Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Harga Minyak Naik ke US$104, Pasokan Global Kembali Bikin Cemas yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Kondisi itu membuat pasar kembali menghitung potensi gangguan suplai global.
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Sebelumnya, harga minyak sempat jatuh selama tiga hari beruntun pekan lalu setelah muncul laporan bahwa AS dan Iran semakin dekat menuju kesepakatan yang dapat membuka kembali Selat Hormuz secara penuh.
Meski Presiden AS Donald Trump mengatakan gencatan senjata masih berlaku, baku tembak terbaru membuat pasar kembali panik terhadap risiko distribusi energi global.
Baca: Pekan Ini IHSG Dibayangi MSCI, Cek Saham yang Potensi Cuan
Dari sisi teknikal harga, lonjakan Senin pagi membuat Brent kini sudah pulih lebih dari 4% dibanding posisi Jumat lalu.
Dalam dua pekan terakhir, Brent sempat terbang ke US$118,03 per barel pada 29 April sebelum anjlok ke area US$100 akibat munculnya harapan gencatan senjata AS-Iran.
Harga Minyak Naik ke US$104, Pasokan Global Kembali Bikin Cemas Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 733879, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260511083124-17-733879/harga-minyak-naik-ke-us-104-pasokan-global-kembali-bikin-cemas’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta, CNBC Indonesia 11 May 2026 09:35 Foto: kotkoa / Freepik
Jakarta, CNBCΒ Indonesia βΒ Harga minyak dunia kembali menanjak pada awal perdagangan pekan ini.
Pasar masih dibayangi ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan damai terbaru yang diajukan Washington.
Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI/CLc1) naik 3,68% ke posisi US$98,93 per barel dari sebelumnya US$95,42 per barel.
//
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Kenaikan ini memperpanjang volatilitas ekstrem yang sudah terjadi sejak akhir April.
Namun optimisme itu buyar setelah Iran menuding AS melanggar gencatan senjata, sementara Washington menyebut serangan terbaru sebagai aksi balasan atas tembakan Iran terhadap kapal angkatan laut AS di sekitar selat.
Militer Iran bahkan mengeklaim serangan AS menyasar kapal tanker minyak Iran dan wilayah sipil.
Namun secara mingguan volatilitasnya masih sangat lebar.
Jalur Selat Hormuz pun masih belum sepenuhnya terbuka, membuat pasokan energi global tetap ketat.
Mengacu data Refinitiv per Senin (11/5/2026) pukul 08.30 WIB, harga minyak Brent kontrak Juli (LCOc1) tercatat US$104,59 per barel, melonjak 3,26% dibanding penutupan Jumat sebelumnya di US$101,29 per barel.
Jalur tersebut sebelumnya mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia sebelum konflik pecah pada akhir Februari lalu.
Dalam rentang 28 April hingga 11 Mei, Brent bergerak dari US$111,26 per barel, sempat menyentuh US$118,03, lalu jatuh ke US$100 sebelum kembali melesat di atas US$104.
Pola serupa terjadi di WTI yang bergerak dari US$99,93 menuju US$106,88, kemudian turun ke US$94-an sebelum rebound mendekati US$99 per barel.
CNBC Indonesia Research
(emb/emb) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260422101341-19-728781/video-jurus-emitan-migas-genjot-produksi-saat-harga-minyak-meroket”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/728781?comscore=off”,”time”:519,”title”:”Video: Jurus Emitan Migas Genjot Produksi Saat Harga Minyak Meroket”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/22/jurus-emitan-migas-genjot-produksi-saat-harga-minya-meroket-efek-perang-1776829739569_169.png”}]’); Next Article Harga Minyak Masih Membara, Sekarang Tembus US$ 84 per Barel
Namun reli kembali pecah setelah proposal perdamaian terbaru gagal mencapai kata sepakat.
Reuters via Refinitiv melaporkan, negosiasi terbaru antara Washington dan Teheran belum menghasilkan kesepakatan, sementara Selat Hormuz masih tertutup sebagian.
Analisis mendalam tentang Harga Minyak Naik ke US$104, Pasokan Global Kembali Bikin Cemas akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
