Laba Naik tapi Kas Menyusut, Ada Apa dengan DEWA?

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Laba Naik tapi Kas Menyusut, Ada Apa dengan DEWA? yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026, harga saham DEWA sempat menguat signifikan dari kisaran Rp400-an hingga menyentuh area Rp600-650, didukung lonjakan volume transaksi.

Namun, setelah program buyback berakhir pada Februari 2026, momentum kenaikan tidak berlanjut.

Dampak dari hal tersebut adalah laba bruto meningkat menjadi Rp268,7 miliar. 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Sementara itu, sepanjang tiga bulan pertama 2026, kas dan setara kas DEWA turun drastis dari Rp1,59 triliun pada awal tahun menjadi hanya Rp486,8 miliar pada akhir Maret. akibat Beban pokok pendapatan tercatat turun lebih dalam dibanding penurunan pendapatan,

Kenaikan ini terjadi di tengah pendapatan yang relatif stagnan, yakni Rp1,55 triliun dari sebelumnya Rp1,58 triliun.

Peningkatan laba terutama ditopang oleh perbaikan margin.

Nilai ini menyumbang lebih dari 70% total penurunan kas selama periode tersebut.

Baca: Tren Pertumbuhan Lanjut, ANTAM Cetak Laba Rp3,66 T di Kuartal I-2026

Mengutip keterbukaan informasi, DEWA telah merealisasikan pembelian kembali saham dalam periode singkat, yakni sejak 10 Desember 2025 hingga 13 Februari 2026.

Total dana yang digunakan mencapai Rp949,9 miliar untuk membeli sekitar 1,63 miliar saham, atau hampir seluruh alokasi dana yang disiapkan.

Artinya, terjadi penurunan kas sebesar sekitar Rp1,1 triliun dalam satu kuartal.

Pada 2025, kas justru meningkat sekitar Rp117 miliar selama kuartal berjalan. 

Dari sisi operasional, arus kas masih mencatatkan angka positif sebesar Rp163,3 miliar, meski turun jauh dibandingkan Rp604,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Tercatat, tekanan utama berasal dari aktivitas pendanaan.

DEWA mengeluarkan arus kas bersih sebesar Rp991 miliar dari aktivitas ini.

Salah satu faktor terbesar adalah aksi pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp791 miliar.

Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 731109, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260429230458-17-731109/laba-naik-tapi-kas-menyusut-ada-apa-dengan-dewa’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh,  CNBC Indonesia 30 April 2026 07:35 Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Kinerja keuangan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) pada kuartal I-2026 pada satu sisi menunjukkan laba bersih perusahaan  tumbuh solid. Akan tetapi di sisi lain, posisi kas justru menyusut tajam.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, DEWA membukukan laba bersih sebesar Rp92,7 miliar, naik dari Rp68,9 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Saham DEWA cenderung bergerak sideways dan saat ini berada di kisaran Rp500, atau di bawah harga rata-rata buyback.

Adapun selain buyback, perusahaan juga melakukan pembayaran utang dan kewajiban lainnya dalam jumlah signifikan, termasuk pembayaran utang lain-lain jangka panjang sekitar Rp246 miliar serta cicilan pinjaman bank jangka panjang Rp167 miliar.

Di sisi lain, arus kas untuk investasi juga tercatat negatif sebesar Rp275,9 miliar, terutama untuk belanja aset tetap sebesar Rp253 miliar.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260416144533-19-727330/video-didukung-ojk-dana-pensiun-mau-tambah-investasi-pasar-modal”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/727330?comscore=off”,”time”:462,”title”:”Video: Didukung OJK, Dana Pensiun Mau Tambah Investasi Pasar Modal”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/16/ojk-siapkan-instrumen-khusus-dana-pensiun-mau-tambah-investasi-di-pasar-modal-1776326355789_169.png”}]’); Next Article BNI (BBNI) Mau Buyback Saham Rp 905,48 Miliar

Aksi ini berlangsung melalui harga pembelian berkisar Rp430 hingga Rp655 per saham. Jika dirata-ratakan, harga buyback berada di kisaran Rp580 per saham.

Dampak dari aksi korporasi tersebut juga tercermin di pergerakan harga saham.

Analisis mendalam tentang Laba Naik tapi Kas Menyusut, Ada Apa dengan DEWA? akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *