Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Net Sell Asing Ciut dan IHSG Rebound, Sinyal Tekanan Mereda? yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Di sisi lain, mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. sedangkan Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 731105, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260429210605-17-731105/net-sell-asing-ciut-ihsg-rebound-sinyal-tekanan-mereda’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia 30 April 2026 07:00 Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia — Aksi jual investor asing di pasar saham RI masih berlanjut pada perdagangan Rabu (29/4/2026),
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
(BUMI) – Rp32,6 miliar
Berdasarkan data perdagangan, total nilai transaksi mencapai Rp14,62 triliun, melalui rincian beli Rp6,71 triliun dan jual Rp7,9 triliun.
Ketika saham bank masih dijual, artinya investor global belum sepenuhnya kembali meningkatkan eksposur ke pasar domestik.
Meski demikian, nilai jual yang mulai menurun mengindikasikan tekanan di sektor ini mulai kehilangan momentum.
IHSG mematahkan tren koreksi yang terjadi pada tujuh hari perdagangan sebelumnya.
Sebagai informasi, dibandingkan melalui level tertinggi pada 14 April 2026, IHSG sudah mengalami koreksi 7,49%.
Sejumlah saham yang menjadi penggerak utama pada perdagangan kemarin adalah TLKM, IMPC, APIC, GOTO dan SMMA.
(BBCA) – Rp307,7 miliar
(ERAA) – Rp25,6 miliar
Pada 27-28 April, aksi jual merata di berbagai sektor, mulai dari perbankan, energi, hingga properti.
(SONA) – Rp205,7 miliar
Saham yang membebani dan menjadi pemberat IHSG untuk melaju lebih kencang adalah TPIA, DSSA, MORA dan BRPT.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260423163103-19-729329/video-rupiah-ambrol-ihsg-melemah-lebih-dari-2-ke-level-7300″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/729329?comscore=off”,”time”:429,”title”:”Video: Rupiah Ambrol & IHSG Melemah Lebih Dari 2% ke Level 7.300″,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/23/rupiah-ambrol-ihsg-melemah-lebih-dari-2-ke-level-7300-1776936755753_169.png”}]’); Next Article Investor Asing Diam-Diam Lepas 10 Saham Ini Kala IHSG Ambruk
Apabila net sell asing terus menyusut bisa menjadi indikasi awal peluang pemulihan IHSG.
Sementara itu, pada perdagangan kemarin IHSG ditutup naik 28,84 poin atau 0,41% ke level 7.101,23.
(AMMN) – Rp22,7 miliar
Baca: 97% Penjualan Diserap Domestik, Intip Mesin Cuan Antam (ANTM)
Konsistensi aksi jual saham bank jumbo menunjukkan bahwa investor asing masih melakukan pengurangan risiko dari aset paling likuid di pasar domestik seiring melalui ketidakpastian kondisi ekonomi secara global.
Dalam konteks aliran dana global, sektor perbankan kerap menjadi indikator utama arah dana asing.
(PTRO) – Rp48,5 miliar
(BBRI) – Rp69,6 miliar
Net Sell Asing Ciut & IHSG Rebound, Sinyal Tekanan Mereda?
Saham bank jumbo menyumbang lebih dari 2/3 net sell asing.
Adapun berikut 10 saham dengan net foreign sell terbesar pada perdagangan kemarin:
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) – Rp443,8 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk.
Setelah dua hari sebelumnya mencatatkan outflow jumbo lebih dari Rp2 triliun, pada perdagangan kemarin tekanan menyusut menjadi Rp1,19 triliun.
Pelemahan intensitas jual ini memberi sinyal awal bahwa tekanan asing mulai berkurang, meski arah arus dana global yang keluar dari pasar domestik masih cenderung besar.
Jika dibandingkan melalui dua hari sebelumnya, pola transaksi asing menunjukkan perubahan.
(ASII) – Rp27,5 miliar
- PT Erajaya Swasembada Tbk.
Bahkan pada 28 April, tekanan jual mencapai puncaknya melalui sejumlah saham siklikal dan properti ikut terkena aksi lepas besar.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Pada perdagangan kemarin, sektor perbankan menjadi fokus utama.
Analisis mendalam tentang Net Sell Asing Ciut dan IHSG Rebound, Sinyal Tekanan Mereda? akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
