Cerita Lo Kheng Hong Boncos 85%, Lalu All In ke Saham Ini!

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Cerita Lo Kheng Hong Boncos 85%, Lalu All In ke Saham Ini! yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Harga saham UNTR saat Lo Kheng Hong menjual investasinya sudah ada di angka Rp 15 ribu per saham.

“Saya gemetar kan duit saya kecil, tiba-tiba jadi banyak.

Akan tetapi, dia akhirnya bisa terhindar dari ancaman tersebut dan kembali bangkit berkat pekerjaannya sebagai investor saham.

Lo wKheng Hong bercerita, saat krisis 1998 terjadi, dia hanya memiliki uang sisa 15% dari seluruh hartanya.

Saya waktu itu sudah full time investor, istri ibu rumah tangga, anak 2, saya nggak kerja lagi, duit tinggal 15%,” kata Lo Kheng Hong, saat berbincang di acara SPOD yang diselenggarakan PT Syailendra Capital dan ditayangkan pada akun YouTube perusahaan, dikutip Senin (27/4/2026).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Sadar dirinya akan bangkrut, Lo Kheng Hong akhirnya memutuskan untuk menyimpan seluruh sisa hartanya di saham PT United Tractor Tbk (UNTR).

Sementara saat itu dia sudah tidak memiliki pekerjaan dan mengandalkan keahliannya sebagai seorang investor saham.

“Uang saya berkurang 85%, sisa 15%.

Faktor penyebabnya adalah Lo Kheng Hong menilai perusahaan tersebut memiliki prospek cerah dan valuasinya tinggi.

“Masa harga saham Rp250, laba usaha per saham Rp7.800. yang mengakibatkan Menurutnya, pemilihan UNTR sebagai lokasi penyimpanan saham tunggal dilakukan

Akan tetapi, dia tetap mempertahankan pendiriannya untuk hanya berinvestasi di perusahaan tersebut.

Alhasil, setelah 6 tahun memegang saham UNTR, Lo Kheng Hong menjual seluruh asetnya di sana pada 2004.

Laba usahanya Rp 1,1 triliun, dibagi jumlah saham 138 juta, kan, (laba per saham) Rp7.800.

Demikian saya survive di 1998,” katanya.

Lo Kheng Hong adalah investor sukses yang lahir 20 Februari 1959 dan kerap dijuluki Warren Buffet Indonesia.

Itu posisi yang paling rendah dalam hidup saya,” kata Lo Kheng Hong dalam video yang diunggah dalam akun instagram @lukas_setiaatmaja, dikutip Senin (26/4/2021).

Bahkan ketika itu sempat tersiar kabar bahwa investor kondang ini sudah jatuh bangkrut ketika harga saham ini tidak kunjung bangkit.

Namun dia tetap yakin ketika itu lantaran dia tidak memiliki utang sama sekali, bahkan masih memiliki aset lain di saham PT Petrosea Tbk (PTRO).

Meski kehilangan uang dalam jumlah besar, dia tetap berfokus pada asetnya yang ada saat ini, bukan pada asetnya yang hilang di saham tersebut.

Faktor penyebabnya adalah dengan menjadi investor di perusahaan publik, harga sahamnya selalu meningkat dan menghasilkan laba besar.

Dia konsisten menerapkan prinsip value investing, atau berinvestasi dengan membeli saham dengan harga murah tapi berpotensi tumbuh.

Lo Kheng Hong juga tercatat menjadi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5% di beberapa emiten seperti PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN), emiten multifinance dari Grup Panin, lalu saham pabrik ban PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) dan saham emiten media Grup MNC PT Global Mediacom Tbk (BMTR).

Baca: 45.866 Investor Nyangkut di Sritex (SRIL), Ada Lo Kheng Hong Rp30 M

Kisah lainnya, ternyata dia juga pernah mengalami ‘nyangkut’ di salah satu saham.

Diceritakannya melalui sebuah unggahan video pada 2016, dimana dia pernah berinvestasi di saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan kemudian harganya ambles ke harga Rp 50 alias gocap.

Tak tanggung-tanggung bahkan investor yang dikenal sebagai Warren Buffettnya Indonesia ini memiliki saham BUMI sebanyak 1 miliar saham atau kala itu setara dengan 2,7% di saham tersebut. yang mengakibatkan Dia menilai, menjadi seorang investor saham itu bisa membuat kaya

Hal ini tetap membuatnya tidak stress, bahkan masih sempat untuk mengisi kelas di Universitas Prasetiya Mulya.

“Tetapi ketika saya berada di titik terendah, saya mendapatkan ilmu yang terhebat.

Cerita Lo Kheng Hong Boncos 85%, Lalu All In ke Saham Ini!

Saya put everything di United Tractor, nggak bisa pilih yang lain.

Saat itu, harga saham UNTR per lembar ada di level Rp 250 per saham.

Bukan tanpa alasan pria melalui sapaan akrab LKH ini melakukan hal tersebut.

Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 730045, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260427084453-17-730045/cerita-lo-kheng-hong-boncos-85-lalu-all-in-ke-saham-ini’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri,  CNBC Indonesia 27 April 2026 09:20 Foto: Lo Kheng Hong (CNBC Indonesia/Houtmand P.

Waktu saya di titik terendah, ilmu saham saya bertambah hebat, sangat hebat sekali.

Faktor penyebabnya adalah kondisi pasar yang tak kunjung membaik bahkan cenderung turun dalam beberapa waktu terakhir.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260402111901-19-723488/video-rupiah-sempat-sentuh-17000-perlukah-khawatir”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/723488?comscore=off”,”time”:275,”title”:”Video: Rupiah Sempat Sentuh 17.000, Perlukah Khawatir?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/02/cnbc-indonesia-tv-1775103877992_169.jpeg”}]’); Next Article Lo Kheng Hong Punya Gaji Sejuta Bisa Beli Rumah Mewah, Ini Rahasianya yang mengakibatkan Saya membeli saham lebih berhati-hati, berfikir lebih lama,” terangnya.

Setelah satu setengah tahun memegang saham ini dan merasakan kerugian, akhirnya Lo Kheng Hong berhasil melepas saham ini di harga Rp 500 pada 2017 lalu.

Mungkin hal ini bisa menjadi pembelajaran bagi para investor saham yang saat ini masih getol untuk terjun ke pasar saham, namun merasa galau

Ia pernah hampir bangkrut dan nyaris tidak memiliki uang sepeser pun saat krisis mendera Indonesia pada 1998 silam.

Saya pikir kalau nanti dia turun lagi uang saya hilang bagaimana?

Saragih)

Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asal Indonesia Lo Kheng Hong yang terkenal sukses dari investasi saham ternyata tak selamanya cuan.

Faktor penyebabnya adalah kinerja harga saham UNTR terpantau lambat bergerak positif. yang mengakibatkan Beli seluruhnya hanya di 1 counter,” ujarnya.

Lo Kheng Hong bercerita, keputusannya saat itu sempat meragukan

Diakuinya

“Yang paling buruk itu ketika saya membeli saham BUMI dalam jumlah besar dan sahamnya turun ke Rp 50, untung saya punya kekuatan untuk tidak menjual saham saya di harga Rp 50, bahkan saya membeli lebih banyak.

Analisis mendalam tentang Cerita Lo Kheng Hong Boncos 85%, Lalu All In ke Saham Ini! akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *