI: Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 7.627 Triliun di Akhir Kuartal I

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang BI: Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 7.627 Triliun di Akhir Kuartal I yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 29,5% pada kuartal I-2026 dari 30,0% pada triwulan IV 2025, serta didominasi oleh ULN jangka panjang melalui pangsa mencapai 85,4% dari total ULN.

ULN swasta tetap didominasi oleh utang jangka panjang melalui pangsa mencapai 76,6% terhadap total ULN swasta.

Denagn demikian, BI melihat struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Posisi ULN pemerintah tersebut didominasi utang jangka panjang melalui pangsa mencapai 99,99% dari total ULN pemerintah.

Sementara itu, BI mencatat ULN swasta menurun.

“Upaya tersebut dilakukan melalui meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” ujarnya.

(haa/haa) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260423131511-19-729214/video-bi-sebut-modal-likuiditas-perbankan-ri-masih-aman”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/729214?comscore=off”,”time”:152,”title”:”Video: BI Sebut Modal & Likuiditas Perbankan RI Masih Aman”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/23/bi-sebut-modal-likuiditas-perbankan-ri-masih-aman-1776928268846_169.png”}]’); Next Article BI Jaga Rupiah, Cadangan Devisa RI Turun Lagi Jadi US$ 146,2 M

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menuturkan perkembangan posisi ULN tersebut dipengaruhi oleh ULN sektor publik dan ULN sektor swasta

BI mengklaim ULN pemerintah tumbuh lebih rendah.

Posisi ULN Indonesia pada kuartal I-2026 tercatat sebesar US$ 433,4 miliar atau Rp 7.627 triliun (kurs: Rp 16.700/US$).

Posisi ULN ini secara tahunan tumbuh sebesar 0,8%, melambat dibandingkan melalui pertumbuhan pada triwulan IV 2025 sebesar 1,9%.

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk mendukung Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (22,1% dari total ULN pemerintah); Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (20,2%); Jasa Pendidikan (16,2%); Konstruksi (11,5%); serta Transportasi dan Pergudangan (8,5%).

Posisi ULN pemerintah pada triwulan I 2026 sebesar US$ 214,7 miliar atau tumbuh sebesar 3,8% (yoy), lebih rendah dibandingkan melalui pertumbuhan pada kuartal IV-2025 sebesar 5,5% (yoy).

“Perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran modal masuk asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional seiring dengan tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia,” kata Denny, dalam siaran pers, Senin (18/5/2026).

Sebagai salah satu instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), ULN pemerintah dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel dengan pemanfaatan yang terus diarahkan untuk mendukung belanja prioritas pemerintah dan memanfaatkan momentum pertumbuhan perekonomian.

Posisi ULN swasta pada kuartal I02026 tercatat sebesar US$ 191,4 miliar, menurun dibandingkan melalui posisi pada kuartal IV-2025 sebesar US$ 194,2 miliar, atau secara tahunan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,8% (yoy).

P

“enurunan posisi ULN terjadi pada kelompok peminjam lembaga keuangan (financial corporations) dan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations), yang secara tahunan masing-masing tercatat kontraksi sebesar 3,6% (yoy) dan 1,3% (yoy),” kata Denny.

Berdasarkan sektor ekonomi, Denny mengatakan ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik dan Gas; serta Pertambangan dan Penggalian, melalui pangsa mencapai 80,4% dari total ULN swasta.

Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN.

BI: Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 7.627 Triliun di Akhir Kuartal I Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 735512, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260518112936-17-735512/bi-utang-luar-negeri-ri-tembus-rp-7627-triliun-di-akhir-kuartal-i’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); haa,  CNBC Indonesia 18 May 2026 11:32 Foto: REUTERS/Iqro Rinaldi

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) mengklaim Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal I-2026 tumbuh melambat.

Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Analisis mendalam tentang BI: Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 7.627 Triliun di Akhir Kuartal I akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *