Ternyata Ini Penyebab IHSG Ambruk 1,4% Pagi Ini

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Ternyata Ini Penyebab IHSG Ambruk 1,4% Pagi Ini yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Sebagai informasi, hari ini saham BMRI memasuki periode ex date. 

Selain BMRI, saham lain yang menekan laju IHSG yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar 8,38 poin, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 7,38 poin, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) 6,72 poin, serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar 6,27 poin.

DSSA dan BREN masih melajutkan koreksi dalam jelang pengumuman indeks MSCI pada 12 Mei 2026.

Ternyata Ini Penyebab IHSG Ambruk 1,4% Pagi Ini Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 733917, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260511092123-17-733917/ternyata-ini-penyebab-ihsg-ambruk-14-pagi-ini’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh,  CNBC Indonesia 11 May 2026 09:28 Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia.

Faktor penyebabnya adalah ada libur dan cuti bersama Peringatan Kenaikan Yesus Kristus pada Kamis dan Jumat.

Agenda krusial dari pasar modal domestik yang wajib diantisipasi pada 12 Mei 2026 adalah siklus rebalancing indeks MSCI. yang mengakibatkan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) menjadi penopang terbesar dengan kontribusi positif 22,42 poin indeks.

Sementara saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Permata Tbk (BNLI), dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turut menjadi penahan koreksi meski kontribusinya relatif terbatas.

Baca: Pekan Ini IHSG Dibayangi MSCI, Cek Saham yang Potensi Cuan

Adapun pasar keuangan Indonesia pekan ini akan berlangsung pendek yakni tiga hari

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi pemberat utama indeks melalui kontribusi penurunan mencapai 27,39 poin indeks.

Sebanyak 419 saham melemah, sementara hanya 173 saham menguat dan 367 stagnan.

IHSG sempat memantul dan memangkas koreksi menjadi -0,4% akan tetapi selang beberapa menit kembali anjlok lebih dari 1%. 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Nilai transaksi per pukul 09.24 WIB sudah mencapai Rp4,28 triliun melalui volume perdagangan 8,33 miliar saham dalam 613 ribu kali transaksi.

Mengutip Refinitiv, tekanan terbesar terhadap IHSG datang dari saham perbankan jumbo.

Berdasarkan pengumuman resmi MSCI tertanggal 20 April 2026, lembaga indeks global tersebut memberikan tanggapan atas reformasi transparansi pasar modal yang diinisiasi oleh OJK, BEI, dan KSEI.

Reformasi tersebut mencakup peningkatan keterbukaan pemegang saham di atas 1%, klasifikasi investor yang lebih rinci, penerapan kerangka High Shareholding Concentration (HSC), serta peta jalan peningkatan batas minimal free float menjadi 15%.

MSCI saat ini sedang mengevaluasi ruang lingkup serta efektivitas dari sumber data baru ini dalam penentuan estimasi saham beredar publik atau free float secara lebih luas.

Untuk tinjauan indeks Mei 2026, MSCI menetapkan perlakuan interim khusus bagi efek asal Indonesia untuk membatasi risiko investabilitas.

Kebijakan yang paling signifikan adalah keputusan MSCI untuk menghapus atau men-delete sekuritas yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia masuk dalam kerangka High Shareholding Concentration (HSC).

MSCI juga akan menggunakan data pengungkapan pemegang saham 1% untuk menyesuaikan estimasi free float jika diperlukan.

Evaluasi lebih lanjut terhadap reformasi ini dijadwalkan akan dikomunikasikan kembali dalam Market Accessibility Review pada Juni 2026 mendatang.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260427094713-19-730064/video-arah-ihsg-hadapi-sentimen-dalam-luar-negeri-di-pekan-pendek”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/730064?comscore=off”,”time”:378,”title”:”Video: Arah IHSG Hadapi Sentimen Dalam & Luar Negeri di Pekan Pendek”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/27/arah-ihsg-hadapi-sentimen-dalam-luar-negeri-di-pekan-pendek-ini-1777259383650_169.png”}]’); Next Article Tekanan Jual Masih Besar, IHSG Sesi 1 Turun 1,28%

Kedua saham ini diperkirakan akan ditendang dari indeks global tersebut. 

Sementara itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), hingga PT Merdeka Gold Resources Tbk (MDKA) juga masuk jajaran top laggards indeks pagi ini.

Di tengah tekanan pasar, hanya segelintir saham yang mampu menahan pelemahan IHSG.

(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles lebih dari 1% pada awal perdagangan Senin (11/5/2026), terseret tekanan jual di saham-saham big caps perbankan hingga konglomerasi.

Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI) per pukul 09.07 WIB, IHSG turun 97,41 poin atau 1,40% ke posisi 6.871,99.

MSCI akan membekukan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factors (FIF) dan Number of Shares (NOS), serta tidak akan melakukan penambahan konstituen baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).

Selain itu, MSCI tidak akan melakukan migrasi naik (upward migration) untuk sekuritas dari segmen Small Cap ke Standard.

Analisis mendalam tentang Ternyata Ini Penyebab IHSG Ambruk 1,4% Pagi Ini akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *