Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Dividen sampai Musim Haji Alasan Dolar AS Capai Rp17.630 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Itu penyebab-penyebabnya,” ujarnya.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Myrdal pun menyoroti derasnya arus keluar dana asing atau hot money outflow dari pasar saham dan surat utang negara (SUN) yang semakin menekan rupiah.
Kendati demikian, surplus neraca perdagangan Indonesia yang masih melebar dinilai menjadi kabar baik bagi pasar.
Faktor penyebabnya adalah eksportir belum sepenuhnya mengonversi devisa hasil ekspor (DHE) ke rupiah.
“Jadi Valas yang mereka punya dari aktivitas ekspor itu belum dikonversi secara penuh secara 100% sehingga supply valas domestik kita jadi kelihatan tidak bisa mengakomodir permintaan valas domestik yang tinggi. yang mengakibatkan Permintaan valuta asing meningkat seiring kebutuhan pembayaran dividen perusahaan dan musim haji.
Di sisi lain, pasokan valas domestik dinilai belum optimal
Namun hingga saat ini, pemerintah belum mengungkapkan strategi lebih lanjut misi penyelamatan rupiah tersebut.
(haa/haa) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260507162728-19-733179/video-benar-ihsg-selalu-menguat-saat-ekonomi-naik-ini-fakta-pahitnya”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/733179?comscore=off”,”time”:762,”title”:”Video: Benar IHSG Selalu Menguat Saat Ekonomi Naik?
(CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat.
Jadi APBN nya masih relatif aman,” kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Selasa (12/5/2026)
Kendati demikian, Purbaya memastikan melalui level yang ada saat ini, pemerintah akan terlibat aktif membantu BI mengelola tekanan dolar AS terhadap rupiah yang terus terjadi saat ini.
Ia mengklaim, kas pemerintah saat ini sangat berlimpah untuk membantu BI melakukan intervensi tekanan dolar di pasar obligasi atau bond.
Pelaku pasar melihat peluang penurunan suku bunga AS tahun ini semakin kecil.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
“Malah ada kemungkinan suku bunga The Fed akan naik pada tahun ini setelah melihat perkembangan inflasi Amerika Serikat dari sisi Consumer Price Index yang naik ke level 3,8% year on year pada periode bulan April tahun 2026,” ujar Myrdal kepada CNBC Indonesia dikutip Senin (18/5/2026).
Baca: Breaking News!
Rupiah melemah tajam hingga 0,97% dan terdepresiasi ke level Rp17.630/US$.
Chief Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto menilai penguatan dolar disebabkan oleh ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter bank sentral AS, The Federal Reserve.
Sehingga, tekanannya sudah terantisipasi dalam fiskal pemerintah tahun ini.
Meskipun dalam asumsi makro yang tertuang secara resmi dalam UU APBN 2026 ialah senilai Rp 16.500/US$, jauh di bawah kondisi rupiah saat ini.
“Jadi saat waktu kita hitung itu, kita asumsinya sudah di atas asumsi APBN rupiahnya.
Tetapi memang harus diakui bahwa ruang gerak kebijakan menjadi lebih sempit dibanding beberapa tahun lalu,” ujarnya.
Yusuf menilai kalau tekanan rupiah berlanjut lebih dalam, dampaknya akan terasa melalui beberapa jalur sekaligus.
Adapun yang paling cepat merasakan dampaknya adalah inflasi impor atau imported inflation.
“Harga barang yang bergantung pada impor seperti BBM non-subsidi, obat-obatan, gandum, pakan ternak, hingga barang elektronik akan mulai naik secara bertahap,” ujarnya.
Sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, tekanan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang menembus level Rp 17.500/US$ belum memberikan efek terhadap anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) termasuk beban utang.
Ia mengatakan, saat menyusun APBN 2026 pada tahun lalu, pemerintah kata dia telah memasukkan asumsi kurs hingga ke level Rp 17.500/US$.
Dolar AS Tembus Rp17.630
Tak hanya faktor eksternal, tekanan domestik juga dinilai memperbesar pelemahan rupiah.
Jadi enggak saya umumin, tapi di atas itu, enggak jauh sama sekarang.
Ini Fakta Pahitnya”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/07/cnbc-indonesia-tv-1778146766866_169.jpeg”}]’); Next Article Jelang RDG BI, Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp17.130/US$
Kenyataannya, pelemahan rupiah lebih dalam dalam beberapa periode terakhir, yang menunjukkan adanya tambahan country risk premium yang diminta investor untuk memegang aset Indonesia,” ujar Yusuf kepada CNBC Indonesia dikutip Senin (18/5/2026).
Terkait kemungkinan rupiah menyentuh angka Rp 18.000/US$, Yusuf menilai pasar sebaiknya tidak terjebak pada angka psikologis tertentu.
Pasalnya, lebih baik memantau indikator penentunya seperti pergerakan DXY, yield US Treasury 10 tahun, capital flow di pasar SBN, posisi cadangan devisa, serta CDS Indonesia sebagai indikator persepsi risiko negara.
“Selama Bank Indonesia masih konsisten melakukan triple intervention, cadangan devisa tetap memadai, dan tidak ada shock tambahan dari sisi fiskal maupun politik, sebenarnya masih ada bantalan untuk menjaga pasar tetap orderly.
Hanya saja, pelebaran surplus tersebut juga dipengaruhi impor yang melemah akibat kurs rupiah yang semakin mahal bagi importir.
Baca: Rupiah Terus Melemah, Deretan Emiten Punya Utang Dolar Ini Menangis
Sementara itu, Ekonom Center of Reform on Economisc (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai pelemahan rupiah saat ini berasal dari kombinasi tekanan global dan domestik yang datang bersamaan.
Namun, pelemahan rupiah yang lebih dalam dibanding mata uang regional menunjukkan adanya faktor risiko domestik.
“Kalau murni faktor global, pergerakan rupiah seharusnya relatif sejalan melalui ringgit, baht, atau peso.
Dividen sampai Musim Haji Alasan Dolar AS Capai Rp17.630 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 735527, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260518120141-17-735527/dividen-sampai-musim-haji-alasan-dolar-as-capai-rp17630’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zahwa Madjid, CNBC Indonesia 18 May 2026 12:10 Foto: Warga melakukan penukaran mata uang rupiah ke dolar AS di Money Changer Valuta Artha Mas, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda pada perdagangan Senin (18/5/2026) dibuka di zona merah.
Analisis mendalam tentang Dividen sampai Musim Haji Alasan Dolar AS Capai Rp17.630 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
