Dulu Bantu Ibu Jaga Warung di Petojo, Sekarang Punya 23.000 Toko

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Dulu Bantu Ibu Jaga Warung di Petojo, Sekarang Punya 23.000 Toko yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Ketika memasarkan rokok baru inilah, Djoko mendirikan PT Alfa Retailindo pada 1989 usai mengubah gudang Sampoerna di Jl Lodan No.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260430171033-19-731371/video-laba-emiten-properti-terbelah-siapa-melejit-siapa-sakit”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/731371?comscore=off”,”time”:806,”title”:”Video: Laba Emiten Properti Terbelah, Siapa Melejit Siapa Sakit?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/30/cnbc-indonesia-tv-1777544791056_169.png”}]’); Next Article Raja Gula RI Pilih Kabur ke Singapura Demi Hindari Pajak Pemerintah

Djoko segera dapat “durian runtuh”.

“Alfa dinyatakan go public pada 18 Januari 2000.

(Dokumen Alfa Group/Youtube Momentum Talk)

Jakarta, CNBC IndonesiaΒ β€” Tak banyak yang menyangka, seorang anak yang dulu membantu ibunya menjaga warung kelontong kecil di kawasan Petojo kini menjadi pemilik jaringan ritel terbesar di Indonesia.

Beringin Raya, Tangerang.

Keberadaan Alfa Minimart mendapat respons positif dari masyarakat.

Mulanya, difungsikan sebagai distributor rokok baru Sampoerna, tetapi perlahan jadi toko kelontong yang menjual berbagai macam barang.

Toko Gudang Rabat kemudian berkembang besar dan memiliki banyak cabang di beberapa kota Indonesia.

CNBC Insight Dulu Bantu Ibu Jaga Warung di Petojo, Sekarang Punya 23.000 Toko Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 731490, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260501100510-17-731490/dulu-bantu-ibu-jaga-warung-di-petojo-sekarang-punya-23000-toko’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); MFakhriansyah,  CNBC Indonesia 01 May 2026 10:50 Foto: Djoko Susanto.

Bahkan, tulis Sam Setyautama, pada 1987 Djoko sudah punya 15 jaringan toko grosir dan terpilih sebagai penjual rokok Gudang Garam terbesar.

Di tengah jalan, keberhasilan Djoko menjual rokok ini menarik perhatian petinggi PT HM Sampoerna, yakni Putera Sampoerna.

“Pertemuannya melalui Putera Sampoerna, bos PT HM Sampoerna akhir 1986 mengubah nasibnya secara total.

Sosok itu adalah Djoko Susanto, pendiri Alfamart yang kini memiliki puluhan ribu gerai di berbagai daerah.

Perjalanan hidup pria bernama asli Kwok Kwie Fo itu tidak langsung mulus.

Pada tahun 1990-an, Gudang Rabat menjelma menjadi retail pesaing Indomaret bentukan Salim Group melalui memiliki 32 gerai.

Namanya kemudian berubah menjadi Alfa Minimart di bawah PT Sumber Alfaria Triyaja pada 18 Oktober 1999.

Saat itu nilai kapitalisasi pasar Alfa ditaksir mencapai US$ 108,29 juta,” tulis buku Kaum Supertajir Indonesia (2008).

Sejak 1 Januari 2003, Alfa Minimart berubah menΒ­jadi Alfamart.

Seiring waktu, usaha tersebut fokus menjual rokok dalam skala besar, melalui mitra utama Gudang Garam.

Tak disangka, penjualan rokok mendapatkan hasil positif.

Khusus terkait bencana, naskah ini diharapkan bisa membangun kesadaran dan kewaspadaan terhadap mitigasi bencana.

Alfa Minimart berupaya mirip melalui Indomaret, yakni minimarket yang bisa dijangkau masyarakat secara dekat, di mana bangunan pertamanya di Jl.

Dari warung kelongtong milik ibunya bernama Toko Sumber Bahagia, Djoko mulai memahami seluk-beluk bisnis ritel dari bawah.

Di posisi inilah, Djoko turut serta memasarkan merek baru Sampoerna bernama Sampoerna A Mild di tahun 1989.

Baca: Pengusaha Muslim Terkaya di Dunia, Punya Harta Rp 500 Triliun Lebih

Kelak, rokok ini menjadi salah satu yang populer di Indonesia.

80.

“Dengan modal Rp 2 miliar, gudang itu disulap menjadi Toko Gudang Rabat, melalui 40% saham dimiliki Puetera Sampoerna, dan sisanya dimiliki Kwok Kwie Fo (alias Djoko Susanto),” tulis Sam Setyautama.

Toko Gudang Rabat itu jadi cikal bakal Alfa.

Ia terbiasa melayani pelanggan, mengatur stok barang, hingga menjaga toko dari pagi hingga malam.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Di sana, ia menjaga warung yang menjual berbagai kebutuhan seperti kacang tanah, minyak sayur, sabun, hingga rokok.

Ia diangkat menjadi direktur penjualan PT Sampoerna yang membawa PT HM Sampoerna ke peringkat kedua terbesar setelah Gudang Garam,” tulis Sam Setyautama dalam Tokoh-Tokoh Etnis Tionghoa Di Indonesia (2008).

Kepiawaiannya memasarkan rokok membuatnya juga dipercaya menjadi direktur PT Panarmas yang menjadi distributor rokok Sampoerna.

Ia sempat bekerja sebagai pegawai di perusahaan perakitan radio, sebelum akhirnya memutuskan berhenti dan kembali membantu usaha keluarga pada 1996.

Keputusan sederhana itu justru menjadi titik balik yang mengubah arah hidupnya.

Putera Sampoerna ikut menyuntikkan modalnya dan kemudian Alfamart beranak-pinak seperti sekarang.

Saat ini total gerai Grup Alfamart mencapai lebih dari 23.000 toko, termasuk gerai yang dikelola anak usaha seperti Alfamidi dan Lawson.

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Analisis mendalam tentang Dulu Bantu Ibu Jaga Warung di Petojo, Sekarang Punya 23.000 Toko akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *