Kisah Robohnya Kerajaan Bisnis Salim Usai Berjaya 3 Dekade

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Kisah Robohnya Kerajaan Bisnis Salim Usai Berjaya 3 Dekade yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Dari sanalah, Anthony memantau perkembangan bisnisnya setelah masa-masa sulit itu.

Setelah kerusuhan mereda dan Soeharto akhirnya lengser, BCA mengalami kerugian paling parah.

Tercatat ada 122 cabang rusak yang terdiri dari 17 kantor terbakar habis, 26 cabang dirusak dan dijarah, dan 75 cabang rusak tetapi tidak dijarah.

Mereka ingin masuk ke rumah mewah Liem.

Anthony tak berkutik.

(Kompas, 15 Mei 1998).

Melihat situasi Jakarta yang sangat parah, Anthony langsung berpikir untuk pergi meninggalkan kantornya.

BCA menjadi yang terparah.

Sejarawan M.C Ricklefs dalam Sejarah Indonesia Modern (2009) menyebut, selama masa krisis nasabah menarik dana secara massal dan besar-besaran.

Pengambilalihan ini bertujuan untuk menolong BCA agar tidak jatuh terlalu dalam.

Sejak itulah, BCA tidak lagi menjadi milik keluarga Salim.

Faktor penyebabnya adalah kondisi keuangannya semakin berdarah-darah tak tertolong. yang mengakibatkan Seminggu setelah Soeharto lengser pada 21 Mei 1998, BCA diambil alih oleh pemerintah

Mereka membakar furnitur, mencopot lukisan dan mengobrak-abrik kamar.

Ini terjadi usai unjuk rasa beralih menjadi kerusuhan rasial pada 13 Mei 1998.

Hari itu, Jakarta dan sekitarnya dilanda kerusuhan, penjarahan, dan pembakaran terhadap rumah, bangunan pertokoan dan banyak kendaraan (Kompas, 14 Mei 1998).

Munculnya sentimen anti-Soeharto buntut meluasnya krisis ekonomi ke kemelut politik menjadi pukulan telak bagi Salim.

Sebab, kerusuhan massa juga menyasar permukiman warga Tionghoa.

Dia segera memerintahkan satpam untuk mempersilahkan massa masuk merusak rumahnya, ketimbang dihadang dan terjadi pertumpahan darah.

“Dalam sekejap, seluruh mobil di garasi terbakar, termasuk juga seisi rumah.

Hanya Indocement yang masih bisa bertahan.

Meski begitu, pukulan telak terjadi di kerajaan bisnis sektor perbankan.

Sejak saat itu, Salim berperan sebagai pemasok logistik bagi pasukan Kolonel Soeharto selama masa Perang Kemerdekaan Indonesia.

“Setelah Soeharto meraih kekuasaan di Indonesia pada pertengahan 1960-an dan menjadi presiden, dia didukung oleh kelompok kroni pengusaha, yang terbesar dan terkuat adalah Liem Sioe Liong,” tulis Richard Borsuk dan Nancy Chng dalam Liem Sioe Liong dan Salim Group (2016), dikutip Minggu (3/12/2023).

Keduanya terlibat dalam relasi saling menguntungkan selama tiga dekade.

Kondisi ini membuat BCA yang tidak lagi dipercaya masyarakat terancam bangkrut.

Dikhawatirkan, jika Salim berdiam diri di rumahnya, dia bisa terbunuh.

Prediksi itu kemudian benar terjadi.

Aksi ini dilakukan oleh massa yang sudah terprovokasi.

Pabriknya di Solo dijarah dan dibakar hingga menelan kerugian Rp 42 miliar.

Dia takut kalau kantornya bakal bernasib sama seperti rumahnya.

Pusat distribusinya di Tangerang juga hancur dijarah massa.

Soeharto melindungi Liem dan memastikan bisnisnya berjalan lancar.

Dan tokoh sentral yang melekat melalui deskripsi itu adalah Sudono Salim.

“Perusahaan para cukong dan keluarga Soeharto merupakan sasaran utama pembakaran dan penjarahan.

Sedangkan Soeharto juga sukses memegang kuasa di Tanah Air.

Pagi hari pada 14 Mei, Anthony menerima kabar kalau rumah bapaknya didatangi sekelompok pemuda bertampang mengancam, bersenjatakan jerigen bahan bakar, dan perkakas.

Namun, itu semua perlahan rontok saat memasuki krisis 1998.

Kisah Robohnya Kerajaan Bisnis Salim Usai Berjaya 3 Dekade Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 731795, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260503161700-17-731795/kisah-robohnya-kerajaan-bisnis-salim-usai-berjaya-3-dekade’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi,  CNBC Indonesia 03 May 2026 16:30 Foto: Infografis/ Salim Grup/ Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia – Sudono Salim alias Liem Sioe Liong dikenal sebagai salah satu konglomerat besar di Indonesia melalui rekam jejak bisnis yang panjang.

Jaringan usahanya yang luas menarik perhatian Kolonel Soeharto untuk menjalin kerja sama.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Saat Presiden RI dan Satu Dunia Ketipu Sama Gunung Emas

Hubungan keduanya terjalin melalui perantara sepupu Soeharto, Sulardi.

Bank Central Asia milik Liem Sioe Liong merupakan objek serangan utama,” tulis Ricklefs.

Richard Borsuk dan Nancy Chng dalam Liem Sioe Liong dan Salim Group (2016), mengungkapkan meski dijadikan target amukan massa, Sudono Salim, istri, dan beberapa anaknya sedang berada di Amerika Serikat menemani Salim yang bakal operasi mata.

Bahkan mereka mencoret-coret rumah melalui kata-kata tidak pantas,” tutur Anthony kepada Richard Borsuk dan Nancy Chng.

Setelah beberapa menit melakukan itu, asap hitam dengan cepat membumbung tinggi dari kediaman Salim.

Bisnisnya pun tidak hanya Indofood, tetapi juga merambah sektor migas, konstruksi, dan perbankan.

Β 

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260402111901-19-723488/video-rupiah-sempat-sentuh-17000-perlukah-khawatir”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/723488?comscore=off”,”time”:275,”title”:”Video: Rupiah Sempat Sentuh 17.000, Perlukah Khawatir?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/02/cnbc-indonesia-tv-1775103877992_169.jpeg”}]’); Next Article Kini Jaya Merajai RI, Kronologi Malapetaka Sempat Hantam Bisnis Salim

Di Jakarta, hanya ada Anthony Salim yang bekerja di Wisma Indocement, Jl.

Liem lewat kerajaan bisnis Salim Group menyalurkan dana kepada Soeharto, keluarga, dan kroni lainnya.

Alhasil, kedua pihak pun berjaya di jalannya masing-masing.

Faktor penyebabnya adalah ada stereotip bahwa mereka patut dibenci hanya karena kaya raya dan dekat dengan penguasa Soeharto. yang mengakibatkan Mereka menyasar bangunan dan kendaraan milik orang Tionghoa, bahkan menargetkan orang Tionghoa itu sendiri.

Jemma Purdey dalam Kekerasan Anti-Tionghoa di Indonesia 1996-1999 (2013) menjelaskan munculnya sentimen rasial terhadap Tionghoa disebabkan

Rangkaian krisis ini mencapai puncak pada Mei 1998.

Kedekatan melalui Soeharto rupanya menjadi malapetaka bagi Salim saat itu.

Ratusan orang rela antre berjam-jam untuk menguras seluruh tabungannya.

Pemerintah lewat Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) resmi menjadikan BCA sebagai BTO (Bank Taken Over).

Dirinya juga memiliki kedekatan melalui Soeharto sejak masa sang presiden masih berpangkat kolonel.

Pada periode awal berdirinya Indonesia, Sudono Salim dikenal sebagai pengusaha yang bergerak di bidang impor cengkeh serta penyedia logistik untuk kebutuhan militer.

Namun, kejayaan keduanya tiba-tiba hancur sekejap dalam waktu beberapa hari saja pada Mei 1998.

Salim sukses membangun tiga kerajaan bisnis di tiga sektor, antara lain perbankan (Bank Central Asia, BCA), bangunan (Indocement), dan makanan (Bogasari dan Indofood).

Sudirman.

Anthony kala itu sampai tidak berani pulang ke rumah bapaknya di kawasan Roxy.

Lalu, ada 150 ATM yang dirusak dan diambil uang tunainya hingga menelan kerugian Rp 3 miliar.

Selain BCA, Indofood juga mendapat serangan.

Dia lantas pergi ke Bandara Halim untuk menuju Singapura memakai pesawat jet pribadi.

Salim sukses terdaftar sebagai orang terkaya di Indonesia.

Di jalanan, foto Salim dilempari batu dan dibakar oleh massa yang marah.

Rakyat yang mengetahui kedekatan keduanya menjadikan Salim sebagai target sasaran.

Richard Borsuk dan Nancy Chng menyebut untuk menghidupi kembali mesin-mesin kekayaannya, Salim hanya mengandalkan Indofood.

Kini, nyaris 30 tahun setelah kejadian memilukan itu, bisnis keluarga SalimΒ kembali berjaya.

Analisis mendalam tentang Kisah Robohnya Kerajaan Bisnis Salim Usai Berjaya 3 Dekade akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *