Breaking News! BNI (BBNI) Cetak Laba Rp5,66 Triliun di Kuartal I-2026

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Breaking News! BNI (BBNI) Cetak Laba Rp5,66 Triliun di Kuartal I-2026 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Dampak positifnya, biaya dana menjadi lebih efisien.

Platform digital turut menjadi pendorong utama dalam memperkuat pertumbuhan tersebut.

Hingga akhir Maret 2026, BNI mampu meningkatkan CASA market share 120 bps dari 10,1% di Maret 2025 menjadi 11,3% di Februari 2026.

BNI (BBNI) Cetak Laba Rp5,66 Triliun di Kuartal I-2026 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 730807, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260429095421-17-730807/breaking-news-bni–bbni–cetak-laba-rp566-triliun-di-kuartal-i-2026’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia 29 April 2026 10:05 Foto: Dok BNI

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Pada saat yang sama, pendapatan non-bunga tumbuh 12,6% terutama didorong peningkatan fee dari transaksi pada platform digital atau e-channel.

Alhasil, pendapatan bunga bersih tercatat naik 16% yoy menjadi Rp11,03 triliun.

Dalam keterangan resmi, Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengungkapkan bahwa kinerja keuangan BNI ditopang oleh basis dana murah (CASA) yang semakin solid.

Hingga Maret 2026, jumlah pengguna wondr by BNI telah melampaui 13 juta, dan BNIdirect untuk korporasi mencatat pertumbuhan pengguna dan nilai transaksi lebih dari 16% yoy.

Pada fungsi intermediasi, penyaluran kredit tumbuh 20,1% yoy menjadi Rp919,3 triliun pada Maret 2026.

Lantas, Pendapatan Operasional sebelum Pencadangan (PPOP) mencapai Rp9,3 triliun.

Meski demikian, likuiditas BNI melonggar, tercermin dari rasio perbandingan pinjaman terhadap simpanan alias loan to deposit ratio (LDR) BNI turun 969 basis poin (bps) menjadi 83,46%

Sementara itu, surat berharga yang dimiliki BNI tercatat naik tinggi 23,73% yoy menjadi Rp220,65 triliun sepanjang kuartal I-2026.

Penyaluran kredit ini tumbuh seimbang di sisi business banking dan consumer ritel.

Dari sisi kualitas aset, rasio Non-Performing Loan (NPL) membaik menjadi 1,94%, Loan at Risk berada di level 8,6% atau sudah lebih baik dari level sebelum pandemi, serta credit cost di level 1,1% sesuai melalui guidance.

Struktur pendanaan dan ekspansi kredit yang sehat menopang pertumbuhan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 12,1% yoy.

Struktur pendanaan yang kuat ini menjadi enabler bagi ekspansi kredit, sekaligus menjaga efisiensi biaya dana dan mengindikasikan adanya peningkatan pangsa pasar di tengah kompetisi likuiditas yang ketat.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Respon Aksi Demonstrasi di Pematang Siantar, Ini Jawaban BNI

Pertumbuhan dana murah (CASA) BNI mencapai 26,6% yoy menjadi Rp731,6 triliun pada Maret 2026, ditopang oleh pertumbuhan giro sebesar 39,7% yoy dan tabungan yang mencatat pertumbuhan 10,4% yoy.

Perolehan itu hanya tumbuh tipis 5,21% secara tahunan atau year on year (yoy).

Mengutip laporan keuangannya, BNI mencatatkan pendapatan bunga 13,67% yoy menjadi Rp19 triliun.

(BBNI) mencatatkan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp5,66 triliun sepanjang kuartal I-2026.

Peningkatan itu jauh melampaui pertumbuhan ekspansi kredit bank pelat merah itu.

“Kinerja ini menunjukkan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi, dan pengelolaan risiko yang disiplin,” tutur Paolo.

(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260420130046-19-728169/video-soal-kasus-dana-rp-28-m-paroki-aek-nabara-ini-janji-ojk-bni”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/728169?comscore=off”,”time”:115,”title”:”Video: Soal Kasus Dana Rp 28 M Paroki Aek Nabara, Ini Janji OJK & BNI!”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/20/soal-kasus-dana-paroki-aek-nabara-ini-janji-ojk-bni-1776668950844_169.png”}]’); Next Article Danantara Alihkan 223,78 Juta Saham BNI (BBNI) ke BP BUMN

Analisis mendalam tentang Breaking News! BNI (BBNI) Cetak Laba Rp5,66 Triliun di Kuartal I-2026 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *