AS-Iran Berpeluang Damai, Harga Minyak Longsor ke Bawah US$100

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang AS-Iran Berpeluang Damai, Harga Minyak Longsor ke Bawah US$100 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Pada Senin, Brent ditutup naik lebih dari 4%, sedangkan WTI menguat hampir 3%.

Revisi ini memberi sinyal bahwa konsumsi energi global tidak sekuat perkiraan sebelumnya.

Lembaga internasional seperti IMF, Bank Dunia, dan IEA juga meminta negara-negara dunia tidak menimbun pasokan energi atau menerapkan larangan ekspor.

Presiden AS Donald Trump bahkan mengatakan Iran “ingin membuat kesepakatan” pada Senin, 13 April 2026 waktu Amerika Serikat .

Data ANZ memperkirakan sekitar 10 juta barel per hari pasokan crude telah terdampak secara efektif.

AS-Iran Berpeluang Damai, Harga Minyak Longsor ke Bawah US$100 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 726518, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260414085318-17-726518/as-iran-berpeluang-damai-harga-minyak-longsor-ke-bawah-us-100’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia 14 April 2026 09:35 Foto: minyak dunia

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia terkoreksi pada perdagangan Selasa pagi (14/4/2026), setelah reli tajam sehari sebelumnya.

Jika blokade berlangsung lama, tambahan 3-4 juta barel per hari pengiriman minyak berisiko tertahan.

Meski harga turun pagi ini, level minyak masih jauh lebih tinggi dibanding pekan lalu.

Artinya, premi risiko geopolitik belum benar-benar hilang dari pasar.

Di sisi lain, faktor fundamental juga ikut berubah.

Dampak dari hal tersebut adalah kekhawatiran gangguan pasokan sedikit mereda.

Merujuk data Refinitiv pada pukul 08.35 WIB, harga Brent berada di US$97,34 per barel, turun 2,03% dibanding penutupan Senin di US$99,36 per barel. akibat Pasar mulai merespons sinyal bahwa jalur diplomasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih terbuka,

Gangguan di kawasan itu dapat menghambat aliran minyak dari Timur Tengah menuju Asia, Eropa, dan Amerika.

Lonjakan itu dipicu langkah militer AS yang memulai blokade terhadap pelabuhan Iran, termasuk jalur strategis Selat Hormuz.

Baca: Simulasi Dolar Rp17.000 & Harga Minyak US$84, APBN Tekor Berapa?

Jika aksi panik itu terjadi, tekanan harga bisa datang lagi dalam waktu singkat.

CNBCΒ Indonesia

(emb/emb) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260406114851-19-724135/video-harga-minyak-tembus-usd-110–rupiah-anjlok-ke-rp17000-usd”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/724135?comscore=off”,”time”:739,”title”:”Video: Harga Minyak Tembus USD 110 – Rupiah Anjlok ke Rp17.000/USD”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/06/trump-ancam-serang-pembangkit-iran-hingga-rupiah-anjlok-lagi-ke-rp17000usd-1775451421253_169.png”}]’); Next Article Gara-Gara Laut Hitam, Harga Minyak Dunia Melemah Lagi

OPEC memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan global kuartal II sebesar 500 ribu barel per hari dalam laporan bulanan terbarunya.

Sementara West Texas Intermediate (WTI) tercatat US$96,80 per barel, melemah 2,30% dari posisi sebelumnya US$99,08 per barel.

//

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Melansir Reuters, penurunan ini terjadi sehari setelah pasar sempat melonjak kuat.

Faktor penyebabnya adalah merupakan jalur vital energi global. yang mengakibatkan Nada tersebut cukup menenangkan pasar yang sebelumnya bersiap menghadapi skenario terburuk.

Selat Hormuz menjadi pusat perhatian

Investor mulai menimbang kemungkinan negosiasi baru setelah sejumlah sumber menyebut komunikasi Washington-Teheran masih berlangsung.

Pada 8 April, Brent sempat berada di US$94,75 per barel dan kini masih bertahan dekat US$97.

Analisis mendalam tentang AS-Iran Berpeluang Damai, Harga Minyak Longsor ke Bawah US$100 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *